Tampilkan postingan dengan label Drunken miNyun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Drunken miNyun. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Maret 2012

The Legend of 1900: A Melancholy of a Genius Pianist

All that world weighing down on you without you knowing where it ends. Aren't you scared of just breaking apart just thinking about it, the enormity of living in it?






Danny Boodman T.D Lemon 1900, begitulah Danny Boodman menamai bayi mungil yang ia temukan berada dalam peti jeruk lemon, di atas kapal pesiar Virginian. Nama tersebut ia ambil dari namanya sendiri, nama produsen jeruk lemon yang tertera di atas peti, dan tahun lahir si bayi - dan berasal pula dari selebaran iklan yang Danny temukan dalam kotak. Danny memutuskan untuk membesarkan bayi itu seorang diri, dan menyembunyikannya dari petugas kapal. Panjang nian yah namanya? ;)


Sayangnya, beberapa tahun kemudian Danny tewas dalam kecelakaan kerja yang tragis, meninggalkan 1900 yang masih kecil untuk bertahan hidup seorang diri sebagai yatim-piatu di atas kapal. Tahun berganti tahun,  ternyata 1900 menunjukkan bakat sebagai pianis jenius, dan akhirnya 1900 bergabung sebagai anggota orkestra resmi di kapal tersebut.

Reputasi 1900 sebagai pianis jenius sampai di teling Jelly Roll Morton, seorang yang dikenal sebagai pencipta musik jazz....dan ia pun menantang 1900 untuk duel piano di atas kapal. 1900 menang dengan gemilang, setelah memainkan original piece yang begitu menakjubkan, sampai-sampai membuat senar piano menjadi panas, cukup panas untuk menyalakan sebatang rokok!

Melihat duel tersebut, seorang produser menawari 1900 kontrak rekaman. Tetapi, 1900 menolak untuk turun dari kapan. Apaboleh buat, produser akhirnya memboyong peralatan rekaman ke atas kapal, dan meminta untuk 1900 memainkan kembali sebuah original composition untuk direkam. Ketika jari-jari 1900 mulai menari di atas tuts piano, tiba-tiba saja dari luar jendela ruang rekam ia melihat sesosok jelita. 1900 jatuh hati pada pandangan pertama pada sosok itu....dan jarinya pun mulai memainkan melodi indah.


Kapal laut dan piano, itulah arti dunia bagi 1900. 
The world passed me by, but two thousand people at a time. And there were wishes here, but never more than could fit on a ship, between prow and stern. You played out your happiness on a piano that was not infinite. I learned to live that way. Land is a ship too big for me. It's a woman too beautiful. It's a voyage too long. Perfume too strong. It's music I don't know how to make. I can't get off this ship. At best, I can step off my life. After all, it's as though I never existed.

__________________________


The Legend of 1900, atau La leggenda del pianista sull'oceano merupakan film produksi tahun 1998, disutradarai oleh Giuseppe Tornatore. Film ini merupakan film berbahasa inggris pertama bagi Tornatore. Berdurasi sekitar 180 menit, terinspirasi dari teater monolog Novecento yang ditulis oleh Alessandro Baricco. 
Film ini memenangkan beberapa penghargaan, seperti European Film Awards (1999) untuk Best Cinematographer, Golden Globes (2000) untuk Best Original Score, Guild of German Art House Cinemas (2000) untuk Foreign Film, Italian National Syndicate of Film Journalists (1999) untuk Best Director, Producer, Production Design, Costume Design, Best Screenplay dan memenangkan pula Satellite Award (2000) untuk Best Art Direction, Production Design, dan Best Original Score *ngeboroooong...*

Sejujurnya, film ini memiliki alur yang lambat...nyaris monoton, soalnya setting cerita hanya berkisar toko alat musik second, pelabuhan, dan kapal. Selain itu, dialog-dialognya beraaaat....
Tapi, berkat kemampuan akting yang piawai dari para pemeran, film ini menjelma menjadi film yang berkarakter; dialog-dialognya berat tapi sangat filosofis, juga cerdas. Sangat menunjukkan sisi melankoli dari seorang jenius piano :)
(Tapi kalau kamu nggak terlalu suka nonton film drama yang harus mikir sih, saya nggak rekomen film ini buat kamu, hehehe)
Buat saya, faktor penting dari sebuah film (selain isi film itu sendiri tentunya) adalah soundtrack yang menyertainya; dan bagi saya, soundtrack film ini...pas banget! musik yang muncul dalam adegan film, tidak menjadi "pengiring", tapi menjadi bagian yang tak lepas dari adegan itu sendiri, sebagai unsur yang memperkuat emosi yang ingin diutarakan dalam cerita *lebay....tapi fakta!*

Coba deh intip adegan dari film ini, dengan score berjudul "Playing Love"


 

Senin, 02 Januari 2012

Love Your Wrist!

Rehabilitasi Medik.

itu 'lahan' dokter spesialis yang harus saya datangi ketika nyeri tak tertahankan di tangan kanan semakin menjadi.

awalnya sepele, cuma merasa sedikit pegal di pergelangan tangan kanan. itu lho, rasanya mirip sama rasa pegal kalau kita (kiitaaaa??lo aja kaleee....) terlalu banyak memeras cucian baju ;p
beberapa hari kemudian, nyeri menjalar hingga ke siku. cenut-cenut-cenut.....rasanya ngilu seperti ada yang memelintir persendian siku dari dalam. masih ngotot, saya acuhkan saja rasa sakit itu.
kira-kira seminggu kemudian, rasa nyeri menjalar hingga ke punggung. tidur pun tak nyenyak bagaikan malam tanpa bulan dan bintang *ga nyambung*

kalau kata lagu dangdud jaman dulu, "lebih baik sakit gigi...daripada sakit hati...."
untuk kondisi saya sekarang mah cocoknya "lebih baik nggak sakit gigi, nggak sakit hati, dan nggak sakit tangan" *ditimpuk rame-rame*

menyerah,
saya pun akhirnya pergi ke dokter...dan dirujuk ke dokter rehab medik itu.

"kenapa sampai bisa begini tangannya? olahraga berat?" begitu tanya dokter.
"Nggak kok dok...saya malah jarang olahraga. banyak ngetik aja di depan laptop" jawab saya


selidik punya selidik, ternyata rasa sakit yang saya rasa itu berasal dari radang otot yang sudah menyebar sampai ke punggung...hiiiiy.....(T_T)
dokternya aja sampai heran, kok bisa-bisanya saya tahan selama satu minggu tanpa bantuan obat penghilang rasa sakit.
ternyata penjahatnya adalah......posisi pergelangan tangan yang tidak tepat selama berkutat di depan laptop!
sepele memang...tapi akibatnya tidak main-main.

jangan tanya deh..berapa uang yang harus saya keluarkan untuk berobat. belum lagi menahan rasa malu, ketika tangan saya dibebat (tangan kanan pula...mencolok banget kan...)
lagi kondisi gitu, masiiiih aja ada yang tanya, "Nyun, tangan lu kenapa, kebanyakan nonjok orang ya??"
*wae..pertanyaan macam apa itu...biarpun saya preman, tapi saya adalah preman yang budiman!

belajar dari pengalaman...

karena itulah saya senang sekali, saat saya bertemu si panda ini :)

the panda says: "love your wrist!"


saat mengetik di depan komputer atau di depan laptop dan memainkan mouse, tak jarang (tanpa sadar) kita menempatkan posisi tangan;seperti ini nih:


posisi seperti ini, ternyata memberi tekanan pada pergelangan tangan, akibatnya tangan jadi sakit deh....




naaah, si panda ini ternyata bisa membantu saya mengurangi tekanan batin jiwa raga pada pergelangan tangan...cara pakainya? gampang! simpan aja di bawah pergelangan tangan, kira-kira seperti ini,


 atau begini

gampang kan? :)
kalau sudah begini, rasa pegal di pergelangan tangan saat ber-laptop ria pun bisa dikurangi..



#pesan moral cerita kali ini:
beli wrist supporter seperti ini ternyata jauuuuh lebih murah dibandingkan membayar biaya dokter ples obat-obatan...yaiyalah! masa yaiyadong....

Kamis, 29 Desember 2011

Cilok


selamat pagi menjelang petang!
kali ini saya, si miNyun siMilikiti, akan menjadi pemandu anda dalam acara wisata kulinyer berbudget ringan,

dan tema kali ini adalah...
eng ing eng...jreng jreng jreng...



C I L O K


apakah anda familiar dengan istilah CILOK??


