Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Maret 2012

The Legend of 1900: A Melancholy of a Genius Pianist

All that world weighing down on you without you knowing where it ends. Aren't you scared of just breaking apart just thinking about it, the enormity of living in it?






Danny Boodman T.D Lemon 1900, begitulah Danny Boodman menamai bayi mungil yang ia temukan berada dalam peti jeruk lemon, di atas kapal pesiar Virginian. Nama tersebut ia ambil dari namanya sendiri, nama produsen jeruk lemon yang tertera di atas peti, dan tahun lahir si bayi - dan berasal pula dari selebaran iklan yang Danny temukan dalam kotak. Danny memutuskan untuk membesarkan bayi itu seorang diri, dan menyembunyikannya dari petugas kapal. Panjang nian yah namanya? ;)


Sayangnya, beberapa tahun kemudian Danny tewas dalam kecelakaan kerja yang tragis, meninggalkan 1900 yang masih kecil untuk bertahan hidup seorang diri sebagai yatim-piatu di atas kapal. Tahun berganti tahun,  ternyata 1900 menunjukkan bakat sebagai pianis jenius, dan akhirnya 1900 bergabung sebagai anggota orkestra resmi di kapal tersebut.

Reputasi 1900 sebagai pianis jenius sampai di teling Jelly Roll Morton, seorang yang dikenal sebagai pencipta musik jazz....dan ia pun menantang 1900 untuk duel piano di atas kapal. 1900 menang dengan gemilang, setelah memainkan original piece yang begitu menakjubkan, sampai-sampai membuat senar piano menjadi panas, cukup panas untuk menyalakan sebatang rokok!

Melihat duel tersebut, seorang produser menawari 1900 kontrak rekaman. Tetapi, 1900 menolak untuk turun dari kapan. Apaboleh buat, produser akhirnya memboyong peralatan rekaman ke atas kapal, dan meminta untuk 1900 memainkan kembali sebuah original composition untuk direkam. Ketika jari-jari 1900 mulai menari di atas tuts piano, tiba-tiba saja dari luar jendela ruang rekam ia melihat sesosok jelita. 1900 jatuh hati pada pandangan pertama pada sosok itu....dan jarinya pun mulai memainkan melodi indah.


Kapal laut dan piano, itulah arti dunia bagi 1900. 
The world passed me by, but two thousand people at a time. And there were wishes here, but never more than could fit on a ship, between prow and stern. You played out your happiness on a piano that was not infinite. I learned to live that way. Land is a ship too big for me. It's a woman too beautiful. It's a voyage too long. Perfume too strong. It's music I don't know how to make. I can't get off this ship. At best, I can step off my life. After all, it's as though I never existed.

__________________________


The Legend of 1900, atau La leggenda del pianista sull'oceano merupakan film produksi tahun 1998, disutradarai oleh Giuseppe Tornatore. Film ini merupakan film berbahasa inggris pertama bagi Tornatore. Berdurasi sekitar 180 menit, terinspirasi dari teater monolog Novecento yang ditulis oleh Alessandro Baricco. 
Film ini memenangkan beberapa penghargaan, seperti European Film Awards (1999) untuk Best Cinematographer, Golden Globes (2000) untuk Best Original Score, Guild of German Art House Cinemas (2000) untuk Foreign Film, Italian National Syndicate of Film Journalists (1999) untuk Best Director, Producer, Production Design, Costume Design, Best Screenplay dan memenangkan pula Satellite Award (2000) untuk Best Art Direction, Production Design, dan Best Original Score *ngeboroooong...*

Sejujurnya, film ini memiliki alur yang lambat...nyaris monoton, soalnya setting cerita hanya berkisar toko alat musik second, pelabuhan, dan kapal. Selain itu, dialog-dialognya beraaaat....
Tapi, berkat kemampuan akting yang piawai dari para pemeran, film ini menjelma menjadi film yang berkarakter; dialog-dialognya berat tapi sangat filosofis, juga cerdas. Sangat menunjukkan sisi melankoli dari seorang jenius piano :)
(Tapi kalau kamu nggak terlalu suka nonton film drama yang harus mikir sih, saya nggak rekomen film ini buat kamu, hehehe)
Buat saya, faktor penting dari sebuah film (selain isi film itu sendiri tentunya) adalah soundtrack yang menyertainya; dan bagi saya, soundtrack film ini...pas banget! musik yang muncul dalam adegan film, tidak menjadi "pengiring", tapi menjadi bagian yang tak lepas dari adegan itu sendiri, sebagai unsur yang memperkuat emosi yang ingin diutarakan dalam cerita *lebay....tapi fakta!*

