Tampilkan postingan dengan label aya aya wae. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aya aya wae. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 September 2012

kenapa ドラ (dora) dan kenapa えもん (emon)

Catatan nggak penting di pagi hari.
Anggaplah sebagai intermezzo sembari ngopi-ngopi atau minum teh :)

berawal dari obrolan sebelum masuk kelas dengan rekan saya,
"Ada yang nanya: 'sensei, kenapa doraemon nulis namanya pake katakana sama hiragana?'"

Ohiyaya. Kenapa ya? sesuatu di kepala saya mulai melakukan proses loading....loading...loading...
saya jawab, "kalo dora-nya saya nggak tahu...tapi kalo emon-nya sih...kayanya emang suka ada di nama orang-orang jaman dulu kan?makanya pake hiragana"
jawaban yang cukup ngasal mengingat processor saya waktu itu masih single core ;p

Pagi ini saya tiba-tiba kepikiran, dan bertanyalah saya pada mbah Gugel.
ternyata eh ternyata.....

konon, nama doraemon itu berasal dari kata "dora" dan "emon".
Dora, merupakan dari plesetan dari kata nora -----> potongan dari kata 'nora neko' (kucing liar)
ternyata memang bukan dari dora the explorer ya....hahahaha *dijitak bersama penggemar doraemon*
tapiiii....ada yang bilang juga 'dora' itu comotan dari kata 'dora' yang artinya "bulat dan lebar", alias benda yang bentuknya macam kue dorayaki. Seperti yang kita tahu, tubuh doraemon memiliki bentuk.........  (silakan isi titik-titik dengan hati yang bersih ;p)

Emon, merupakan kata yang lazim dilekatkan di nama orang atau binatang yang jenisnya laki-laki (jantan)....yang suka nonton film lama atau baca cerita-cerita lama mungkin suka menemukan nama tokoh sebangsa Goemon, Monzaemon, dan sebangsanya...nah, ini adalah "emon" yang sama dengan nama-nama tokoh tersebut.

Ternyata, jika ditilik dari asal kata-nya, nama doraemon itu artinya "kucing liar jantan" (sungguh terjemahan yang tidak indah...hahaha)

Kembali ke jalan yang benar masalah penggunaan huruf hiragana dan katakana,
mari kita simak uraian berikut:
Hiragana is used to write native words for which there are no kanji, including particles such as から kara "from", and suffixes such as さん ~san "Mr., Mrs., Miss, Ms." Likewise, hiragana is used to write words whose kanji form is obscure, not known to the writer or readers, or too formal for the writing purpose. There is also some flexibility for words that have common kanji renditions to be optionally written instead in hiragana, according to an individual author's preference.

sementara itu,
In contrast to the hiragana syllabary, which is used for those Japanese language words and grammatical inflections which kanji does not cover, the katakana syllabary is primarily used for transcription of foreign language words into Japanese into japanese and the writing of loan words (collectively gairaigo). It is also used for emphasis, to represent onomatopoeia, and to write certain Japanese language words, such as technical and scientific terms, and the names of plants, animals, and minerals. 

hmmmm...secara sederhana kata asli bahasa jepang memang lazim ditulis dalam hiragana ---> koreksi saya jika salah ;p
dalam kasus nama doraemon yang menggabungkan antara hiragana dan katakana, saya rasa dua alasan berikut dapat diterima:
1. kreativitas penulis dalam permainan kata (word pun) belaka,
2. ulterior motive (halah) alias motif tersembunyi dari penulis --> merelevansikan dengan teori "penggunaan katakana untuk menciptakan efek tertentu dari kata tersebut terhadap rasa berbahasa dari pembaca"

Walah.
saya tidak menyangka obrolan sederhana seputar nama doraemon bisa menjadi tinjauan kebahasaan seperti ini. tidak apalah. semoga intermezzo ini bisa menjadi camilan bergizi untuk kita semua ;)

cukup sekian dan terimakasih,
selamat pagi dan selamat beraktivitas!

Rabu, 28 Maret 2012

apa yang saya temukan ketika bongkar-bongkar rumah

saya habis pindah rumah (tepatnya tukar rumah sih, hehehe)
waktu bongkar-bongkar rumah, saya nemu barang ini:



*hahaha merknya nggak disensor*

inilah mbah-nya mp3 player masa kini!!
apa sih nama barang ini....portable cassette player? nggak tahu saya...berhubung jenis barang seperti ini awalnya dipopulerkan oleh Sony dengan produk Walkman-nya, sebagian besar orang sini menyebut benda ini dengan "WALKMAN" (padahal mah itu kan merk ya...hehe)

dilengkapi dengan radio, masih di-tuning booo....kalo mau cari gelombang kudu diputer-puter dulu tombolnya...dan bass expander. tanpa speaker or whatsoever, jadi kalau mau dengar radio atau lagu harus pakai cocolok kuping  (earphone/ headphone, red)
saya coba, masih jalan ternyata!
cuma headnya sepertinya sudah agak rusak, mungkin karena terlalu lama nggak dipakai. jadi ketika saya pasangin kaset Phil Collins...jadi geol-geol gimanaa gitu. Berasa dengar Phil Collins dangdutan, hahaha....

ayo, Jaja, kamu punya nggak "barang antik" begini? ;)

Selasa, 27 Maret 2012

Namamu dan Bulan Lahirmu :D


 