((sedikit pencerahan buat yang belum kenal sama cilok))
((buat yang sudah kenal, silakan skip bagian ini dan lanjut ke bagian paragraf dua hehehe))

cilok adalah sejenis makanan ringan,
terbuat dari tepung kanji yang dibentuk menyerupai bakso, yang berwujud bulat. dimasak dengan cara direbus, dan dihidangkan bersama saus kacang.
kenapa namanya cilok?
disinyalir kata ini berasal dari bahasa sunda, yaitu singkatan dari kalimat "aCI dicoLOK" (kanji ditusuk).

jaman saya muda dulu,
cilok hanya dikenal sebagai jajanan yang digemari oleh anak sekolah dasar. buat anak-anak yang ingin makan bakso tapi nggak kesampaian karena harganya relatif mahal (bagi kantong anak SD), cilok ini lah salah satu solusinya :)

tapi, ketika saya beranjak remaja *halah*
(seingat saya) tepatnya ketika saya duduk di bangku kuliah,
cilok mulai menjadi trend di kalangan remaja hingga kalangan remaja paruh baya,
yang suka jajan cilok ternyata bukan cuma anak SD saja. teman saya Suri adalah salah satu saksi hidup yang alhamdulillah masih sehat walafiat setelah sekian tahun perutnya dijejali cilok secara brutal.

anyway,
pada masa itu, salah satu cilok yang cukup populer di kalangan mahasiswa, adalah cilok yang dijual di emperan Bandung Indah Plaza;
yang kemudian populer dengan nama "cilok BIP"
konon cilok ini dikenal dengan bumbu kacang yang sedap dan super pedas. kalau rasa ciloknya sih, kayanya biasa aja. sama-sama aci gitu loh. seenak-enaknya aci, nggak mungkin berubah jadi berasa spageti atau pizza kan....

kemudian,
muncul pula jenis cilok baru di jagat per-cilok-an;
yaitu jenis cilok yang dikenal dengan nama "cilok sehat"
cilok ini ngaku sehat karena ke dalam adonannya dicampurkan bayam dan wortel. lumayan lah, ada tambahan gizi. tapi, akibatnya warna cilok jadi agak-agak butek gimanaaaa gitu, sedikit horor walaupun rasanya enak.

akhir-akhir ini saya menemukan pemain baru dalam jagat per-cilok-an, yang mangkal dekat daerah rumah saya. tampilan gerobaknya oke punya sih, modern, mirip gerobak jualan Gehu Pedas gitu deh. Bersih, dan yang jualan aa-aa muda *nggak relevan*
cilok ini mengaku sebagai cilok yang gahoool (baca:gaul);
menawarkan tiga jenis cilok: rasa original, rasa ayam, dan rasa keju.

sebagai remaja paruh baya gaul,
saya pun tertarik untuk mencobanya. mahal ternyata,
seporsi dihargai 4000 rupiah :(
dengan alasan "cuma ingin coba", saya pun membeli 1/2 porsi *kopet*
ternyata...

cukup enak sodara-sodara!

walaupun rasanya antara cilok original dan rasa ayam nggak kerasa bedanya setelah masuk mulut, hahahaha
tapi yang rasa keju lumayan sih, potongan kecil keju yang dimasukkan dalam adonan cilok bisa mendatangkan sensasi yang cukup berbeda ketika digigit *tsaaaah*
bumbu kacangnya juga cukup enak :D

naah,
dari beberapa pengalaman saya menjajal jagat percilokan,
berikut tips yang bisa saya bagi:

- cilok itu enak dimakan selagi hangat. kalau udah agak dingin, rasanya kayak makan karet penghapus..

- cilok yang baik adalah yang ketika digigit terasa kenyal, tetapi tidak membuat rahang anda pegal ketika mengunyahnya

- waspadalah terhadap cilok yang berwarna putih mencrang (putih terang, red.) karena disinyalir cilok tersebut menggunakan bahan pemutih

- kunci cilok yang enak adalah adonan yang kenyalnya 'pas' disertai bumbu kacang yang sedap....jadi sebetulnya cilok yang berasa ini-itu nggak terlalu ngaruh, hahahaha

- pilihlah cilok yang dijual oleh penjual yang ganteng  nampak bersih dan higinis, misalnya gerobak jualannya bersih, tempat ciloknya bersih tertutup, dan tentu saja cilok serta bumbunya tidak berbau aneh...waspadai CIREN (cilok sisa jualan kemaren);
karena ciren tidak baik untuk pencernaan anda!


demikianlah reportase saya dari jagat percilokan,
sampai bertemu di lain kesempatan!

Senin, 14 November 2011

Love Letter

"Fujii Itsuki"

begitu sang guru menyebut nama itu,
berdirilah secara bersamaan seorang a-be-ge perempuan dan laki-laki,
membuat suasana kelas riuh rendah.

hari itu,
adalah hari pertama masuk sekolah. seperti biasa, hari pertama masuk sekolah dimulai dengan jam-nya wali kelas, diisi dengan perkenalan dan pengabsenan -hahaha bahasa apa ini pengabsenan-
maksudnya, guru akan mulai memeriksa kehadiran satu persatu muridnya dengan memanggil nama mereka satu-persatu.

ternyata, di kelas ini ada dua orang yang memiliki nama benar-benar sama,
ya si Fujii Itsuki tadi; yang satu perempuan, yang satu laki-laki.
tentu saja, nama mereka yang sama membuat heboh seisi kelas,
juga menjadikan mereka bulan-bulanan (alias bahan becandaan) seisi kelas..
acara jodoh-jodohan adalah salahsatunya hahahaha

tahun-tahun pun berlalu,
Fujii Itsuki-chan (yang ini perempuan, hehehe) kini bekerja sebagai petugas perpustakaan. suatu hari, tiba-tiba saja dia menerima sepucuk surat dari seorang wanita yang bernama Watanabe Hiroko.

di sisi lain,
watanabe Hiroko terkejut saat surat yang ditujukan pada Fujii Itsuki, tunangannya yang meninggal karena kecelakaan saat mendaki gunung dua tahun lalu, ternyata mendapat balasan. Apakah ini surat balasan dari surga? :)


begitulah kira-kira sedikit bocoran plot film "Love Letter" ini,
sorry guys..no spoiler hehehehe ;)

Film besutan sutradara Shunji Iwai ini dirilis pada tahun 1995 *djadoooooeeel*,
dan konon menjadi box-office di Jepang juga di negara-negara asia timur lain seperti Korea Selatan.
Film ini juga memenangkan berbagai penghargaan, diantaranya:

1996 Japanese Academy Awards - Newcomer of the Year (Miki Sakai, pemeran Fujii Itsuki remaja versi cewek)

1996 Japanese Academy Awards - Newcomer of the Year (Takashi Kashiwabara, pemeran Fujii Itsuki Remaja versi cowok)

1996 Japanese Academy Awards - Most Popular Performer (Etsushi Toyokawa, pemeran Akiba, seniornya Fujii-kun)

1996 Blue Ribbon Awards - Best Actress (Miho Nakayama, pemeran Fujii Itsuki/ Watanabe Hiroko)

1996 Kinema Junpo Awards – Best Film (Shunji Iwai)

1995 Hochi Film Awards - Best Actress (Miho Nakayama)

1995 Hochi Film Awards - Best Supporting Actor (Etsushi Toyokawa)

1995 Toronto Film Festival - Audience Award


lagi-lagi saya tertipu judul, "love letter", saya kira ini cerita mengenai sepasang kekasih yang surat-suratan...ternyata..hahahaha

awalnya saya bingung,
soalnya Fujii Itsuki-yang perempuan- dan Watanabe Hiroko diperankan oleh aktris yang sama.
Saya nggak ngeh kalo mereka itu adalah karakter yang berbeda *dasar bolot*
tapi setelah menonton keseluruhan film, barulah saya nyadar,
dan akhirnya memahami apa arti "love Letter" yang menjadi judul film ini.

saya pernah membaca sebuah buku,
dan saya tertarik pada seuntai kalimat yang tertera dalam buku itu:
sometimes the bravest thing to do is to let go
"terkadang merelakan merupakan tindakan pemberani"
*nggak persis sih...tapi ya kira-kira begitulah bunyinya ;p *

Ketika mendengar kata surat cinta,
yang otomatis terbayang adalah "surat pada dan dari kekasih"
tapi, film ini menyajikan definisi yang berbeda mengenai kata surat cinta.
surat cinta yang dimaksud dalam film ini adalah,
sebuah perjalanan dalam memahami seseorang yang berarti bagi diri kita (katakanlah, kekasih),
dan bagaimana menjadikan diri kita seorang pemberani ketika kita mencintai dia *tsaaaaah*

bagi Fujii Itsuki versi perempuan,
teman sekelasanya Fujii-kun "cuma" seorang anak laki-laki menyebalkan,
yang tidak pernah membantu dia selama tugas di perpustakaan,
anak laki-laki aneh dan pendiam yang sukanya pinjam buku-buku aneh,
dan berkelakuan ajaib saat tiba-tiba saja muncul di depan pintu rumahnya
memintanya mengembalikan buku milik perpustakaan yang hampir lewat masa peminjamannya
yang tiba-tiba saja pindah sekolah tanpa berkata apapun padanya,
padahal mereka baru saja mulai akrab

bagi Watanabe Hiroko,
Fujii-kun adalah tunangan tercintanya,
seorang 'freak' aktivitas outdoor,
orang yang easy-going dan banyak teman,
orang yang berkata padanya bahwa ia jatuh cinta padanya pada pandangan pertama
tapi kemudian Hiroko menyadari, bahwa dirinya sangat mirip dengan Fujii Itsuki-chan,
teman sekelas tunangannya dahulu yang memiliki nama sama;
sehingga Hiroko pun mulai ragu,
apakah Fujii-kun benar-benar menyukainya, atau hanya karena ia mirip dengan Fujii Itsuki-chan, cinta pertamanya dulu?

dengan bertukar surat,
baik Hiroko maupun Itsuki mulai memahami, sisi lain dari Fujii Itsuki-kun,
laki-laki yang menjadi benang merah takdir mereka.
dengan bertukar surat,
keduanya pun belajar untuk menjadi seorang pemberani,
yang memahami bahwa dengan merelakan; to let go; juga merupakan cara untuk mencintai seseorang..

anyway,
seperti halnya film-film Shunji Iwai yang lain,
film ini boleh dibilang unik (kalo nggak boleh dibilang aneh mah);
dengan menyajikan alur yang maju-mundur, bergantian antara adegan masa kini dan masa lalu;
pemilihan satu aktris yang memerankan dua karakter yang berbeda;
serta pemilihan judul yang terkesan "umum" tapi dengan penafsiran yang berbeda tadi.
kalo nggak nonton dengan seksama, yu babay lah nggak ngerti ini maksud filmnya gimana hahahaha

bukan tipikal film yang bisa ditonton sambil iseng atau selintas lalu.
tapi kalo anda suka film romantis yang agak serius dan perlu mikir sih,
film ini sepertinya cocok buat anda.

saya pribadi sih suka,
karena alur ceritanya nggak pasaran...bukan film cinta standar yang plot-nya bakal ketebak hanya dengan menonton beberapa menit awal saja.
dan lagi, di film ini ada eye-candy Kashiwabara Takashi yang masih imut-imut hahahaha *tantegirangmode*
dialog-dialognya kuat, ditunjang dengan pemain yang pas banget membawakan karakter-nya.
saya sih paling suka karakter Oikawa Sanae, temen sekelas duo Fujii yang naksir sama Fujii versi cowok....cantik-cantik kok aneh hahahaha

so,
buat para pecinta film cinta (hoh?)
meskipun sedikit jadul,
film ini highly recommended...*ahem*





Totto-Chan: Ternyata Sekolah Itu.....