Coba deh intip adegan dari film ini, dengan score berjudul "Playing Love"


 

Sabtu, 18 Februari 2012

Ayakashi~Japanese Classic Horror~

saya nggak terlalu suka nonton anime yang bersambung, apalagi yang bertema hoyoy (horor-red.) seperti ini.

tapi eh tapiiiii...ayakashi: japanese classic horror ini pengecualian :D
saya pertama mengenal ini dari seorang teman, yang penggemar berat anime bertema hantu, siluman, dan sebangsanya *teman yang hoyoy...*
saya akui, saya jatuh cinta pada pandangan pertama episode pertama anime ini..
karena itu, kali ini saya akan sedikit-banyak bercuap-cuap mengenai anime ini.

mari kita mulai!
*kiiitaaaa??maneh weh olangan..*


Ayakashi: Japanese Classic Horror atau dikenal juga dengan judul Ayakashi: Samurai Horror Tales  merupakan animasi berseri yang diproduksi oleh Toei Animation. Berasa kenal yah sama nama ini?? mbetul sekali! studio ini juga yang memproduksi anime (cukup) terkenal jaman saya muda dulu: Sailor Moon dan Saint Seiya :)

Kembali lagi ke jalan yang benar.

Ayakashi: Japanese Classic Horror ini terdiri dari tiga cerita utama, yaitu "Yotsuya Kaidan", "Tenshu Monogatari" dan "Bakeneko" yang diuraikan dalam 11 episode; ditayangkan di Fuji TV dari tanggal 13 Januari 2006 sampai 24 Maret 2006.


Ayakashi 1st Story: Yotsuya Kaidan

Yotsuya Kaidan konon merupakan salah satu cerita hantu paling terkenal se-jepang; yang mengetengahkan cerita mengenai pengkhianatan, pembunuhan dan balas dendam si hantu wanita. Cerita ini ditulis oleh Tsuruya Nanboku IV pada tahun 1825 sebagai skenario untuk dipentaskan dalam pertunjukkan Kabuki, dengan judul awal "Tokaido Yotsuya Kaidan".
Cerita ini kemudian banyak diadaptasi ke dalam bermacam versi, salah satunya ke dalam anime Ayakashi: Japanese Classic Horror ini.

Yotsuya Kaidan versi Ayakashi bercerita mengenai Tamiya Iemon dan istrinya, Oiwa. Iemon adalah seorang ronin miskin yang beristrikan wanita cantik, Oiwa. Meskipun mereka hidup serba kekurangan, tapi Oiwa tetap merasa hidupnya terberkati. Namun tidak demikian halnya dengan Iemon, bayangan kemiskinan selalu menghantui dari hari ke hari.
Tak tahan dengan kehidupan seperti itu, Iemon menerima permintaan dari seorang saudagar kaya-raya untuk menikah dengan anak perempuannya, padahal saat itu Oiwa baru saja melahirkan anak pertama mereka.
Gelap mata, Iemon menerima tawaran dari saudagar itu dan memutuskan untuk mengakhiri hidup Oiwa agar ia bisa bersanding dengan putri saudagar kaya. Iemon kemudian memerintahkan pelayannya untuk memasukkan racun mematikan ke dalam makanan yang disajikan untuk Oiwa. Tak hanya itu, Iemon pun "mempersilakan" pelayannya untuk "memuaskan diri" dengan istri yang telah dibuangnya itu.
Oiwa yang tak mengetahui niat jahat suaminya, tanpa curiga melahap makanan beracun itu....,dan akibatnya wajah Oiwa yang cantik berubah menjadi buruk rupa! Kecewa oleh pengkhianatan suaminya, Oiwa pun mengakhiri hidup dengan tangannya sendiri...dan bersumpah, akan menghantui Iemon seumur hidup!


Ayakashi 2nd Story: Tenshu Monogatari

Tenshu Monogatari juga merupakan sebuah adaptasi dari naskah teater, yang ditulis oleh Kyoka Izumi, mengisahkan tentang cinta terlarang antara manusia dan dewi.