Baru-baru ini saya ‘terjembab’ di sebuah forum penggemar anime dan manga. Disana, saya dapat “teman baru”, orang Jepang. Teman saya itu memberitahu saya sebuah info menarik mengenai nama-nama bulan dalam bahasa Jepang.
Berbeda dengan kita yang menamai bulan dengan sebutan Januari, Februari, dan seterusnya; orang Jepang menyebut bulan dengan angka, seperti berikut:

bulan satu: ichigatsu (ditulis 1月) untuk Januari,

bulan dua: nigatsu (ditulis 2月) untuk Februari,

bulan tiga: sangatsu (ditulis 3月 ) untuk Maret

bulan empat: shigatsu (ditulis4月) untuk April

bulan lima: gogatsu (ditulis5月) untuk Mei

bulan enam: rokugatsu (ditulis6月) untuk Juni

bulan tujuh: shichigatsu (ditulis7月) untuk Juli

bulan delapan: hachigatsu (ditulis8月) untuk Agustus

bulan sembilan: kugatsu (ditulis9月) untuk September

bulan sepuluh: juugatsu (ditulis10月) untuk Oktober

bulan sebelas: juuichigatsu (ditulis11月) untuk November

bulan duabelas: juunigatsu (ditulis12月) untuk Desember

selain nama-nama di atas, ternyata ada juga sebutan lain untuk bulan-bulan tersebut!

1月–  Mutsuki  (むつき, ditulis dengan kanji 睦 月)

2月 –  Kisaragi (きさらぎ, ditulis dengan kanji 如月)

3月– Yayoi (やよい, ditulis dengan kanji 弥生)

4月– Uzuki (うづき, ditulis dengan kanji 卯月)

5月– Satsuki (さつき, ditulis dengan kanji 皐月atau 五月)

6月– Minazuki (みなづき, ditulis dengan kanji 水無月)

7月– Fumizuki (ふみづき, ditulis dengan kanji 文月)

8月– Hazuki (はづき, ditulis dengan kanji 葉月)

9月– Nagazuki (ながづき, ditulis dengan kanji 長月)

10月– Kannazuki (かんなづき, ditulis dengan kanji 神無月)

11月– Shimotsuki (しもつき, ditulis dengan kanji 霜月)

12月– Shiwasu (しわす, ditulis dengan kanji 師走)                                                 

Dan, uniknya lagi, setiap nama bulan tersebut memiliki makna tersendiri. Contohnya untuk “Kannazuki” (bulan sepuluh, atau Oktober), yang ditulis dengan kanji 神無月,
 memiliki makna “bulan yang tidak memiliki dewa”  (神 – kami “dewa”, 無 – nai “tidak ada”,  月– tsuki “bulan”)

Konon, di Jepang dikenal lebih dari 8.000.000 dewa-dewa. Tetapi, pada bulan sepuluh dewa-dewa tersebut “turun gunung” ke sebuah daerah yang disebut Shimane-ken. Karena itulah, pada bulan tersebut dewa-dewa “tidak available” *hahahaha*

Tapi sebaliknya, di Shimane-ken, berhubung dewa-dewa pada arisan disana, bulan sepuluh dikenal dengan nama “Kamiarizuki”, ditulis dengan kanji 神在月 (神 – kami “dewa”, 在 – ari “ada”,  月– tsuki “bulan”)

Nama-nama bulan seperti “Kisaragi”, “Yayoi”, dan lain-lain ternyata juga sering dipakai sebagai nama orang…jadi  nanti kalau ketemu orang Jepang yang namanya “Yayoi”, kemungkinan orang itu dilahirkan di bulan tiga, alias bulan Maret. Jadi, kalau saya dilahirkan di bulan lima, saya bisa dinamai “Satsuki”, kalau di bulan delapan, “Hazuki”. Keren ya? :D
Tapi, berhubung saya dilahirkan di bulan duabelas….jadi…Shiwasu?? nama yang aneh…やっぱり、この名前の付け方は変ですよね ^^;

Selasa, 06 Maret 2012

Dream Wrecker

hari ini orang yang suka bantu-bantu saya beberes rumah datang.
seperti biasa, anak semata wayangnya, sebut saja namanya Nono (4th), bukan nama sebenarnya,
ikut ngintil jadi seksi sibuk.
kali ini kita lagi beres-beresin kamar atas yang mau disulap jadi ruang kerja *wooow...mejiiik...*
sambil memilih dan memilah buku,
tiba-tiba saja Nono mungut buku kumpulan canda yang bercover patchwork gambar-gambar (yang menurut designernya) merepresentasikan hal-hal yang dianggap lucu.

"Teteh, ini gambar film ya? apa sih itu kan film kartun apa sih?"
kata Nono pada saya.

"Iya, gambar Bart Simpson" jawab saya pendek

"Kalau ini nih...gambar ini?" tanya Nono

"Superman", jawab saya, sambil menyortir buku-buku lain.

"Oh iya yah...superman...Nono mah nanti kalo udah gede mau jadi kaya gini ah"
kata Nono dengan nada ceria

"Oh ya? ih masa mau jadi superman....superman kan pake kolornya di luar..." ---> ti-is mode


dan Nono pun terdiam dengan muka sebal...

Senin, 02 Januari 2012

Love Your Wrist!

Rehabilitasi Medik.

itu 'lahan' dokter spesialis yang harus saya datangi ketika nyeri tak tertahankan di tangan kanan semakin menjadi.

awalnya sepele, cuma merasa sedikit pegal di pergelangan tangan kanan. itu lho, rasanya mirip sama rasa pegal kalau kita (kiitaaaa??lo aja kaleee....) terlalu banyak memeras cucian baju ;p
beberapa hari kemudian, nyeri menjalar hingga ke siku. cenut-cenut-cenut.....rasanya ngilu seperti ada yang memelintir persendian siku dari dalam. masih ngotot, saya acuhkan saja rasa sakit itu.
kira-kira seminggu kemudian, rasa nyeri menjalar hingga ke punggung. tidur pun tak nyenyak bagaikan malam tanpa bulan dan bintang *ga nyambung*

kalau kata lagu dangdud jaman dulu, "lebih baik sakit gigi...daripada sakit hati...."
untuk kondisi saya sekarang mah cocoknya "lebih baik nggak sakit gigi, nggak sakit hati, dan nggak sakit tangan" *ditimpuk rame-rame*

menyerah,
saya pun akhirnya pergi ke dokter...dan dirujuk ke dokter rehab medik itu.