Niatnya sih mau beli buku cerita anak-anak.
Tapi entah dapat bisikan darimana, akhirnya tangan saya meraih buku ini dari rak, lalu memboyongnya pulang setelah menebusnya di kasir :D
demikianlah, buku Totto-Chan Gadis Cilik di Jendela ini berakhir tinggal di rumah saya..

Totto chan, gadis kecil dengan kelakuan aneh bin ajaib.
Guru-gurunya menganggapnya nakal dan tidak bisa diatur.
Karena itu, dia drop out dari sekolah, padahal dia baru saja duduk di bangku kelas 1 SD….(walah, saya kira yang bisa drop out Cuma anak kuliahan, ternyata…anak SD pun nggak kalah heuHEU)

Sebenarnya, Totto chan tidak nakal.
Dia hanya memiliki rasa ingin tahu yang kelewat besar, itu saja.
Ibu Totto chan yang pusing tujuh keliling akhirnya memutuskan untuk mendaftarkan Totto chan ke Tomoe Gakuen,
sekolah unik yang kelas-kelasnya dibangun dari gerbong kereta yang tak terpakai,
anak-anak boleh memilih sendiri jam pelajaran mereka,
tidak terikat jadwal kaku yang diberikan oleh guru.

di Tomoe Gakuen,
murid-muridnya setiap hari diwajibkan untuk membawa bekal makanan dengan menu "sesuatu dari laut dan sesuatu dari gunung"
…hmm…menu yang aneh!HEUheu

GUru-guru di Tomoe Gakuen punya cara yang unik buat mengatasi anak-anak yang suka pilih-pilih makanan,
juga mendorong anak untuk makan makanan sehat!
rupanya, sesuatu dari gunung itu---> sayur-sayuran
sesuatu dari laut itu----> protein
menu makan yang sehat bukan? ;)

di Tomoe Gakuen inilah Totto chan belajar dan dididik,
tidak hanya pelajaran-pelajaran biasa seperti berhitung, musik, bahasa, olahraga…
tapi yang lebih penting bagaimana menjadi diri sendiri,
hormat & menghargai orang lain, juga tentang persahabatan.

di Tomoe Gakuen ada "pelajaran" berenang bersama, dimana anak-anak diharuskan berenang tanpa busana (vulgar, hahahaha)
maksudnya, supaya anak-anak belajar "jujur",
nggak terbiasa menutup-nutupi sesuatu dan bersikap apa adanya.
juga, belajar untuk tidak menilai orang berdasarkan penampilannya.

Membaca buku ini, menuntun saya pada kenangan masa kecil,
membangkitkan rasa geli terkadang juga tawa jika mengingatnya
masa-masa dimana saya memandang dunia sebagai arena petualangan raksasa :)
masa-masa dimana saya memandang bahwa bersekolah itu, bukan sebuah beban...

Dialih bahasakan dari judul berbahasa Inggris "Totto Chan, Little Girl at The Window"
buku ini menggunakan bahasa yang natural, enak, dan sederhana, lugu dan polos layaknya anak-anak.

Disaat diri ini sedang galau memikirkan nasib diri yang nggak lulus-lulus *curcol, hahahaha*
atau ketika pusing memikirkan tugas-tugas kuliah yang menoumpuk,
ujian yang membayang di depan mata,
nilai pelajaran yang aduhai membuat mata merem melek dan dada berdebar luar biasa (tapi bukan karena senang riang gembira, hahaha)


Membaca buku ini, saya menemukan kembali,
bahwa sekolah dan belajar sebenarnya bisa begitu menyenangkan! :D

SHINOBI: kisah Romeo & Juliet ala Ninja

another "vintage" movie from my old drawer,

kali ini saya akan membicarakan sebuah film (agak) lama yang dibintangi oleh Odagiri Jo dan Nakama Yukie

dan film itu adalah....eng ing eng: S H I N O B I     *yaaaaay*

Film ini mengambil setting Jepang jaman dahulu, jaman yang lebih jadul daripada djaman es gojang (naon sih....); yaitu masa pada saat ke-shogun-an Tokugawa naik ke tampuk kepemimpinan.
Tokugawa Ieyasu memenangkan perang besar dan berhasil menduduki tampuk pemerintahan; dengan adanya shogun baru, perang pun berakhir, dan masa damai akhirnya tiba.
Meskipun begitu, pertentangan antara dua klan Ninja besar, yaitu klan Manjidani Koga dan Tsubagakure Iga tidak serta merta turut berakhir.

Dengan alasan menengahi pertikaian antara kedua keluarga, Hattori Hanzo, si kaki tangan Shogun baru bertindak atas nama pemerintah mengajukan usul untuk mempertemukan kedua klan tersebut dalam sebuah pertandingan.

Tapi sebenarnya, tersembunyi skenario busuk dibalik usul tersebut. Klan Manjidani dan Tsubagakure yang dikenal dengan ilmu yang mumpuni nan menakutkan ternyata dianggap membahayakan kekuasaan Tokugawa.

Pertandingan yang diajukan itu, sejatinya dirancang dengan tujuan memusnahkan kedua klan. Karena pada nyatanya, pertandingan yang dimaksud merupakan pertarungan hingga mati bagi keduanya;
disebutkan bahwa hasil pertarungan akan menentukan siapa yang akan menjadi pewaris kekuasaan Ieyasu, dengan kata lain, mempengaruhi masa depan pemerintahan Tokugawa.

Kedua klan pun tidak punya pilihan lain selain bertarung sampai titik darah penghabisan demi junjungan mereka dan kehormatan keluarga.
Sementara itu, di tengah-tengah pertentangan yang kian meruncing, takdir mempertemukan Iga Oboro, cucu ketua klan Tsubagakure dengan Koga Gennosuke, cucu ketua klan Manjidani.

Berbeda dengan Oboro yang selalu pesimis dengan masa depan hubungan mereka, Gennosuke tetap optimis bahwa suatu hari nanti ia akan dapat bersatu dengan Oboro yang dicintainya. Meskipun Gennosuke berusaha mati-matian mengakhiri pertentangan ini, takdir berkata lain. Oboro pun dihadapkan pada pilihan; memilih jalan sebagai seorang shinobi atau memilih cintanya…


.....PUAS banget nonton film ini. Bukan sekedar cerita romeo & Juliet ala shinobi ternyatah............*tertawa lebar*

screenplay yang memikat plus visual effect yang jempolan, membuat saya nggak bosen-bosen nonton film ini berkali-kali,
…ditambah lagi dengan closing theme yang dilantunkan Hamasaki Ayumi, membuat film ini semakin berkesan…hmmm…tragis!

Minggu, 04 September 2011

Balas Budi Si Kucing


Saya suka sekali anime-anime keluaran Studio Ghibli.

karena itu, kali ini saya akan berbagi mengenai salah satu anime keluaran studio itu, yang buat saya memiliki kesan: co cwiiiiiiit *perhatian: kata ini harus diucapkan dengan gaya abege alay2 masa kini*



Neko no Ongaeshi merupakan anime produksi Studio Ghibli, yang dirilis pada tahun 2002 di Jepang, kemudian dirilis pula di Amerika pada tahun 2003. Film ini berdurasi kurang-lebih 75 menit, dibuat berdasakan karakter yang diciptakan oleh mangaka Hiiragi Aoi.

Anime ini menceritakan tentang Haru, seorang remaja usia SMA yang memiliki kemampuan untuk berbicara dengan kucing. Suatu hari, ia menyelamatkan seekor kucing yang hampir tertabrak truk. Saat menyelamatkannya, tongkat lacrosse miliknya patah. Betapa kagetnya Haru, saat kucing itu berterima kasih padanya sambil berkata “taihen abunai tokoro o tasukete itadaki, makoto ni arigatou gozaimashita” lalu membungkuk dengan sopan
*bertahun-tahun belajar bahasa jepang, tapi saya belum bisa berbahasa sesopan ini....kalah ama kuciiiiing, hahaha*

Malamnya, sesaat sebelum Haru tertidur datanglah rombongan iring-iringan kucing yang berjalan dengan dua kaki, layaknya manusia. Ternyata itu adalah rombongan dari Negeri Kucing. Belakangan diketahui bahwa kucing yang diselamatkan olehnya adalah Lune, pangeran dari Negeri Kucing. Sebagai balasannya, sang Raja dari Negeri Kucing datang untuk berterima kasih, dan menjanjikan bahwa mulai besok, ’kebahagiaan’ akan datang padanya.