Zushonosuke Himekawa adalah seorang pelatih elang. Apa itu pelatih elang? pelatih elang adalah seorang yang bertugas menjinakkan dan melatih elang agar bisa digunakan untuk keperluan berburu, maupun mengantar pesan-pesan rahasia (mirip-mirip pelatih merpati pos lah...)
Majikan Zushonosuke memberinya tugas untuk mencari Kojiro, elang milik majikannya yang mendadak kabur entah kemana. Zushonosuke pun mencari Kojiro kemana-mana, hingga ke dalam hutan...di dalam hutan, bukan Kojiro yang ditemui-nya, melainkan sesosok wanita cantik yang sedang mandi di danau! *berasa Jaka Tarub..* melihat sosok cantik itu, Zushonosuke jatuh cinta pada pandangan pertama!

Kabar burung tersiar, seseorang melihat Kojiro terbang ke sebuah istana, Shirasagi-jo. Harima, majikan Zushonosuke memerintahkan untuk mencarinya ke sana. Masalahnya, Shirasagi-jo itu terkenal angker....dan konon dihuni oleh mahluk-mahluk mistis yang disebut Wasuregami. Menurut kabar, tidak ada manusia yang kembali hidup-hidup setelah menjejakkan kakinya di Shirasagi-jo.

Mengumpulkan segala keberanian, Zushonosuke pun berangkat..dan betapa terkejutnya ia ketika di istana tersebut ia bertemu kembali dengan wanita cantik itu! wanita itu kemudian memperkenalkan dirinya sebagai Tomihime, penguasa Shirasagi-jo..dan dimulailah hari-hari mereka merajut kasih. Zushonosuke adalah seorang manusia, sedangkan Tomihime- jelas merupakan mahluk yang berasal dari dunia yang berbeda dengan dirinya. Meskipun cinta mereka adalah cinta terlarang, Zushonosuke telah memutuskan akan selalu bersama Tomihime, walaupun itu berarti ia menjadi bukan manusia..


Ayakashi 3rd Story: Bake Neko

Suatu hari di Edo.
Seorang gadis akan dinikahkan, bukan karena cinta; tapi sebagai "upeti" untuk menutupi utang keluarganya.
Bersamaan dengan itu, singgahlah seorang lelaki misterius penjual obat, nicknamed Kusuri-uri di kediaman pengantin wanita.
Waktu yang dinanti pun tiba, calon pengantin wanita akan diantar menuju rumah calon suaminya..tetapi apa yang terjadi??
baru saja selangkah calon pengantin wanita melangkah ke luar rumah, sebuah kekuatan tanpa wujud menyayat lehernya, dan calon pengantin wanita pun terkapar dalam kondisi mengenaskan!dengan sigap, Kusuri-uri melangkah masuk dalam situasi mengerikan tersebut...dan ternyata, dia bukanlah penjual obat sembarangan!
Kusuri-uri ternyata adalah seorang exorcist, pemegang pedang sakti yang menyanggupi untuk mengusir (atau dalam bahasa jepangnya - kiru--membunuh) mahluk gaib yang menyebabkan kematian calon pengantin wanita. Syaratnya, katachi (bentuk), makoto (kebenaran), kotowari (penyesalan) harus dipenuhi agar proses membasmi mahluk gaib nan jahat dapat berjalan. Katachi, yaitu mengetahui bentuk mahluk gaib yang menjadi musuh; makoto, yaitu mengungkap alasan atau asal-muasal mahluk tersebut memendam dendam pada manusia, dan kotowari, yaitu pengakuan atas "dosa-dosa" manusia yang menjadi sebab lahirnya dendam mahluk tersebut. Demikianlah.....satu demi satu fakta mengerikan yang tersembunyi di balik dinding kokoh rumah itu terungkap ke permukaan...
seperti apakah sesungguhnya wujud mahluk gaib yang meminta nyawa calon pengantin wanita?? tonton aja ndiri..hehehe


apa yang saya suka dari anime ini?

1. feast for the eye - kualitas animasi yang oke punya...dan unik.
gambar dan warnanya tajam, nggak belel kaya anime jadul ;p
kenapa unik?
karena di anime ini, untuk setiap cerita disajikan dengan art style dan dan gaya animasi yang berbeda. jarang kan anime berseri yang disajikan dengan cara seperti itu?
saya pribadi sih, paling suka penyajian animasi di cerita Bakeneko :D

2. great storyline - garis ceritanya mantap! dan terkonsep dengan baik. ada prolog, ada klimaks, dan ada ending yang membuat saya berdebar-debar ;) setiap cerita disampaikan dengan singkat, padat dan jelas. pemenggalan per episode-nya pun pas..mengundang saya untuk terus mengikuti lanjutan ceritanya. meskipun begitu, mungkin untuk orang indonesia cerita-cerita yang disajikan terkesan 'aneh'--- karena beda budaya kali ya...