"kenapa sampai bisa begini tangannya? olahraga berat?" begitu tanya dokter.
"Nggak kok dok...saya malah jarang olahraga. banyak ngetik aja di depan laptop" jawab saya


selidik punya selidik, ternyata rasa sakit yang saya rasa itu berasal dari radang otot yang sudah menyebar sampai ke punggung...hiiiiy.....(T_T)
dokternya aja sampai heran, kok bisa-bisanya saya tahan selama satu minggu tanpa bantuan obat penghilang rasa sakit.
ternyata penjahatnya adalah......posisi pergelangan tangan yang tidak tepat selama berkutat di depan laptop!
sepele memang...tapi akibatnya tidak main-main.

jangan tanya deh..berapa uang yang harus saya keluarkan untuk berobat. belum lagi menahan rasa malu, ketika tangan saya dibebat (tangan kanan pula...mencolok banget kan...)
lagi kondisi gitu, masiiiih aja ada yang tanya, "Nyun, tangan lu kenapa, kebanyakan nonjok orang ya??"
*wae..pertanyaan macam apa itu...biarpun saya preman, tapi saya adalah preman yang budiman!

belajar dari pengalaman...

karena itulah saya senang sekali, saat saya bertemu si panda ini :)

the panda says: "love your wrist!"


saat mengetik di depan komputer atau di depan laptop dan memainkan mouse, tak jarang (tanpa sadar) kita menempatkan posisi tangan;seperti ini nih:


posisi seperti ini, ternyata memberi tekanan pada pergelangan tangan, akibatnya tangan jadi sakit deh....




naaah, si panda ini ternyata bisa membantu saya mengurangi tekanan batin jiwa raga pada pergelangan tangan...cara pakainya? gampang! simpan aja di bawah pergelangan tangan, kira-kira seperti ini,


 atau begini

gampang kan? :)
kalau sudah begini, rasa pegal di pergelangan tangan saat ber-laptop ria pun bisa dikurangi..



#pesan moral cerita kali ini:
beli wrist supporter seperti ini ternyata jauuuuh lebih murah dibandingkan membayar biaya dokter ples obat-obatan...yaiyalah! masa yaiyadong....

Setahun Bersama si Kupi....

si Kupi pake plat nomor palsu :D 
1. Dikencingin si Myo

hari pertama si kupi dateng di rumah. baru aja diparkir di garasi. belum juga di-test drive; tiba-tiba si Myo dateng, mengendus-endus.....lalu...cuuuuur!! dia kencingin ban depan si kupi (-_-)* seakan-akan menandai, "ini punya Myo!!"


2. Ditilang Off The Road


belum pernah sekalipun menjajal jalan raya bersama si kupi, tapi secara ajaib saya sudah mendapatkan surat tilang, "hadiah" dari dealer XD

berhubung surat-surat belum beres, jadi si kupi belum punya nomor plat resmi. jadi dikasihlah itu yang dinamakan "plat sementara"......beserta surat tilang. kata dealernya,
"kalo mau dipake ke jalan, bisa aja. nanti kalo ada p***si yang nyetop, kasih aja surat ini"

halah halah halah...

3. 4x, 1x, dan 1x

angka di atas bukan rumus matematika ;p
itu singkatan dari empat kali jatuh; dua kali jatuh ke sebelah kanan dan dua kali jatuh ke sebelah kiri..

tiga diantaranya, jatuh di depan rumah, dalam kondisi motor  SEDANG TIDAK DINYALAKAN...hahaha...very unclassy

sekali jatuh depan GOR Saparua. gagayaan mau belok, malah jatuh. untungnya saksi hidup cuma saya dan orang yang saya bonceng. kalo nggak, mau ditaro dimana ini muka....

sekali ditabrak sesama pengendara motor di perempatan jalan  patrakomala-jalan tongkeng....this is also, very unclassy

sekali nabrak bemper mobil sedan di jalan jakarta..berharap yang punya mobil nggak nyadar tiba-tiba bempernya ada cet warna ungu hahahaha....penjahat...

4. Pak P***si, tolong kembalikan SIM saya

pertama kalinya ditilang (mudah-mudahan juga yang terakhir kali....aamiiiin!). ceritanya mau 'taat prosedur'; nggak tahunya berkas surat tilang beserta SIM saya nggak disetor-setor aja ke Mapolres...jadilah nggak bisa diproses. akhirnya pake 'jalan belakang', manfaatin 'orang dalem'...baru deh SIM saya balik!jangan tanya berapa duit harus saya keluarkan (-_-)*

kalo demen ma aye, bilang aja pak.....ga usah alesan nahan2  SIM saya...huh,..

5. Kesel sama Love Bike

nggak usah heran kalo nggak familiar sama istilah Love Bike, itu istilah memang bikinan saya sendiri. terinspirasi serial populer jaman orang tua saya muda dulu, "Love Boat" *maksa*

Love Bike- motor yang ditunggangi muda-mudi yang memadu kasih di jalan raya. sengaja laju kendaraan dipelankan, jalan ditengah-tengah, ngahalangan batur. berasa dunia milik berdua...yang lain cuma obat nyamuk (-_-)*

......ah mungkin sebenarnya saya cuma merasa iri, tanda tak mampu....