Paginya, Haru dikejutkan oleh telepon dari teman sekelasnya, yang menanyakan siapa yang menaruh berpuluh-puluh tongkat lacrosse di sekolah. Tak hanya itu, ketika ia keluar rumah, halaman rumahnya menjadi lautan tanaman catnip (sejenis tanaman yang disukai para kucing). Belum cukup sampai disana, ketika Haru sampai di sekolah dan akan menyimpan sepatu di loker, disana terdapat paket-paket kecil yang ternyata berisi tikus!. Semua itu adalah ‘hadiah’ dari Negeri Kucing, tanda terima kasih telah menyelamatkan sang Pangeran.

Para kucing membanjirinya dengan hadiah-hadiah yang mereka kira, akan membuatnya bahagia. Siang hari, Haru bertemu kembali dengan utusan dari Negeri Kucing yang mengundangnya untuk datang ke Negeri Kucing. Utusan itu berkata, Haru akan dinikahkan dengan sang pangeran sebagai tanda terima kasih, dan nanti malam ia akan datang menjemput Haru.

Haru, meskipun berat hati tapi tak kuasa menolak permintaan itu. Saat ia sedang kebingungan, ia mendengar sebuah suara yang menyuruhnya untuk mencari 'neko no jimusho'(kantor si kucing....ooouuu...how cute~)
Suara itu juga menyuruhnya untuk mencari kucing besar berwarna putih di kafe di perempatan jalan. Merasa panik, Haru mengikuti suruhan suara itu, meskipun ia tak tahu siapa yang berkata.
Akhirnya, ia bertemu dengan seekor kucing besar berwarna putih bernama Muta; yang mengantarkannya pada 'pimpinan' Kantor si Kucing bernama Baron.
*Muta's name often confused with 'BUTA' which means pig...i think it's a word pun; consider Muta really IS fat as a pig...quite funny i think ;p

Haru pun menceritakan masalahnya pada mereka. Namun sayang, sebelum mereka sempat membantu Haru, para utusan dari Negeri Kucing datang menculik Haru, juga Muta yang tak sengaja terbawa oleh para penculik itu. Mereka mengira, Muta adalah ’pembantu’nya Haru. Tak tinggal diam, Baron pun mengejar Haru hingga ke Negeri Kucing.
*interesting point in this scene is the use of the word 'kerai'....in bahasa indonesia i think it's similar with 'jongos' hahahaha how rude...*

Haru pun tiba di Negeri Kucing. Sesampainya disana, seekor kucing putih yang cantik memandangnya dengan tatapan prihatin, lalu berkata padanya agar ia segera kembali ke negeri Manusia. Jika tidak, Haru tidak akan bisa kembali lagi ke dunia manusia. Kucing itu adalah Yuki, pelayan yang bekerja di Istana. Haru belum menyadari betapa genting situasi yang dihadapi. Melihat Negeri Kucing yang begitu indah, ia terlena ingin bersantai dan bermain disana. Maka saat utusan istana datang menjemputnya, ia merasa senang saja.

Di istana, Haru diperlakukan layaknya putri raja. Ia dijamu dengan baik, diberi pakaian indah, dan diurus dengan baik. Haru akhirnya sadar saat di wajahnya muncul kumis, di badannya tumbuh ekor, tangannya berubah menjadi seperti tangan kucing, juga di kepalanya tumbuh telinga kucing. Tak ketinggalan, bicaranya pun semakin 'kucing', nyaooooo~!

Ternyata, hal ini merupakan taktik sang Raja Negeri Kucing, yang berupaya mengubah Haru supaya 'pantas' bersanding dengan putranya. Jika Haru tak segera kembali ke dunia manusia sebelum fajar tiba, ia akan berubah menjadi kucing selamanya.

Untuk menyelamatkan Haru, Baron menyamar menjadi pengisi acara di pesta yang diselenggarakan di istana. Tetapi, kedoknya terbuka tepat pada saat acara berlangsung. Raja yang marah mengerahkan pasukannya untuk menangkap Baron. Ditengah kekacauan dan kehebohan itu, Yuki muncul dan menunjukkan jalan rahasia untuk keluar istana. Yuki, Haru, Baron, dan Muta melarikan diri bersama-sama. Ternyata, jalan itu berujung pada sebuah labirin. Di ujung labirin itu, ada sebuah menara; menara tersebut merupakan gerbang penghubung antara dunia manusia dan Negeri Kucing. Sang Raja tak putus asa, ia tetap berusaha mencegah agar Haru tak kembali ke dunia manusia, ia pun mengejar Haru hingga ke menara.

Saat situasi memanas, datanglah Lune, dan terungkaplah bahwa perjodohan itu semata-mata keegoisan sang Raja dan bukanlah keinginan Lune. Lune sendiri, sebenarnya menginginkan Yuki untuk menjadi pendampingnya. Lune akhirnya membantu Haru agar dapat kembali ke dunia manusia.

Saat Haru terheran-heran mengapa Yuki dan Lune berbaik hati membantunya hingga berani menetang Raja, terungkaplah sebuah cerita. Ternyata, Yuki pun pernah ditolong oleh Haru dahulu, saat ia masih seekor kucing kecil. Yuki kecil yang sedang kelaparan dan nyaris mati, diberi makanan oleh Haru. Jadi, bagi mereka berdua Haru adalah seorang onjin yang harus mereka balas budinya. Petualangan di Negeri Kucing membawa pelajaran yang sangat berharga bagi Haru. Lewat petualangan bersama Baron dan Muta, Haru bisa memahami diri sendiri, dan menemukan jibun no jikan-nya.

yang suka baca cerita rakyat jepang, pasti pernah mendengar cerita 'Tsuru no Ongaeshi' alias 'Balas budi si Burung Bangau'...naah, film ini juga mengangkat tema yang sama, yaitu masalah 'balas budi'
Rupanya ini tema sekaligus nilai moral yang banyak dipegang oleh orang jepang, yaitu "membalas budi pada orang yang telah memberi kebaikan pada kita, sekalipun kebaikan itu hanya sebesar biji jarak"
juga,
film ini menyorot soal karakter Haru, yang mencari 'jibun no jikan'nya. Awalnya saya bingung dengan istilah ini; apa sih maksudnya?
tapi setelah saya lihat film ini, barulah saya mengerti...jibun no jikan disini adalah mengenai "finding your passion in life"

hmmmm....

anime ini cerdik sekali, kalo boleh saya bilang.
dunia anime merupakan 'altered universe', dimana hal-hal yang tak mungkin terjadi, bisa saja dijumpai disini. anime ini berusaha mengungkapkan 'dunia yang ideal' dan dunia 'yang manusiawi' tanpa berusaha menggurui. lewat altered universe yang diciptakannya, neko no ongaeshi berusaha 'menyentil' moralitas kita..

who knows, moral education can be this fun? ;)

(IF) Heaven Can Wait

Lagi-lagi nostalgila film djadoel~

yep!
kali ini saya mau dengan egoisnya membahas (lagi-lagi) film jadul dengan genre drama yang membekas di hati saya *cieeee*

Film berjudul asli Tengoku wa Matte Kureru (translated to english as "Heaven Can Wait") ini menceritakan tentang Hiroki (Inohara Yoshihiko), Takeshi (Kiyokiba Shunsuke), dan Kaoru (Okamoto Aya); tiga orang sahabat masa kecil yang tak terpisahkan.

Ketika kecil, mereka membuat janji bahwa mereka akan terus bersahabt hingga dewasa nanti. Waktu pun berlalu, mereka pun beranjak dewasa. Masing-masing sibuk dengan pekerjaannya. Sehingga, kebersamaan mereka sedikit terganggu. Tapi, persahabatan mereka tetap tak berubah.

Hingga suatu hari tiba-tiba saja Takeshi melamar Kaoru tepat di depan Hiroki. Walaupun sebenarnya Hiroki juga menaruh hati pada Kaoru, ia tidak bisa berkata apa-apa selain memberikan dukungan pada sahabatnya itu.
Musibah tiba-tiba saja datang menjelang hari bahagia pernikahan Kaoru dan Takeshi. Kecelakaan menimpa Takeshi, membuatnya jatuh dalam kondisi koma, dengan kemungkinan kecil untuk kembali sadar.

Hiroki dan Kaoru tetap setia menunggu Takeshi membuka mata, bahkan Hiroki rela meminta pada atasan tempatnya bekerja untuk ditransfer dari pekerjaan yang sekarang digelutinya, agar ia punya waktu untuk menjenguk Takeshi setiap hari.

Di tengah-tengah penantian yang tak pasti, Hiroki dan Kaoru menyadari perasaan mereka masing-masing, perasaan yang telah lama mereka pendam. Akhirnya, Hiroki pun mengungkapkan isi hatinya pada Kaoru……bahwa ia ingin membuat Kaoru bahagia.

Tapi, tepat sehari setelah itu, Takeshi sadar dari koma. Hati Kaoru dan Hiroki diselimuti kebimbangan, disaat semua orang bersuka cita menyambut kembalinya Takeshi.
Nyatanya, mereka harus menghadapi kenytaan yang mengejutkan, Takeshi hanya memiliki harapan hidup 1 bulan saja. Meskipun semua orang berusaha menutup-nutupi, Takeshi mengetahuinya juga. Mendengar kenyataan pahit itu, Takeshi tidak berpaling. Hanya tersenyum, dan memutuskan untuk memberi hadiah terbaik bagi kedua sahabatnya…..



AAAARRRRGHHHHH.......i hate a sad movies..nevertheless, i keep watching these sort of movies..... am i an "M" type? *haha*


Satu kata saja untuk film ini : P A S !

Jalan cerita tidak berbelit-belit atau berlete-lete berlame-lame, dengan sedikit flashback masa kecil ketiga sahabat itu cukup menjelaskan bagaimana ikatan yang mereka miliki.
Lewat cerita yang sederhana, film ini benar-benar menyentuh hati saya.
Apa sih yang bakal terlintas di pikiranmu dalam 30 hari terakhir hidupmu?