3. anime ini bergizi - menonton anime ini sedikit-banyak jadi belajar tentang budaya Jepang, khususnya cerita rakyat dan pola pikir orang Jepang....walaupun untuk memahaminya harus ditemani oleh om gugel. cerita-cerita yang disajikan di anime ini merupakan adaptasi dari cerita rakyat atau naskah teater yang dikenal luas oleh orang jepang, jadi cukup bagus sebagai 'pengantar' untuk mengenal folklor masyarakat Jepang

4. horor tapi nggak membuat mindring dan merinding disko (naon sih..)
dengan kata lain: tingkat ke-horor-an rendah, aman buat yang sedikit banyak penakut (seperti saya, hehe) dan juga aman buat yang punya gangguan jantung ;p nonton anime ini nggak membuat saya terbayang-bayang horor selama 3 hari berturut-turut seperti halnya yang terjadi setelah saya menonton sadako merangkak keluar dari sumur ('_');

5. Soundtrack yang keren abis!!
Opening theme berjudul "Heat Island" yang dibawakan oleh Rhymester dengan tempo cepat sangat catchy dan cukup manjur untuk membuat mood-up,
sedangkan ending theme "Haru no Katami" yang dibawakan oleh Hajime Chitose..ouh...melankolis dan tragis, sangat cocok dengan cerita-cerita di anime ini yang berupa ironi *spoiler*

tertarik?
sebagai appetizer, boleh juga lihat cuplikan opening theme-nya :)





Senin, 14 November 2011

SHINOBI: kisah Romeo & Juliet ala Ninja

another "vintage" movie from my old drawer,

kali ini saya akan membicarakan sebuah film (agak) lama yang dibintangi oleh Odagiri Jo dan Nakama Yukie

dan film itu adalah....eng ing eng: S H I N O B I     *yaaaaay*

Film ini mengambil setting Jepang jaman dahulu, jaman yang lebih jadul daripada djaman es gojang (naon sih....); yaitu masa pada saat ke-shogun-an Tokugawa naik ke tampuk kepemimpinan.
Tokugawa Ieyasu memenangkan perang besar dan berhasil menduduki tampuk pemerintahan; dengan adanya shogun baru, perang pun berakhir, dan masa damai akhirnya tiba.
Meskipun begitu, pertentangan antara dua klan Ninja besar, yaitu klan Manjidani Koga dan Tsubagakure Iga tidak serta merta turut berakhir.

Dengan alasan menengahi pertikaian antara kedua keluarga, Hattori Hanzo, si kaki tangan Shogun baru bertindak atas nama pemerintah mengajukan usul untuk mempertemukan kedua klan tersebut dalam sebuah pertandingan.

Tapi sebenarnya, tersembunyi skenario busuk dibalik usul tersebut. Klan Manjidani dan Tsubagakure yang dikenal dengan ilmu yang mumpuni nan menakutkan ternyata dianggap membahayakan kekuasaan Tokugawa.

Pertandingan yang diajukan itu, sejatinya dirancang dengan tujuan memusnahkan kedua klan. Karena pada nyatanya, pertandingan yang dimaksud merupakan pertarungan hingga mati bagi keduanya;
disebutkan bahwa hasil pertarungan akan menentukan siapa yang akan menjadi pewaris kekuasaan Ieyasu, dengan kata lain, mempengaruhi masa depan pemerintahan Tokugawa.

Kedua klan pun tidak punya pilihan lain selain bertarung sampai titik darah penghabisan demi junjungan mereka dan kehormatan keluarga.
Sementara itu, di tengah-tengah pertentangan yang kian meruncing, takdir mempertemukan Iga Oboro, cucu ketua klan Tsubagakure dengan Koga Gennosuke, cucu ketua klan Manjidani.