6. Suka refleks pengen nendang

Damri aja punya kode etik, "Sesama DAMRI dilarang saling mendahului",
sayangnya di antara sesama pengendara motor (akhir-akhir ini nampaknya) kode etik itu tidak dihiraukan.
salip sana, salip sini, pepet kanan pepet kiri!
yang penting bisa secepat mungkin sampai di tujuan (-_-)*

nah kalo ada yang macem gini nih,
suka pengen ngomong:
"refleks kaki saya bagus lho....jadi jangan coba-coba bikin saya nervous dengan menyalip saya kanan-kiri atau mepet-mepetin motor saya ya....nanti tiba-tiba kaki saya bisa melayang ke jidat anda"

tapi tentunya saya tidak lakukan,
selain tidak efisien juga bisa mengakibatkan efek samping, hahaha nampaknya saya harus puas hanya dengan image training (istilah bekennya: mengkhayal); bergaya ala Kamen Rider atau Jet Li, melayangkan tendangan tanpa bayangan bertubi-tubi pada orang-orang yang "menganiaya" saya *devil mode*

7. Ketemu Cewek Galak

saya baru tahu ternyata cewek-cewek kalo pake motor suka galak yah.
dia yang nyebrang ga lihat kanan kiri, main terobos aja, giliran saya ngerem mendadak depan dia...eeeh malah saya yang dikata-katai sambil dipelototi dengan mata yang tampak ganas oleh maskara...

numpang beken bersama si Kupi
8. Taman Bermain Kanak-Kanak

disingkat jadi: TK. tapi TK ini isinya bukan anak orang, melainkan anak kucing. begitu si kupi diparkir di garasi aja.....langsung deh anak-anak kucing berlompatan naik. entah main, atau cuma sekedar tidur siang di atasnya :)

9. Main Jetski di jalanan Bandung

Bandung hebat lho.
kalau musim hujan tiba, jalanannya bisa berubah jadi:
sungai,
empang,
dan laut *tertawa miris*

pakai motor matic membelah jalanan bandung di kala hujan, melewati genangan air hampir setinggi ban motor,

"aaaaah....ternyata gini ya rasanya main jetski...."

itulah yang terlintas di benak saya :D

10. Awalnya sih rajin,

seminggu sekali cuci motor, dua minggu sekali dipoles *sindrom pemilik baru* 
tapi entah kenapa, sering banget kejadian selesai cuci motor hujan turun...awet kinclong paling cuma sehari, sisanya buladig, hahahaha alesan "hemat air", jadi si kupi dicuci kalo inget aja...atau kalo mau diajak ke kondangan dan event2 besar lainnya *pamalesan*

maafkan aku, kupi.... m(-_-)m



Senin, 14 November 2011

10 pertanyaan yang sering diajukan ketika kamu beranjak dewasa (tua)

1. sekolah dimana?
atau
kuliah dimana?

2. kelas berapa?
atau
semester berapa?

3. kapan lulus?

4. sekarang lagi sibuk apa? --> cara halus untuk menanyakan sekarang kerja dimana

5. udah punya calon belum? --> pertanyaan ini ambigu memang, "calon" itu kamsudnya apa...tapi yaaa anda tahu lah yang saya maksud ;)

6. kapan nikah?

7. udah punya momongan?
(kadang disambung dengan pertanyaan: nggak rencana nambah momongan lagi?)

8. anaknya umur berapa?
(kadang ditanya juga anak udah berapa)

9. masih kerja di XXXX? (sebut nama kantornya)

10. buat perempuan--> udah menopause?
    buat laki-laki--> kapan pensiun?

dipikir-pikir,
kenapa sih pertanyaannya melulu tentang urusan pribadi
(alias urusan domestik) ya?
nggak ada gitu,
yang suka nanya "kapan kamu jadi presiden??"

padahal,
waktu kita kecil orang-orang sering bertanya,
"cita-citamu jadi apa nak??"

Anak Nakal

pulang berenang tiba-tiba saja dapet 'ilham' buat motong rambut. habisnya kalau lagi musim panas gini (sejak kapan indonesia punya musim panas? ;p) rambut saya pasti rontok. mungkin karena hawa panas dan lembab kali ya.

dan akhirnya potong rambut (lagi) lah saya. padahal baru sebulan lalu saya potong rambut.

sampai di rumah,
ibu saya komentar,
"bagus...kelihatan lebih muda"
ahuy...betapa berbunga-bunganya saya mendengar ucapan ibunda.
dasar manusia ya....waktu lagi kecil, pengen cepet-cepet dianggap orang dewasa. eh giliran udah dewasa (tua) malah pengen dianggap muda *sebenarnya bukan 'manusia' sih..tapi mungkin ini cuma subjektif saya saja, hahahaha*

tapi kemudian di sore hari,
ibu saya memandang lagi wajah saya sambil senyum-senyum mencurigakan,
lalu bilang:
"tapi dilihat-lihat, rambut kamu kaya gitu, jadi kesannya kamu ANAK NAKAL"

(jadi sebenernya ini teh pujian atau hinaan??)

jadi pelajaran hari ini adalah:
1. gaya rambut bisa menimbulkan tipuan optik mengenai usia anda sebenarnya
2. gaya rambut bisa mempengaruhi penilaian orang terhadap anda: apakah anda anak baik atau anak nakal


(ini tulisan apa sih, bener2 nggak penting....)




*belakangan ketika kakak saya pulang, dia berkomentar lebih ekstrim:
"kamu kaya pake wig"

aaah...nasip...nasip....