Ternyata jawabannya sederhana saja,

Saya dapat memberikan hadian terindah pada orang-orang yang berarti dalam hidup saya, yaitu :
K E B A H A G I A A N :D






* baidewey....saya baru nyadar, yang main jadi Hiroki itu ternyata si Inocchi, personel boyband V6...hahahaha

Until The Lights Come Back....

Tokyo, sehari sebelum natal tiba.

Meteor tiba-tiba saja jatuh dan menabrak instalasi listrik.

Akibatnya, aliran listrik di seluruh kota padam. Tentu saja hal ini membawa kepanikan dan kekacauan. Tapi di balik itu, gelapnya malam menyingkap sisi kemanusiaan di Tokyo yang metropolis dan selalu hingar bingar.
Rahasia masa lalu, perselingkuhan, kesetiaan, keberanian, perjuangan…semua terungkap di bawah langit malam.
Gelapnya malam ternyata memberikan waktu untuk menemukan jawaban atas permasalahan yang selama ini dihadapi, disamping memberikan waktu untuk merenungkan kehidupan dan cinta yang kita miliki, untuk selanjutnya menentukan sikap dalam melanjutkan hidup…

*ehm!serius aja…heuHEU*

Film Until The Lights Come Back ini memang bukan film baru (ketauan lagi nostalgila bongkar-bongkar stok film lama) tapi biarlah.....di film ini bisa liat wajah Hongo Kanata yang masih imut-imut hahahaha *tante girang mode*
Film besutan Minamoto Takashi produksi tahun 2005 ini berjudul asli Daiteiden no Yoru ni;
memiliki ide cerita yang menarik, walaupun divisualisasikan dengan gaya yang Hollywood banget. Tapi, dialog-dialognya tetapi kental dengan nuansa jepang. Memunculkan 14 tokoh dalam ceritanya (banyak banget, kan!), sanggup membuat penonton bertanya-tanya bagaimana hubungan keempat belas tokoh ini.
Meskipun begitu, alur cerita berjalan lambat, ditambah dengan ilustrasi musik yang jazzy berpotensi untuk membuat penonton terbuai ke alam mimpi bahkan sebelum film berakhir.. *euuugghhhh*

Untungnyaaaa……sinematografi yang apik sanggup mengimbangi alur yang monoton. Film ini cocok banget dinikmati di sore hari yang damai, ditemani secangkir kopi atau teh hangat plus beberapa keping biscuit ;D

So, until the lights come back
just sit tight
enjoy and relax
another face of this melting-pot city...

Forrest Gump: Hidup dari Kacamata Seorang Idiot

Pokoknya, ga enak jadi idiot, tap paling ngga aku bisa bilang hidupku ga ngebosenin



Begitu kata Forrest Gump.
Yah, inilah kisah hidup seorang pemuda idiot yang terkadang justru mendapat keberuntungan gara-gara ke-idiotan-nya itu

Saat saya lagi merasa mBete, mBle’e ga jelas, stress, suntuk, sepi sendiri gundah gulana duka nestapa tiada terkira…bacaan inilah yang paling cocok buat mengusir semua itu!
hmm!
dijamin ngakak mengocok perut!

Forrest Gump adalah seorang lelaki yang divonis memiliki IQ adidas (agak di bawah dasar), tapi Tuhan menganugerahinya bodi seorang adonis *ahuy* dan kemampuan lari yang super cepat.
Karena kemampuannya itu, direkrut menjadi pemain football University of Alabama, akhirnya menuai sukses dan menjadi superstar football.
Suatu ketika, dia dan rekan-rekan se-tim nya diundang untuk menghadiri jamuan All State Football. Forrest sang bintang lapangan beserta rekan-rekan akan didaulat ke atas panggung atas prestasi mereka. Gugup, Forrest ngotot pingin pergi ke kamar kecil dulu sebelum naik panggung *tak kuat menahan panggilan alam*

Malangnya, ketika dia lagi kebelet banget, resleting celananya macet. Padahal, ga lama setelah itu, semua pemain akan diundang naik ke panggung untuk diberi penghargaan dan sedikit berpidato. Pada saat genting ketika Forrest diharuskan sedikit berpidato, kata-kata yang keluar justru…

”AKU KEBELET!!”


*ampuuuun…ckckckck*

dan, peristiwa aneh bin ajaib bin ga logis tidak hanya berhenti disitu.

Wah, kalo saya ceritakan disini bisa keburu lebaran lagi atuh sebelum selesai baca post ini hehehe
anyway, saya salut sama penerjemah novel ini. begitu piawai mengalihbahasakan dari bahasa inggris ke indonesia, tanpa kehilangkan kelucuan-kelucuan atau sense of humor si penulis. it's not an easy job :)

pelajaran utama yang bisa saya ambil dari buku ini adalah:
Tuhan itu Maha Adil, setiap manusia diberi kekurangan juga kelebihan
bahkan seorang 'idiot' seperti Forrest pun, bisa menjalani hidup yang penuh warna..selama kita menjalani hidup itu dengan sikap positif :)

Ngomong-ngomong novel ini uda pernah diangkat ke layar lebar, dengan Tom Hanks sebagai pemain utamanya. Lumayan menghibur sih, tapi cukup banyak cerita yang dipangkas. 
Saran saya cukup dua,
1.baca dulu novelnya baru nonton film (dengan resiko anda akan kecewa)
2.nonton aja langsung filmnya (dengan resiko ngga kecewa, tapi dapat versi cerita yang nggak lengkap ;p )

pilihan ada di tangan anda…

Senin, 29 Agustus 2011

12 O'Clock Bell Rings: A Twisted Cinderella Story



akhir-akhir ini lagi senang baca komik.

berhubung harga komik sekarang mahal, jadi beralih ke komik-komik yang bisa di download dari internet :D
kebetulan seorang teman 'mengajari' saya sebuah situs, dimana saya bisa download komik-komik secara bebas. uh well, sebenarnya nggak bebas-bebas amat sih. supaya bisa download, harus daftar dulu. tapi prosesnya nggak ribet kok.) 
dan di situs inilah saya dapat komik yang kali ini jadi topik pembicaraan kita (kitaaa??)


anyway,
dari situs itu saya dapat komik yang lumayan menarik. judul aslinya nggak tahu, tapi judulnya setelah di terjemahkan ke bahasa inggris adalah "12  O'Clock Bell Rings", buah karya Kishimoto Seishi.

in general,
12 O'Clock Bell Rings merupakan sebuah cerita 'parodi' gothic dari cerita klasik Cinderella. Secara sederhana, alur cerita nggak jauh beda sama cerita asli Cinderella. tapi, saya suka bagaimana sang mangaka, Kishimoto-sensei menerjemahkan para tokoh menjadi karakter yang berbeda. belum lagi, gambar-gambar dengan suasana goth; lengkap dengan dark eyeliner, bold lipstick, lolita style gown, witch, spiders,...and jack o'lantern sebagai hiasan kepala (kalo orang sini nyebutnya 'bando') yang dipakai oleh Cinderella.

Geeez...what a truly twisted Cinderella story! 

sini saya kasih bocoran sedikit soal ceritanya *spoiler*

di sebuah negeri antah berantah hiduplah seorang gadis yang konon punya kualitas untuk menjadi istri pangeran (or so she said by herself..).
tapi, kasihan Cinderella, hanya bisa meratap layaknya ratapan anak tiri terhadap rongrongan saudari-saudari tirinya. sementara saudari-saudarinya bersiap untuk menggondol pangeran di acara dansa istana nanti malam, Cinderella hanya bisa menggerundel sendiri karena..apaboleh buat, dia hanyalah seorang upik abu.
tapi, ketika sedang berjalan-jalan di hutan, ia bertemu dengan seorang penyihir (bukan ibu peri lho!!). 
awalnya Cinderella skeptis, menganggap penyihir itu hanyalah semacam penipu yang hanya mengincar uang saja (yeah right...). tapi rupanya sang penyihir sangat lihai bersilat lidah, hingga akhirnya Cinderella pun termakan bujuk rayunya. sang penyihir menyanggupi untuk mengubah Cinderella jadi putri cantik agar ia bisa pergi ke istana untuk berdansa dengan pangeran.
hanya satu kekurangannya, mantra perubah wujud sang penyihir hanya sanggup bertahan sampai jam12 malam saja. dan begitulah.....ketika bel yang menandakan pukul 12 malam tiba, Cinderella pun kembali menjadi upik abu, kabur meninggalkan pangeran dan menyisakan sebelah sepatu kaca di tangannya.
perburuan mencari sang pemilik sepatu kaca pun berlanjut, hingga akhirnya joker si utusan istana  (nampaknya ini utusan rekrutan baru, haha so untypical...) datang ke tempat dimana Cinderella tinggal bersama saudari tirinya. satu per satu saudarinya mencoba sepatu kaca itu...dan tentu saja nggak muat.