Berbeda dengan Oboro yang selalu pesimis dengan masa depan hubungan mereka, Gennosuke tetap optimis bahwa suatu hari nanti ia akan dapat bersatu dengan Oboro yang dicintainya. Meskipun Gennosuke berusaha mati-matian mengakhiri pertentangan ini, takdir berkata lain. Oboro pun dihadapkan pada pilihan; memilih jalan sebagai seorang shinobi atau memilih cintanya…


.....PUAS banget nonton film ini. Bukan sekedar cerita romeo & Juliet ala shinobi ternyatah............*tertawa lebar*

screenplay yang memikat plus visual effect yang jempolan, membuat saya nggak bosen-bosen nonton film ini berkali-kali,
…ditambah lagi dengan closing theme yang dilantunkan Hamasaki Ayumi, membuat film ini semakin berkesan…hmmm…tragis!

Minggu, 04 September 2011

Balas Budi Si Kucing


Saya suka sekali anime-anime keluaran Studio Ghibli.

karena itu, kali ini saya akan berbagi mengenai salah satu anime keluaran studio itu, yang buat saya memiliki kesan: co cwiiiiiiit *perhatian: kata ini harus diucapkan dengan gaya abege alay2 masa kini*



Neko no Ongaeshi merupakan anime produksi Studio Ghibli, yang dirilis pada tahun 2002 di Jepang, kemudian dirilis pula di Amerika pada tahun 2003. Film ini berdurasi kurang-lebih 75 menit, dibuat berdasakan karakter yang diciptakan oleh mangaka Hiiragi Aoi.

Anime ini menceritakan tentang Haru, seorang remaja usia SMA yang memiliki kemampuan untuk berbicara dengan kucing. Suatu hari, ia menyelamatkan seekor kucing yang hampir tertabrak truk. Saat menyelamatkannya, tongkat lacrosse miliknya patah. Betapa kagetnya Haru, saat kucing itu berterima kasih padanya sambil berkata “taihen abunai tokoro o tasukete itadaki, makoto ni arigatou gozaimashita” lalu membungkuk dengan sopan
*bertahun-tahun belajar bahasa jepang, tapi saya belum bisa berbahasa sesopan ini....kalah ama kuciiiiing, hahaha*

Malamnya, sesaat sebelum Haru tertidur datanglah rombongan iring-iringan kucing yang berjalan dengan dua kaki, layaknya manusia. Ternyata itu adalah rombongan dari Negeri Kucing. Belakangan diketahui bahwa kucing yang diselamatkan olehnya adalah Lune, pangeran dari Negeri Kucing. Sebagai balasannya, sang Raja dari Negeri Kucing datang untuk berterima kasih, dan menjanjikan bahwa mulai besok, ’kebahagiaan’ akan datang padanya.

Paginya, Haru dikejutkan oleh telepon dari teman sekelasnya, yang menanyakan siapa yang menaruh berpuluh-puluh tongkat lacrosse di sekolah. Tak hanya itu, ketika ia keluar rumah, halaman rumahnya menjadi lautan tanaman catnip (sejenis tanaman yang disukai para kucing). Belum cukup sampai disana, ketika Haru sampai di sekolah dan akan menyimpan sepatu di loker, disana terdapat paket-paket kecil yang ternyata berisi tikus!. Semua itu adalah ‘hadiah’ dari Negeri Kucing, tanda terima kasih telah menyelamatkan sang Pangeran.

Para kucing membanjirinya dengan hadiah-hadiah yang mereka kira, akan membuatnya bahagia. Siang hari, Haru bertemu kembali dengan utusan dari Negeri Kucing yang mengundangnya untuk datang ke Negeri Kucing. Utusan itu berkata, Haru akan dinikahkan dengan sang pangeran sebagai tanda terima kasih, dan nanti malam ia akan datang menjemput Haru.

Haru, meskipun berat hati tapi tak kuasa menolak permintaan itu. Saat ia sedang kebingungan, ia mendengar sebuah suara yang menyuruhnya untuk mencari 'neko no jimusho'(kantor si kucing....ooouuu...how cute~)
Suara itu juga menyuruhnya untuk mencari kucing besar berwarna putih di kafe di perempatan jalan. Merasa panik, Haru mengikuti suruhan suara itu, meskipun ia tak tahu siapa yang berkata.
Akhirnya, ia bertemu dengan seekor kucing besar berwarna putih bernama Muta; yang mengantarkannya pada 'pimpinan' Kantor si Kucing bernama Baron.
*Muta's name often confused with 'BUTA' which means pig...i think it's a word pun; consider Muta really IS fat as a pig...quite funny i think ;p