D I E T

"overweight uy,..padahal udah diet"

"susah kali...kalo dulunya olahraga keras terus berhenti. pas berhenti jadinya gitu. meleber kamamana"

"yey, bukan ngomongin bentuk badan juga...tapi iya juga sih. dengan sendirinya, ya overweight ya pasti jadi meleber begini"

"diet doang ga cukup lah. olahraga atuh"

"mau, tapi..."

"tapi naon? males nya?"

"lain kitu...emang sih dengan olaharaga badan pasti lebih bugar dan berotot...tapi malah nggak jadi diet"

"naha??"

"pan cape habis olahraga...jadi boros nasi"

"........"

(sok) JAGOAN

akhir-akhir ini saya lagi keranjingan olahraga berenang.
sebenarnya saya nggak jago-jago amat sih berenang,
cuma pernah belajar sedikit sewaktu SD dulu. berhubung belajarnya nggak tuntas, jadi cuma dua gaya berenang yang saya kuasai:
1. gaya kodok
2. gaya batu

jumat lalu saya pergi berenang.
kebetulan, di hari yang sama ada anak laki-laki kecil yang sedang belajar berenang (sebetulnya malah dia lebih jago dibanding saya)

hari itu,
sang guru berenang rupanya memutuskan untuk memberi pelajaran 'variasi',
yaitu berenang dengan melompat dari pinggir kolam. itutuh, seperti halnya di perlombaan renang, para peserta kan nyebur ke dalam air dari pinggir kolam.

sang guru pun memberi contoh.

BYUUUUUUR!
(suara lumba-lumba mencebur ke dalam air dengan anggunnya)

saat ia mencebur masuk dalam kolam. saya menyaksikan dari seberang, dengan mata berbinar-binar sembari membatin "uwoooow~ keren pisaaaaan~"

di otak saya berkelebat sebuah adegan dari film Hanakimi,
adegan dimana Oguri Shun melompat ke dalam kolam untuk menyelamatkan Horikita Maki yang kelelep di kolam renang sekolah
*halusinasi akibat hipotermi dan terlalu banyak menelan air ber-kaporit*

kembali lagi ke anak kecil yang sedang belajar renang itu.
meskipun sang guru sudah memberi contoh dan mengiming-imingi dengan ucapan "kolamnya nggak dalem kok....kan ibu temenin juga"
*boOng banget nggak dalem...saya aja kelelep kalo nyemplung situ..*
si anak kecil rupanya keder juga. tak jadilah ia mempraktekkan ajaran sang guru.

tapi,
saya yang terpesona (dan terpengaruh adegan dalam film) itu, merasakan sesuatu yang lain bergetar dalam dada...*ahay*

adrenalin menggebu-gebu!
gejolak jiwa muda bergelora!
darah muda menggelegak!!
*naon sih...*

saya ingin coba lompat seperti itu!
kalo anak itu nggak berani,
saya harus berani!!

baiklah!!

sayapun keluar dari kolam, dan berdiri di pinggir kolam, dengan posisi yang seperti dicontohkan oleh ibu guru tadi.
sejenak saya merasa ragu saat saya mulai membungkukkan badan bersiap untuk melompat;

sekian detik berlalu.
tetes-tetes air berjatuhan dari baju saya yang sudah jibrug (basah)

"lompat nggak ya...lompat nggak ya..."
andai saya pakai baju berkancing banyak saat itu, mungkin saya akan mantap mengambil keputusan setelah menghitung jumlah kancing yang terpasang di baju saya *ngawur*

lalu saya pikir,
"ah, what the h*ck...Oguri Shun aja bisa gitu"

dan saya pun melompat dengan pede-nya

GEJEBUUUUUR!.......
(suara gajah nyemplung ke dalam kolam)

"emaaaaaaak~ idung aku mambet dan periiiiiih~"
itulah yang seketika saya rasa ketika badan enjum saya melelep dalam air.

ternyata,
setelah saya melompat,
perasaan ketika masuk dalam air tidak seindah yang saya bayangkan.

boro-boro keren kaya Oguri Shun dalam film Hanakimi,
yang ada juga hidung saya jadi perih gara-gara kemasukan air

dodol nggak sih...
dari suara ceburan airnya aja uda jelas beda;
baru bisa renang dikit aja banyak gaya..hahahaha





pesan moral cerita hari ini:
don't believe anything you saw in the movie
(lho?!)


Sabtu, 10 September 2011

The Legend of Sarimin

sarimin.


satu nama yang saya yakin, banyak dikenal oleh anak-anak generasi saya.
dengan catchphrase-nya: "Saaaarimiiiiin pergiiiii keeee pasaaaaaar"
sarimin telah menjadi icon.

ketika disebut kata sarimin,
yang terbayang di benak pasti "doger monyet" (atau, topeng monyet, dalam bahasa indonesia)
coba, ada nggak yang pernah ngebayangin doraemon sewaktu disebutkan kata sarimin?
saya yakin nggak ada. selain nggak mungkin tentu saja hal itu sangat aneh. bahkan terlalu ekstrim malah.

percaya atau tidak, saya telah sedikit berinvestigasi soal sarimin.
dimulai dari mewawancarai orangtua saya sendiri dengan pertanyaan sederhana,
"ada apa dengan SARIMIN?"

konon, menurut orangtua saya,
jaman dulu monyet dilatih cuma buat keperluan membantu panen. biasanya panen kelapa.
alih-alih memanjat sendiri pohon kelapa yang tinggi menjulang,
para petani memanfaatkan jasa monyet terlatih untuk memetik kelapa.