"You're only making me look better, my "dear" sisters. Stand back and I'll show you how it's done"

begitu Cinderella berkata, dalam hati tentu saja, sambil mencoba sepatu kaca. oh, rupanya Cinderella yang ini punya kepribadian yang sedikit *ehm* berbeda...kalau tidak boleh dibilang narsis mah..

tapi...OH??? nggak muat!! haaaa~howcome??
Joker berkata, sepertinya kaki Cinderella bengkak hasil dansa semalam, sehingga sepatunya tidak pas di kaki Cinderella (oh my....)
Tapi, BAU Cinderella menjadi petunjuknya, bahwa ia-lah gadis yang semalam berdansa dengan pangeran (hahahaha...bau....well that's original...)
Cinderella pun diboyong ke istana, and she lived happily ever after...


or so i thought.......

but when the 12 O'Clock Bell Rings,...




and the prince said,


"Ah! MAMA! Can't you fix that thing where your magic only works until midnight?"



guess you should be alert when things turn out too good to be true, huh? ;)






Minggu, 21 Agustus 2011

Celoteh tentang Cinta dan Kesedihan: Lelaki yang Membelah Bulan


kesedihan dan cinta.

itulah dua faktor yang sering membuat seseorang mendadak jadi pujangga :)

nggak percaya?

cobalah tengok, dikala jatuh cinta orang cenderung menjadi puitis dan berbunga-bunga. lembar-lembar buku catatan, posting di situs pribadi, update status atau tweet berhiaskan kata-kata indah nan menawan. dunia serasa begitu indah dan berwarna.

pun dikala kesedihan datang,orang juga bisa menjadi puitis karena dorongan hati yang mendesak ingin dikeluarkan. melepaskan diri dari sesaknya himpitan rasa, meringankan nafas dan terkadang juga meluruskan pikiran; agar bisa berdamai dengan diri di kemudian hari.

tapi,
diantara kedua faktor tadi,rasanya celoteh tentang cinta lebih banyak dibuat jadi konsumsi publik (dan memang cenderung disukai) dibanding celoteh tentang kesedihan. (entah kenapa) magnet celoteh tentang cinta lebih banyak menarik perhatian dibanding celoteh tentang tragedi dan kesedihan.

kenapa?

(mungkin) karena efek yang diberikan oleh keduanya berbeda. ketika seorang berceloteh tentang cinta, yang dipancarkannya adalah aura kebahagiaan; energi yang (berkesan) positif. sehingga, bagi orang lain yang mengkonsumsi celoteh itupun, ada perasaan yang positif hinggap di dirinya meskipun celoteh itu (mungkin saja) samasekali tidak berkaitan dengan dirinya.

ketika seorang berceloteh tentang kesedihan, yang dipancarkannya adalah aura yang gelap; energi yang (berkesan) negatif. sehingga, orang menjadi 'alergi' ketika melahapnya; ada perasaan tidak enak hinggap di dirinya ketika bersentuhan dengan celoteh itu meskipun (mungkin saja) celoteh itu juga samasekali tidak berkaitan dengan dirinya.

tetapi tidak demikian dengan Noviana Kusumawardhani, seorang penulis yang menelurkan kumpulan cerpen dengan judul "Lelaki yang Membelah Bulan" ini. Kumpulan cerpen ini berisi delapan cerita yang melulu bertemakan tentang kesedihan. 
sang penulis rupanya tidak takut mengangangkat tema yang bagi sebagian besar orang dianggap gelap, hitam, negatif, atau apalah lagi itu namanya.
lewat cerpen-cerpen yang disajikannya, sang penulis berbagi pandangan bahwa kesedihan pun merupakan bagian yang penting dari kehidupan; sama pentingnya dengan hadirnya cinta dalam kehidupan. 

saya lebih suka menyebut cerpen saya sebagai teman perjalanan memasuki ruang gelap, karena hanya dengan menerima gelap maka kita akan mengenal terang


begitulah katanya. 

cerpen-cerpen yang tersaji dalam buku ini memiliki judul yang sederhana:
"perempuan senja" 
"lampion merah bergambar phoenix"
"lelaki yang membelah bulan"
"peti mati"
"penari hujan"
"sebuah pagi dan seorang lelaki mati"
dan "pemburu air mata"

meskipun begitu, judul-judul yang sederhana ini ternyata sanggup menjelma jadi fatamorgana tentang kehidupan yang aneh, berisikan melankoli tentang warna senja, malam, kematian, juga perpisahan.
tetapi, jika ditilik lebih dalam, fatarmorgana itu ternyata hadir sebagai  kiasan dari secarik kanvas yang (kadang) bisa saja menyeruak dalam kehidupan sehari-hari.

cerpen favorit saya dari kedelapan judul di atas?
hmmm...............................tidak ada hehehehe
semuanya memiliki bobot dan keindahan masing-masing; walaupun indah dengan cara yang tidak biasa. semuanya favorit sekaligus membuat alergi ;)

walaupun begitu, saya harus setuju dengan ucapan si pengarang, bahwa
"dengan menerima gelap, maka kita akan mengenal terang"

siapkah anda merangkul sisi gelap dari diri?



Selasa, 09 Agustus 2011

49 Days


saya diracun oleh Dali XD
*seenak udel nyalahin orang, padahal sendirinya yang merengek dan merampok film-film dari hardisk Dali...* 
tapi racun yang satu ini membuat saya berterima kasih pada Dali, soalnya saya diracun dengan cara yang menyenangkan hehehehe

racun yang didapat dari Dali *yang konon baru-baru ini mulai terserang demam korean wave* bernama 49 Days, korean drama yang sanggup membuat saya termehek-mehek sorangan di tengah malam 
*dari kejauhan, dari sebuah kamar nan gelap di tengah malam terdengar sayup-sayup suara ratapan seorang remaja paruh baya.....horor....*

harus saya akui, saya suka drama ini; drama ini beda dengan beberapa korean drama yang sudah saya tonton sejauh ini. berhubung udah suka banget, jadi meskipun berhembus isu plagiarisme soal isi ceritanya, saya tak peduli, hahahahaha

sepanjang pengamatan saya, korean drama yang sekarang lagi populer disini (baca: indonesia) kebanyakan punya alur cerita yang mirip *kalo nggak boleh dibilang sama mah...*
kalo yang ceritanya tentang cinta-cintaan, pasti latarnya anak orang kaya ketemu anak orang biasa-biasa. terus mereka ketemu, terus mereka berantem-beranteman, eh ujung-ujungnya saling suka. di tengah jalan mereka menemui halang rintang *emang lomba lari...* 
tapi mereka tak putus asa demi memperjuangkan cinta mereka *tsaaaah* 
dan akhirnya tokoh utama pria dan tokoh utama wanita akhirnya bersatu, happily ever after

STANDAAAAAR....

sudah-sudah, mari kita kembali ke jalan yang benar. kembali ke laptop permasalah utama.


apa sih yang membuat 49 Days beda?


jawaban sederhana: tentu saja endingnya 
(hehehehe)

49 Days dengan cerita yang berakhir tragis *spoiler* sedikit berbeda dari kebanyakan korean drama yang sedang populer akhir-akhir ini; mengingatkan saya pada tipikal korean drama yang awal-awal beredar di indonesia, macam winter sonata, atau endless love (saya baru tahu, ternyata 'judul resmi'nya drama ini adalah 'Autumn in My Heart'......) 
cerita cinta kan tidak harus selalu berakhir bahagia, sodara-sodara!
*penggemar cerita tragedi, fufufufufu*

emang sih, awal cerita cukup bikin bosen dengan memunculkan tokoh utama wanita yang lagi-lagi tipikal:
anak perempuan, 
orang kaya, 
manis manja (bukan grup dangdud), 
punya segalanya, de es beh de es beh
udah gitu, drama ini panjang lagi, 20 episode booo...
dan progress cerita di episode awal yang begitu lambat nyaris membuat saya menyudahi keinginan untuk melahap habis drama ini. 

tapi, ternyata kesabaran serta pengorbanan jam tidur pun terbayar sudah \(^o^)/

opening title drama ini cukup mengesankan, sepintas saya kira saya salah muter film hehehehe 
karena, openingnya mirip dengan opening acara berita dengan menyajikan puzzle-puzzle adegan pemandangan kota yang berbeda, diiringi musik yang mirip dengan theme acara berita pula :D

setiap tokoh dalam drama ini mengalami perkembangan karakter yang di luar dugaan. salut buat scriptwriternya (^_^)P dan juga salut buat para pemeran yang sudah menghidupkan tokoh-tokohnya. 
gadis yang tadinya manis manja dan cengeng, berubah menjadi gadis dewasa yang tegar, tokoh yang saya kira bakal jadi antagonis seterusnya ternyata kembali ke jalan yang benar di saat yang tidak saya duga; 
atau tokoh scheduler yang bener-bener cuek beibeh dan samasekali tidak berperasaan ternyata bisa juga jatuh dalam depresi, hahahaha 

pada awalnya, saya kira drama ini melulu bercerita soal cinta antara dua jenis manusia saja; alias cinta antara kekasih. tapi ternyata saya salah. 49 Days menyajikan cerita cinta secara unik, dengan memunculkan konflik cinta pada kekasih, orangtua dan anak, juga cinta antar sahabat. gara-gara drama ini, saya juga jadi berpikir: 

"Siapakah sahabatmu yang sejati?"
"siapakah sesungguhnya soulmate saya?"

juga, 49 Days memberikan penafsiran berbeda mengenai "cinta yang berakhir bahagia". 
kalo di drama lain, biasanya akhir bahagia itu diwujudkan dengan bersatunya para kekasih. tapi tidak disini; ternyata walaupun tidak bisa selalu bersama dengan orang yang disayangi, kita pun masih bisa hidup berbahagia.