Haru pun menceritakan masalahnya pada mereka. Namun sayang, sebelum mereka sempat membantu Haru, para utusan dari Negeri Kucing datang menculik Haru, juga Muta yang tak sengaja terbawa oleh para penculik itu. Mereka mengira, Muta adalah ’pembantu’nya Haru. Tak tinggal diam, Baron pun mengejar Haru hingga ke Negeri Kucing.
*interesting point in this scene is the use of the word 'kerai'....in bahasa indonesia i think it's similar with 'jongos' hahahaha how rude...*

Haru pun tiba di Negeri Kucing. Sesampainya disana, seekor kucing putih yang cantik memandangnya dengan tatapan prihatin, lalu berkata padanya agar ia segera kembali ke negeri Manusia. Jika tidak, Haru tidak akan bisa kembali lagi ke dunia manusia. Kucing itu adalah Yuki, pelayan yang bekerja di Istana. Haru belum menyadari betapa genting situasi yang dihadapi. Melihat Negeri Kucing yang begitu indah, ia terlena ingin bersantai dan bermain disana. Maka saat utusan istana datang menjemputnya, ia merasa senang saja.

Di istana, Haru diperlakukan layaknya putri raja. Ia dijamu dengan baik, diberi pakaian indah, dan diurus dengan baik. Haru akhirnya sadar saat di wajahnya muncul kumis, di badannya tumbuh ekor, tangannya berubah menjadi seperti tangan kucing, juga di kepalanya tumbuh telinga kucing. Tak ketinggalan, bicaranya pun semakin 'kucing', nyaooooo~!

Ternyata, hal ini merupakan taktik sang Raja Negeri Kucing, yang berupaya mengubah Haru supaya 'pantas' bersanding dengan putranya. Jika Haru tak segera kembali ke dunia manusia sebelum fajar tiba, ia akan berubah menjadi kucing selamanya.

Untuk menyelamatkan Haru, Baron menyamar menjadi pengisi acara di pesta yang diselenggarakan di istana. Tetapi, kedoknya terbuka tepat pada saat acara berlangsung. Raja yang marah mengerahkan pasukannya untuk menangkap Baron. Ditengah kekacauan dan kehebohan itu, Yuki muncul dan menunjukkan jalan rahasia untuk keluar istana. Yuki, Haru, Baron, dan Muta melarikan diri bersama-sama. Ternyata, jalan itu berujung pada sebuah labirin. Di ujung labirin itu, ada sebuah menara; menara tersebut merupakan gerbang penghubung antara dunia manusia dan Negeri Kucing. Sang Raja tak putus asa, ia tetap berusaha mencegah agar Haru tak kembali ke dunia manusia, ia pun mengejar Haru hingga ke menara.

Saat situasi memanas, datanglah Lune, dan terungkaplah bahwa perjodohan itu semata-mata keegoisan sang Raja dan bukanlah keinginan Lune. Lune sendiri, sebenarnya menginginkan Yuki untuk menjadi pendampingnya. Lune akhirnya membantu Haru agar dapat kembali ke dunia manusia.

Saat Haru terheran-heran mengapa Yuki dan Lune berbaik hati membantunya hingga berani menetang Raja, terungkaplah sebuah cerita. Ternyata, Yuki pun pernah ditolong oleh Haru dahulu, saat ia masih seekor kucing kecil. Yuki kecil yang sedang kelaparan dan nyaris mati, diberi makanan oleh Haru. Jadi, bagi mereka berdua Haru adalah seorang onjin yang harus mereka balas budinya. Petualangan di Negeri Kucing membawa pelajaran yang sangat berharga bagi Haru. Lewat petualangan bersama Baron dan Muta, Haru bisa memahami diri sendiri, dan menemukan jibun no jikan-nya.

yang suka baca cerita rakyat jepang, pasti pernah mendengar cerita 'Tsuru no Ongaeshi' alias 'Balas budi si Burung Bangau'...naah, film ini juga mengangkat tema yang sama, yaitu masalah 'balas budi'
Rupanya ini tema sekaligus nilai moral yang banyak dipegang oleh orang jepang, yaitu "membalas budi pada orang yang telah memberi kebaikan pada kita, sekalipun kebaikan itu hanya sebesar biji jarak"
juga,
film ini menyorot soal karakter Haru, yang mencari 'jibun no jikan'nya. Awalnya saya bingung dengan istilah ini; apa sih maksudnya?
tapi setelah saya lihat film ini, barulah saya mengerti...jibun no jikan disini adalah mengenai "finding your passion in life"

hmmmm....