lalu entah ada orang kreatif dari mana,
punya ide untuk melebarkan sayap usaha menyewakan monyet terlatih ke dunia showbiz.
jadilah monyet itu dilatih keterampilan tambahan,
seperti jalan muter-muter sesuai alunan musik,
naik sepeda mini (sepeda bohongan tentunya)
naik mobil,
pake sarung,
belajar gerakan sholat,
dan tak lupa dilatih pergi ke pasar sambil bawa payung (atau dalam beberapa kasus, bawa gerobak)

ternyata,
pertunjukkan ini menjadi hit. bukan hanya di desa tapi juga di kota.
seperti yang fenomena badminton yang dimana-mana, di kota dan di desa; mengutip lagu bang Benyamin S (alm).
di kota....sang binatang lapangan (bukan bermaksud kasar, tapi apa daya memang dia memang binatang) jadi punya nama,
dan namanya adalah: SARIMIN.

nggak jelas juga kenapa namanya harus sarimin.
mungkin biar berkesan 'membumi' ya. nama itu kan indonesia banget.
coba namanya robert, michael, takuya, ndelala...kan nggak pas kalau disambungkan sama kalimat "pergi ke pasar"
(buat yang namanya sama....jangan ge-er ah)

coba,
"robert pergi ke pasar" (ah yang ada juga robert perginya ke supermarket)
"michael pergi ke pasar" (nah ini lagi...robert aja nggak pergi ke pasar, apalagi michael)
"takuya pergi ke pasar" (kayanya yang pergi ke pasar sih emaknya takuya, atau mungkin pembantunya)
"ndelala pergi ke pasar" (ah yang ini mah jelas nggak cocok. ngomongnya aja susah)

meskipun begitu, nggak ada yang coba lebih kreatif buat kasih nama baru *tanya kenapa*

semua doger monyet pasti menjajakan catchphrase "sarimin pergi ke pasar".
kayanya belum sah jadi doger kalau belum mengucapkan kalimat itu.

percaya atau tidak 
sarimin telah menjadi sebuah image. sebuah kesan.
sampai-sampai seorang Butet Kartaredjasa membuat sebuah lakon monolog dengan judul Sarimin.
sarimin sudah go international.
sampai-sampai di youtube pun, bertaburan video sarimin,
bahkan dengan judul bahasa inggris: Sarimin is going to the market
nggak percaya? coba aja googling dengan memasukkan kata "Sarimin" di kotak pencari

hebat yah?

pasti orang yang jadi trendsetternya dulu, tidak pernah membayangkan
betapa sarimin akan menjadi sebuah legenda....

Gender Bender

mungkin saya punya mata yang jelek dalam menilai gender :(

saya jadi berpikir, apa ini ada kaitannya dengan masa lalu saya? *ah masassiiiih...*
waktu saya kecil, bahkan sejak saya masih bayi, orang sering mengira saya sebagai anak laki-laki. susah emang kalau punya muka gahar.... ^^;
ditambah lagi (entah kenapa) ibu saya hobi membuat saya berambut pendek. ketika rambut saya panjang sedikit saja, dengan suara manis ibu merayu, "De, kita potong rambut yuu~"

bahkan menurut cerita ibu saya, ibu dan ayah saya sempat menertawai saya; saat saya yang masih bayi didandani oleh ibu. waktu itu saya dipakaikan rok putih yang girly banget, beserta topinya. tapi setelah dipakaikan, sejurus kemudian orangtua saya 'merasa aneh', dan akhirnya ayah saya berkata:
"kok jadi kaya sarimin....."

see?
even my parents think i don't suit skirts.... T_T

jadilah....sampai sekitar kelas dua smp saya sering berambut pendek;
dan saya pikir juga memang praktis sih rambut pendek. gampang keramas dan hemat shampo hehehehehe
punya potongan rambut yang sama dengan kakak laki-laki saya tidak jadi masalah buat saya. atau saat kecengan saya bilang pada kakak saya (didepan mata saya, hikhik) saat saya dikenalkan padanya "Wah Nu...ini mah kamu versi cewek..." saya masih bisa bersabar.

tapi kejadian satu itu, kejadian saat kelas dua smp membuat saya 'terpaksa' berpikir ulang untuk lebih menonjolkan sisi feminin saya. saat acara bazaar sekolah, seorang teman "nembak" saya.....
andaikan bukan dia yang nembak sih, pasti saya uda senang. uda kaya di komik-komik remaja perempuan deh pokoknya kejadiannya. masalahnya cuma satu: yang nembak saya itu perempuan *aaaaarrrrrrrgggghhhh...why this's happening to meeeeee~ *

jadi begitulah,
pada dasarnya 'sense' saya untuk membedakan gender berdasarkan penampilan memang benar-benar tumpul.
mungkin karena itu tadi.....pengalaman hidup saya membuat radar pembeda gender laki-laki dan perempuan nggak se-sensitif orang lain. mungkin bagi orang lain, dengan mudah membedakan mana laki mana perempuan; somehow they naturally know whether people that stands in front of them male or female. despite of how their looks.
masak sih saya harus pake 'metode burung garuda' buat membedakan gender seseorang.

apa tuh metode burung garuda?

wajar sih kalau nggak pernah dengar, itu nama metode memang hasil karangan saya pribadi; berdasarkan cerita anekdot yang disampaikan guru bimbel saya dulu.
alkisah, guru saya itu sedang mengajar di suatu kelas, pelajaran sejarah mengenai lambang negara indonesia; yaitu burung garuda yang dulu sering kita lihat terpajang di dinding kelas, di atas papan tulis. kemudian, sekonyong-konyong ada murid yang bertanya: "Pak, burung garuda itu jenisnya perempuan atau laki-laki?"