49 Days juga membuat saya berpikir mengenai 

"Seberapa tuluskah saya?"

niat baik seseorang tidak selalu menjadi kebaikan bagi orang lain; seperti halnya kebaikan Ji-Hyun yang ternyata malah dipandang sebagai siksaan bagi sahabatnya, In-Jung. ketika kebaikan yang kita beri ternyata bermakna berbeda bagi orang lain, bisakah kita tetap meneruskan niat baik dengan tulus?
bisakah saya menempatkan kebahagiaan orang-orang yang saya pedulikan di atas kebahagiaan saya sendiri?walaupun itu berarti saya harus mengorbankan sesuatu yang paling berarti buat saya....

lalu,
ketika saya sudah berjuang keras mencapai sesuatu, dan saya merasa optimis bahwa "mulai sekarang hidup saya akan sempurna", bisakah saya menerima dengan hati lapang, ketika seseorang berkata bahwa saya harus meninggalkan itu semua?
seperti halnya Ji-Hyun yang akhirnya berhasil mengumpulkan 3 tetes airmata, dan berhasil 'kembali' ke dunia orang hidup, tapi tiba-tiba saja scheduler datang dan memberitahu bahwa 6 hari lagi Ji-Hyun akan meninggal.
akankah saya merasa, seluruh perjuangan saya itu adalah hal yang sia-sia?

aaah....korean drama ini memang benar-benar nggak sopan hehehehe sudah membuat saya termehek-mehek, menjungkir balikkan pikiran saya pula. bener-bener deh...;) 


"untuk menjalani hidup yang bermakna"


itulah pelajaran terbesar yang bisa saya petik setelah nonton drama ini.
meskipun kehidupan tidak selalu seperti apa yang kita inginkan,
dan kita akan terus berputar dalam roda kehidupan,
berada di atas roda dan merasa bahagia atau kegencet di bawah roda, bertemu nestapa

berterima kasihlah,
berbahagialah,
dan jalanilah hidup dengan penuh makna...


Mengutip Film


dalam hidup, ada dua hal terbesar;
yaitu CINTA dan KEMATIAN.
kalau sudah siap menerima keduanya, 
maka kita akan sanggup menghadapi segalanya 

sungguh beruntung,
mereka yang mengetahui apa yang mereka cari 
dan masih punya cukup waktu untuk mencarinya

kesedihan nggak pernah membiarkan kebahagiaan datang sendiri,
walaupun mungkin kita tidak punya cukup jamuan
untuk menjamu keduanya

lu boleh nggak percaya sama orang,
tapi nggak percaya sama orang yang tulus sama lu itu beda!
sama aja dengan pengkhianatan.....
dan rasanya sakit banget...





(dikutip dengan bebas dari "Tentang Dia" , a film by Rudy Soedjarwo; 
ketidak-miripan kata-kata adalah kekurangan mengutip; and please don't sue me for quoting this, because i'm already broke -__- )



 
 

Jumat, 05 Agustus 2011

Tolstoy: Seberapa Banyak Tanah yang Kita Butuhkan?

Apakah keinginan tanpa batas merupakan sesuatu yang baik?

Lagi-lagi saya tergoda diskon.
Diskon yang dikasih sama toko buku langganan saya di jalan supratman. 
Jadilah kembali saya menjadi cewek modis-modal diskon- 
Kali ini saya kepincut sama buku tipis kumpulan cerita pendek, yang ditulis oleh Leo Tolstoy. Buku ini diberi judul Tiga Pertapa. Bukunya berisi tiga cerita: "Berapa Banyak Tanah yang Diperlukan Orang?", "Tiga Pertapa", dan "Pengasingan yang Panjang".

Dari ketiga cerita yang ada di buku ini, saya paling suka sama cerita pertama, yaitu "Berapa Banyak Tanah yang Diperlukan Orang?". Secara (super) singkat, cerita ini berkisah tentang seorang petani bernama Pahom, yang tadinya hidup sederhana tapi kemudian tergoda syaitonirrojim (ini bukan bahasa rusia, hehehehe) sehingga kemudian menjadi terobsesi untuk membeli tanah lagi dan lagi dan lagi dan lagi....

Setan pintar menyelinap dalam celah lemah dalam pikiran manusia; lalu tanpa sadar melahap kita dari dalam *syerem...T_T*
bukan melahap dalam arti harafiah, menelan kita bulat-bulat dalam mulutnya, bukan, bukan. Tapi melahap kita dengan memunculkan keinginan tanpa batas. 
Merasa nggak sih, selama kita (kitaaa??lo aja kaleeee ~_~) hidup kita cenderung tak pernah merasa puas, selalu merasa haus untuk hal-hal yang terutama bersifat materi?

Ayo ngakuuuu... :3

Dapet gaji 2 juta sebulan, ngiler denger cerita temen yang gajinya sampe 4 juta sebulan. Akhirnya berhenti kerja dari tempat yang sekarang demi mengejar gaji yang lebih tinggi. Nggak tahunya di tempat yang baru, nggak lebih baik dari tempat yang lama, hahahaha

Punya hape yang sebenernya udah lumayan, tapi berhubung sekarang lagi demam bebe (itutuh, merk hape canggih yang mirip nama buah, huehehehe) jadi latah pengen bebe juga padahal nggak butuh-butuh amat. Udah punya bebe, teman-teman malah ngelirik jenis smartphone yang berlambang apel itu. jadilah celengan kembali pecah demi memboyong si tipis layar sentuh berlambang apel... ;D

Sama halnya seperti saya, silau dengan diskon-diskon jadi beli buku ini padahal di rumah juga masih banyak buku yang udah lama dibeli tapi belum sempet dibaca *hush..curhat!!*

Aaah, jadi ngelantur...sudah, sudah, marilah kita kembali ke jalan yang benar.
Dengan kata lain, cerita "Berapa Banyak Tanah yang Diperlukan Orang?" dengan sukses menampar saya bolak-balik bandung jakarta gratis (emang bisa...)
sesuai dengan quotes di awal tulisan ini,

Apakah keinginan tanpa batas merupakan sesuatu yang baik?

dengan dalih 'untuk alasan yang lebih baik' kita selalu tergoda untuk menginginkan hal-hal yang sebetulnya (mungkin) kita nggak dalam kapasitas untuk menerimanya. Seperti halnya si petani Pahom, yang pada akhirnya berhasil mendapat tanah seluas yang dia inginkan. Tapi, pada akhirnya juga ia tidak bisa menikmatinya. Pada saat nafasnya sudah di ujung tanduk, baru terbersit di pikirannya, "memang, tanah ini luas...tapi apakah Tuhan mengizinkan aku untuk hidup di atas tanah itu?"
dan....pada akhirnya, tanah yang dibutuhkan si petani itu hanya seukuran enam kaki saja, dari kepala sampai ujung kaki. Luas tanah yang dibutuhkannya ternyata hanya seukuran jenazahnya saja. Tragis bukan?

jadi,
apakah keinginan tanpa batas merupakan sesuatu yang baik?
menurut saya, keinginan tanpa batas bukan sesuatu yang baik. 
karena,
apa yang kita inginkan, belum tentu kita butuhkan.

bukan begitu? :)

Selasa, 21 Juni 2011

Cerita 100 Kata

suatu hari tiba-tiba saya pengen nge-hedon buang-buang duit (gaya). nggak apa-apa dong sekali-sekali bergaya seperti orang kaya hahahaha iseng saya pergi ke toko buku diskon (katanya mau ngehedon buang duit, tapi teteuup...yang dicari diskonan...dasar cewek modis -modal diskon-) yang terletak di jalan supratman, bandung.
iseng mencari dan mata saya tertumbuk disana, pada sebuah buku dengan judul "KUMPULAN CERITA 100 KATA"
hah?
seratus kata??
kamsudnyaaa?
karena penasaran, sayapun memboyongnya pulang dengan mesra *preeet*


cover pun saya buka.

"SURAT CINTA"
begitulah judul cerita pertama yang menyambut saya. kalimat demi kalimat saya baca.....dan saya pun tertipu! berharap kalimat-kalimat gombal melambai-lambai indah layaknya surat cinta tersaji disana, ternyata......surat cinta yang dimaksud disini adalah surat bunuh diri karena kasih tak sampai. halah halah halah....

brilian!

buku ini merupakan kumpulan cerita pendek dari beberapa penulis yang belum pernah saya dengar namanya. bukan, bukan karena mereka ngga terkenal; sayanya aja yang udik teu gaol ;p
para penulis yang memberi gizi pada buku ini antara lain Andi F. Yahya, Hotma Juniarti, Jamaluddin Ahmad, Jessy Faiz, Krisna Adityawarman, Laila Achmad, Nita Sellya, dan Nurkastelia Anugrasindy
cukup banyak ya? :)
ngga sampai sehari, sudah selesai saya baca seluruh cerita. lho, kok cepat?? yaiyalah cepat, kan sesuai judulnya. cerita-cerita yang terbagi kedalam lima 'bab' ini (kasih tanda petik, soalnya ngga ada judul bab-nya, cuma pembagian cerita ke dalam bagian-bagian bernomor yang diberi lambang gambar), cuma berisi seratus kata tiap ceritanya. isi cerita pun macem-macem, disajikan dalam bahasa inggris juga bahasa indonesia; gimana maunya pengarang aja :)
mulai dari kisah cinta, pembunuhan (hoh?), kisah KDRT, sindiran sosial, sampai 'curhat' pengalaman pribadi pengarang pun ada disini. seperti gado-gado dicampur cabe rawit, enak tapi kadang menggigit karena pedasnya.

saya suka buku ini!
mulai dari cerita pertama pun saya sudah terkejut, dibuat bingung; kadang perlu saya baca satu cerita berulang-ulang hingga akhirnya ".....oalaaaaah...gini toh maksudnya, hahahaha". nggak mudah menyajikan sebuah cerita yang 'lengkap' hanya dalam 100 kata, tanpa kehilangan gereget dan terjebak dalam alur yang datar-datar saja.

good job!

*tuh kan, menulis ini saja sudah lebih dari 100 kata saya keluarkan.... *sigh*

Capitalism: A Love Story



siang ini baru aja selesai nonton film. bukan film baru sih. orang-orang yang suka sama film-film yang berbau 'teori konspirasi' atau film-film dengan isi pemikiran yang lumayan radikal pastinya cukup hafal dengan satu nama: Michael Moore.
ya, film yang saya tonton siang ini, "Capitalism: A Love Story" adalah salah satu film besutannya yang cukup mengguncang publik amerika
jika boleh saya bilang, film ini merupakan tontonan yang 'bergizi'; bukan hanya menghibur tapi juga sanggup membuat otak saya berasa teraduk-aduk :D
ternyata di amerika,
gaji pilot per tahun jauh lebih sedikit daripada gaji manager McDonald's. ada pilot yang bertahan dari kupon makan selama berbulan-bulan karena gajinya ngga cukup buat beli kebutuhan makan sehari-hari; ada juga pilot yang akhirnya 'menumpuk' utang sebesar 10.000 dollar dari kartu kredit, hanya karena dia cuma bisa belanja bulanan pake kartu kredit (alias ngutang...). mending kalo dia jadi berutang segitu banyak gara-gara dia belanja barang mewah apaa gitu (padahal mah nggak ada mendingnya sih ;p ).
ada keluarga yang 'rela' dibayar 1000 dollar untuk membersihkan rumah mereka sendiri (setelah rumah mereka disita oleh bank) supaya bank bisa menjual kembali rumah mereka pada orang lain...padahal rumah itu telah menjadi rumah keluarga mereka selama 40 tahun!
kebayang nggak, udah diusir paksa dari rumah, berasa orang yang ngusir itu bilang, "nih gue kasih duit, lu bersihin deh itu rumah, terus pergi ya!"
siapa punya uang, dialah yang punya kuasa!
film ini membuka satu wawasan, bagaimana sistem perbankan yang berpaham kapitalis ini merusak sendi-sendi kehidupan.
sebetulnya masalah dengan kapitalisme seperti yang diceritakan dalam film ini, bukan cuma terjadi di amerika. di negeri inipun, sesungguhnya masalah yang sama sedang terjadi, tapi sebagian besar dari kita mungkin tidak sadar; ketika yang kaya semakin kaya dan si miskin terus menjadi miskin...seakan semua sudah 'takdir'; memang sudah sewajarnya terjadi seperti itu..(padahal katanya kita punya pancasila?)
bukan,
saya bukan menyarankan anda-anda untuk segera menjadi radikal atau mendadak jadi aktivis sosial dan semacamnya. tapi, satu hal yang saya pelajari setelah menonton film ini adalah,
di luar buaian infotainment dan mendayu-dayunya sinetron atau hingar-bingar musik mainstream yang tiap hari tayang di layar tivi, masih ada dunia lain; dunia yang sesungguhnya sangat dekat dengan diri kita. dunia itu adalah DUNIA NYATA.
masihkah kita terus tutup mata dan tutup telinga?

Djadjanan Djadoel

hari sabtoe.
bertoeroet ajah pergi ke lembang oentoek beli tahoe lembang jang memang soedah terkenal lezat sedjak dahoeloe langsoeng di paberiknja. kemoedian saja menemoekan djadjanan nikmat djaman saja moeda doele, yaitoe:




djadjanan djadoel jang diseboet es gojang



(udah ah cape ngetik pake bahasa yang tidak memenuhi standar EYD hehehehe)

pertama melihat spanduknya saya bingung, "es gojang??hah?? es jenis apa nih??"
setelah saya lihat langsung bendanya, barulah saya mengerti. 
ternyata maksudnya "es goyang" (ejaan yang sudah disempurnakan, haha)
terakhir saya lihat makanan ini, jaman sma dulu (abad ke brapa tuuuuh..) 
saking semangatnya, biar lagi batuk juga hajaaaar! hahahaha
kenapa namanya es goyang?

karena es ini dibuat dengan cara digoyang beibeh!

bukan, bukan mang tukang esnya yang goyang ngebor atau goyang aerobik minggu pagi,  tapi cetakan esnya yang digoyang-goyang. ya, es ini dibuat tanpa proses pembekuan dalam kulkas seperti layaknya es-es lain jaman sekarang. 
jaman dulu sih, tukang esnya jualan pake gerobak (seperti yang tampak di kemasan esnya). nah, gerobak itu berfungsi seperti kulkas; diisi semacam zat kimia (nggak tahu namanya) dan di atasnya disimpan cetakan-cetakan es berbentuk kotak. adonan bakal es yang masih berbentuk cair dituang ke dalam cetakan ini, kemudian barulah si mang tukang es beraksi menggoyang-goyang cetakannya sampai adonan mengeras dan...jadilah es goyang! wow! ajaaiiiib! *dora the explorer mode*
es goyang modern ini kini dijual dalam kemasan-kemasan, seperti es krim bermerek. kalau dulu cuma tersedia satu rasa (rasa es puter doang, haha) sekarang setidaknya ada 12 rasa tersedia. kekurangannya cuma sekarang ngga bisa lihat live show atraksi goyang gerobak mang tukang es aja hehehehehe

saya beli rasa kacang merah.

es goyang rasa kacang merah,
tahu lembang fresh from penggorengan,
ditambah leupeut dan sambel kecap plus teh tawar panas.
enyaaaaaak! :D

Sabtu, 30 Oktober 2010

Terima Kasih, DePe :D

kali ini saya akan sedikit bercerita tentang makan siang saya beberapa hari lalu. aih, beberapa hari lalu? kenapa baru cerita sekarang?? 
yang diceritain juga keburu jadi p*p kali
...hesh! biarin dong... 
*serta merta keegoisan sebagai sang pemilik blog muncul*

baiklah, mari kita mulai.

beberapa hari lalu, 
karena terlambat dalam pergulatan memperebutkan jatah makan siang (hiperbol mode), akhirnya saya hanya kebagian jatah 1/2 piring nasi goreng. tentu saja tidak cukup, apalagi saya memang tidak sarapan dari pagi. 
cacing-cacing dalam perut masih berpaduan suara, menyanyikan irama keroncong pertanda perut minta diisi lagi. demi memenuhi H.I.M - hasrat ingin makan- akhirnya saya beranjak ke dapur, mencari sesuap sebakul  sepiring nasi.
namun apaboleh dikata, 
berhubung ngga ada yang masak, jadi si nasi kesepian tiada berteman..alias ngga ada lauk-pauk (T_T)
buset.....masa sih si gue makan nasi doang.....begitu pikir saya. tiba-tiba,
AHA!!!! (bukan nama provider internet)
saya teringat kiriman makanan dari teman saya, neng DePe beberapa bulan lalu....(hah?beberapa bulan??)
sekonyong-konyong grup paduan suara dalam perut menyanyikan irama nan syahdu,
"tralala-trilili, senangnya hati ini....."


furikake 'mezamashi gohan' kiriman neng DePe
 
benda apakah ini??? 

inilah, what-so-called- furikake....yang secara slebor bisa diterjemahkan menjadi 'sesuatu yang ditabur (di atas nasi anda)'
furikake inilah yang kemudian menjadi teman nasi saya, yang kemudian juga sanggup membungkam para pengamen dalam perut saya.....
kalo di indonesia mah, mirip-mirip abon gitu kali ya....bedanya disini mah abon selalu terbuat dari daging, sedangkan 'abon' jepang ini terbuat dari biji wijen, remah-remah rumput laut dan lain-lain. ribet kalo disebutin satu per satu komposisinya, hehehehe (padahal mah alesan aja males baca kanji, huh......)

waduh, makanan Jepang, halal ga tuh? tenang...tenang...dijamin ngga ada babi dalam furikake ini, karna sebelumnya saya uda manggil pawang babi untuk mengusir babi tersebut *bletaaaak!!*
kalau membaca komposisi yang tertera di bungkusnya sih, harusnya aman. ngga ada kanji 'butaniku' (daging babi) ataupun katakana bertuliskan 'pooku' (pork)...ngga ada juga kanji bertuliskan 'osake' :P

sebenarnya saya bukan termasuk penggemar makanan Jepang. karna menurut saya, jujur saja, makanan Jepang itu terasa agak-agak hambar gimanaaa gitu. tapi khusus buat yang satu ini, saya rasa bolehlah. sedikit dekat dengan selera lidah orang indonesia dan cukup berjodoh dengan nasi ala indonesia :)

kimchi furikake, furikake dengan 'taste' korea
dari ketiga jenis furikake yang dikirim oleh teman saya,
pilihan saya jatuh pada KIMCHI FURIKAKE ini, gurih dan sedikit berasa pedas. tapi jangan bayangkan pedas seperti keripik setan atau gurilem (lah, makanan apalagi ini?). rasa pedasnya samar-samar. meskipun begitu, rasa pedas samar-samar, rasa rumput laut dan tekstur wijen-nya membaur dengan harmonis (cieh...bahasanya uda kaya pakar kuliner aje...)

karena bentuknya yang kering, furikake ini bisa disimpan untuk jangka waktu yang cukup lama, dengan catatan tutup rapat bungkusnya setelah dibuka. kalau terkena udara terbuka, lama kelamaan furikake akan jadi basah dan menggumpal. ngga asik lagi dimakannya :)
kebetulan, kemasan furikake merk ini memang berjenis zip bag. di bagian atas ada zippernya, seperti plastik2 bungkus obat. jadi setelah dibuka, jika isinya belum habis, bisa disimpan kembali. cocok untuk anak kost yang gemar menimbun bahan makanan berdaya tahan lama (curhat....)

bersyukur saya punya teman yang mau bersusah payah mengirim makanan 'cemen' kaya gini, who knows someday we'll actually need it, right? :P



terima kasih dePe, 本当に助かった :)