guru saya terkejut, namun tak kalah cerdik dari si murid. oh, baidewey, murid yang nanya itu lakil-laki. lalu, dipanggillah murid laki-laki itu, "Coba kamu ke depan. ambil meja, terus naik ke atasnya. coba ambil burung garuda yang ada di atas papan tulis". Si murid pun menurut, dan melakukan apa yang diperintahkan. "Sudah? silakan kamu peluk burung garudanya".

terbingung-bingung, si murid lagi-lagi melakukan apa yang diperintahkan. "Sudah ketemu jawaban pertanyaan kamu?" kata guru saya.
"Maksudnya gimana pak?" si murid balik bertanya. "Tadi waktu kamu peluk, ada perasaan-perasaan gimana nggak?" tanya guru saya lagi. si murid makin tak mengerti. "Kalau tadi sewaktu kamu peluk nggak ada perasaan apa-apa, berarti burung garuda itu sejenis sama kamu. kalau tadi ada perasaan apa-apa, berarti burung garudanya nggak sejenis sama kamu"

ahahahaha...i know,...know....surely you will say, "OH??What the H***?!
tapi betul lho saya tidak mengada-ngada. hanya menyampaikan apa adanya seperti yang dikatakan oleh guru bimbel saya tersebut.

kembali lagi ke jalan yang benar, yaitu topik utama 'saya susah membedakan gender orang'.
hal ini bukan masalah besar sih sebetulnya.
tapi yang bikin bete, dua kali saya 'tertipu' mentah-mentah gara-gara masalah ini. memang nggak merugikan saya di depan umum sih...tapi cukup untuk membuat saya terlihat 'bodoh' di mata orangtua dan rekan-rekan kantor saya dulu.

kejadian pertama terjadi sekitar dua tahun lalu, saat rekan sekantor saya menunjukkan foto anaknya. anaknya lucu banget. berkulit cerah, berambut ikal. di foto itu, dia pakai baju kaos dan celana pendek. belakangan saya tahu, anak itu namanya Keigo.
beberapa hari kemudian, saya ketemu langsung sama anak itu di bazaar 17-an yang diselenggarakan oleh kantor. wah kebetulan nih, pikir saya. kamera ada di tangan (walaupun hasil pinjeman, hehehe) saya potret tuh Keigo yang sedang asik wara-wiri sana-sini pakai sepeda mini. "Duh...cakep banget sih ni anak..." dalam hati saya bergumam *tante girang mode*

lalu dengan pede-nya saya ngobrol sama teman bapaknya Keigo. "Keigo lucu ya...cakep...anaknya pak L***** (bukan nama samaran, hehehe) baru satu? laki doang?"
Orang yang saya ajak ngomong memandang saya dengan wajah 'what-are-you-talking-about??' lalu berkata, "Keigo itu perempuan lagi......"
WHUAAAAAATTTT???? padahal selama ini saya kiraaaaa??
*untung bapak dan ibunya nggak denger kebodohan saya barusan*
lagian...anak perempuan dinama-in Keigo. kenapa nggak Keiko aja sih...kan lebih lucu dan lebih feminin *nyalahin*

kejadian kedua, berkaitan dengan tetangga saya; lebih tepatnya cucu tetangga saya sih. jadi tetangga saya itu punya cucu. anaknya berwajah manis, mirip banget sama ibunya. saya sering melihat sang nenek jalan-jalan sambil menggendong cucu tercinta. anak itu nggak banyak bersuara, tapi murah senyum hehehehe
anak itu berkulit putih, berambut tipis dan sering memakai baju kaos serta celana pendek (agaaain??!).

karena wajahnya yang manis, saya terlanjur mengira anak itu perempuan.
entah kenapa, sepertinya pertumbuhan rambut anak itu agak berbeda dengan anak-anak lain. sampai hampir umurnya mendekati satu tahun, rambutnya tipiiiiis sekali. bahkan cenderung 'botak' di mata saya. saya pikir, "Duh kasian banget...anak perempuan umur segitu masih botak...." *tega*

"Mas, kok cucunya Bu H*** perasaan kepalanya botak mulu sih? bukannya umurnya udah mau setahun ya?" begitu celetuk saya pada kakak saya. Dia lalu menjawab, "Ya nggak tahu atuh. Coba tanya sama anaknya, 'kenapa kamu botak?' "
*cih,...dasar kakak tidak berguna*

Feeling concerned, i ask the same question to my mom. ibu saya memberikan jawaban yang rada lumayan bisa diterima, "ada kok rambutnya...cuma memang tipis-tipis"
saya bilang lagi, "iya sih..tapi emang normal gitu? kasihan kan anak perempuan...."
sambil memberi tatapan mata 'what-are-you-talking-about??' pada saya ibu berkata: "perempuan? anak itu laki-laki kok"
"lhooo? bukannya perempuan ya? abis manis gitu..." saya membela diri
"kan kelihatan dari bajunya? ....anak perempuan mana ada yang dipake-in baju gitu"

oh nooooo~ jadi selama ini selain gagal membedakan mana anak laki dan mana anak perempuan,
saya punya pandangan yang keliru bahwa baju anak kecil, terutama baju balita itu UNISEX (*_*);

i can't believe i was so dense.....

jadi, saran buat teman-teman sekalian yang nanti punya anak,
tolooooong....
buatlah anak perempuanmu se-girly mungkin sejak dia bayi.
dan anak laki-lakimu se-manly mungkin sejak dia bayi.
make a distinction in their appearance, and of course, their name.
supaya radar mereka terlatih
dan tidak perlu menggunakan metode burung garuda.

otherwise, they might just growing up like me.
masih bagus jika mereka meniru keberanian saya (maksudnya berani malu-maluin, hehehe)
tapi gawat kan kalo mereka mengulangi kebodohan yang saya lakukan....
*sigh*

Jumat, 24 Juni 2011

Cooking with HIM


siang itu kami berdua kembali beraksi di dapur.
saya mencuci piring. Kakak menggoreng ayam yang sudah diberi tepung.

Saya         : "Mas, itu apinya kegedean, ntar ayamnya gosong"
Kakak saya: "Oh iya gitu? segini cukup kan?" 
                  (sambil memutar knob pengatur gas)
                  "Segini udah mateng belum sih?"
                  "Angkatin dong!"
Saya          :"Yey, tangan aku kan belepotan sabun cuci, ntar kena ayam" 
                  (berkelit)
                   "Mas, itu ayamnya diangkat atuh...nanti gosong"


Kemudian si kakak memindahkan penggorengan yang masih berisi ayam dari tungku sebelah kanan ke tungku sebelah kiri.

"Kenapa wajannya dipindahin??" kataku heran.
 
Lalu jawabnya, 
"Katanya ayamnya suruh diangkat. Ini kan udah aku angkatin ke tungku sebelahnya"

 
(Dasar laki-laki...)

Kamis, 02 Juni 2011

ketika kunaiki angkot itu [2]

Hari masih pagi ketika kudaratkan p***at ku di kursi penumpang. 
matahari masih malu-malu sembunyi di balik mendung. 
Penumpang lengang, sengang dan jarang-jarang; suasana terasa sunyi dan syahdu. 
Hanya deru mesin yang terus terdengar.

"Saprak dikantunkeun ku eneng, aa masih jomblo dugikeun ka ayeuna" 
(setelah ditinggal sama kamu, neng, Aa masih single sampai sekarang)

ah, masa sih A?

"Ogah dimadu? diracun aja"

Tuh kan, gimana si Neng ngga ninggalin Aa coba...

aku tersenyum, walau sedikit miris, ketika pandanganku tertambat pada kaca depan mobil. Tertempel disana stiker-stiker bernuansa warna kuning hitam; aneka ria kata-kata yang tertulis disana.

Kreatif.


Sebelum turun, sekilas tertangkap oleh ujung mataku satu lagi tulisan yang tertempel di kaca depan,

"Semoga selamat sampai tujuan"




Terimakasih Kang,
telah mengantarkanku dengan selamat di tujuan.




*suatu pagi antara arcamanik-ledeng*

the 「M」 word

Tiba-tiba saja teringat pada tulisan seorang sahabat,
   
"women's problem begins with MEN "

(aih     aih    aih    aih    masa sih?    masa sih?    masa sih?    masa siiiiiih?)
Setelah berkontempelasi (deuh, kontempelasi), mengingat, menerka, meraba-raba, jungkir-balik, jumpalitan, tigersprong dan mereka-reka kembali  *lebay *,
mungkin ada benarnya juga…..mungkin juga tidak hehehehe
beginilah kira-kira yang saya ingat dari tulisan teman saya itu:

1.    MEN-struation,
Ini dia tamu bulanan yang ketika datang dikeluhkan, tapi jika tak kunjung datang justru membuat hati para permpuan menjadi H2T alias Harap Harap Tjemas (sori cuy, hari gini uda ga jaman H2C heuheu)

2.    MEN-tal breakdown
Orang bilang perempuan itu perasa, sensitiP, lebih mentingin rasa dibanding rasio.......well, they probably right :)
perempuan sepertinya memiliki kecenderungan untuk lebih sering mengalami mental breakdown.......at least once in a month they'll have a mental breakdown in some particular time (does the term PMS rings a bell?hehehe)

3.    MEN-
Kenapa laki-laki dan perempuan suka beroposisi, tapi di waktu lain nampak saling membutuhkan?
it's because...........men are from mars and women from venus
(lalu, bagaimana nasib saya yang berada diantaranya? wkwkwkwkwk)
Nampaknya setiap perempuan, setidaknya sekali dalam hidupnya, .pernah merasakan dibuat 'menderita' -baik dengan cara yang menyenangkan maupun menyebalkan- oleh para lelaki
(hayo ngakuuu.....)
Meskipun begitu…nampaknya para perempuan teu kapok-kapok untuk terus berusaha menjalin hubungan dengan si lawan jenis  (@_@)

4.    MEN-opause
Ini nih!! Titik rawan kedua dalam kehidupan seorang perempuan…mulai dari kondisi fisik yang menurun akibat digerogoti perubahan hormon, sampai mental breakdown parah yang bisa mempengaruhi keseimbangan kondisi kejiwaan…fiuh….begitulah katanya. Kok katanya? Iyalah katanya….kan saya pribadi belum ngalamin ^_^

Jumat, 31 Desember 2010

Mendadak Nasionalis

Sungguh.

Sebetulnya saya sama sekali bukan penggemar sepakbola. Juga tidak terlalu suka menonton pertandingan olahraga di layar televisi.
Buat saya, mending olahraga betulan daripada berlama-lama menatap orang lain berkeringat di layar kaca.

Sungguh.

Sebetulnya saya betul-betul kurang rasa cinta negara sendiri (hoh?). Jujur, entah sejak berapa lama saya tak lagi menonton tayangan dalam negeri, mendengarkan musik karya anak negeri....yah walaupun saya masih berbahasa Indonesia -walau pas-pasan dan mungkin jauh dari EYD-

menonton pertandingan sembari mengenakan si merah bertuliskan 'INDONESIA'

TAPI.
malam ini pengecualian,
karena malam ini ayah pulang membawa dua kaos merah, dengan lambang garuda di dada serta merah putih tertera disana;
malam ini, terbukti bahwa euforia sepakbola sanggup membuat saya mendadak jadi nasionalis...

*mengenang final AFF Cup Suzuki 2010*