anime ini cerdik sekali, kalo boleh saya bilang.
dunia anime merupakan 'altered universe', dimana hal-hal yang tak mungkin terjadi, bisa saja dijumpai disini. anime ini berusaha mengungkapkan 'dunia yang ideal' dan dunia 'yang manusiawi' tanpa berusaha menggurui. lewat altered universe yang diciptakannya, neko no ongaeshi berusaha 'menyentil' moralitas kita..

who knows, moral education can be this fun? ;)

(IF) Heaven Can Wait

Lagi-lagi nostalgila film djadoel~

yep!
kali ini saya mau dengan egoisnya membahas (lagi-lagi) film jadul dengan genre drama yang membekas di hati saya *cieeee*

Film berjudul asli Tengoku wa Matte Kureru (translated to english as "Heaven Can Wait") ini menceritakan tentang Hiroki (Inohara Yoshihiko), Takeshi (Kiyokiba Shunsuke), dan Kaoru (Okamoto Aya); tiga orang sahabat masa kecil yang tak terpisahkan.

Ketika kecil, mereka membuat janji bahwa mereka akan terus bersahabt hingga dewasa nanti. Waktu pun berlalu, mereka pun beranjak dewasa. Masing-masing sibuk dengan pekerjaannya. Sehingga, kebersamaan mereka sedikit terganggu. Tapi, persahabatan mereka tetap tak berubah.

Hingga suatu hari tiba-tiba saja Takeshi melamar Kaoru tepat di depan Hiroki. Walaupun sebenarnya Hiroki juga menaruh hati pada Kaoru, ia tidak bisa berkata apa-apa selain memberikan dukungan pada sahabatnya itu.
Musibah tiba-tiba saja datang menjelang hari bahagia pernikahan Kaoru dan Takeshi. Kecelakaan menimpa Takeshi, membuatnya jatuh dalam kondisi koma, dengan kemungkinan kecil untuk kembali sadar.

Hiroki dan Kaoru tetap setia menunggu Takeshi membuka mata, bahkan Hiroki rela meminta pada atasan tempatnya bekerja untuk ditransfer dari pekerjaan yang sekarang digelutinya, agar ia punya waktu untuk menjenguk Takeshi setiap hari.

Di tengah-tengah penantian yang tak pasti, Hiroki dan Kaoru menyadari perasaan mereka masing-masing, perasaan yang telah lama mereka pendam. Akhirnya, Hiroki pun mengungkapkan isi hatinya pada Kaoru……bahwa ia ingin membuat Kaoru bahagia.

Tapi, tepat sehari setelah itu, Takeshi sadar dari koma. Hati Kaoru dan Hiroki diselimuti kebimbangan, disaat semua orang bersuka cita menyambut kembalinya Takeshi.
Nyatanya, mereka harus menghadapi kenytaan yang mengejutkan, Takeshi hanya memiliki harapan hidup 1 bulan saja. Meskipun semua orang berusaha menutup-nutupi, Takeshi mengetahuinya juga. Mendengar kenyataan pahit itu, Takeshi tidak berpaling. Hanya tersenyum, dan memutuskan untuk memberi hadiah terbaik bagi kedua sahabatnya…..



AAAARRRRGHHHHH.......i hate a sad movies..nevertheless, i keep watching these sort of movies..... am i an "M" type? *haha*


Satu kata saja untuk film ini : P A S !

Jalan cerita tidak berbelit-belit atau berlete-lete berlame-lame, dengan sedikit flashback masa kecil ketiga sahabat itu cukup menjelaskan bagaimana ikatan yang mereka miliki.
Lewat cerita yang sederhana, film ini benar-benar menyentuh hati saya.
Apa sih yang bakal terlintas di pikiranmu dalam 30 hari terakhir hidupmu?

Ternyata jawabannya sederhana saja,

Saya dapat memberikan hadian terindah pada orang-orang yang berarti dalam hidup saya, yaitu :
K E B A H A G I A A N :D






* baidewey....saya baru nyadar, yang main jadi Hiroki itu ternyata si Inocchi, personel boyband V6...hahahaha

Until The Lights Come Back....

Tokyo, sehari sebelum natal tiba.

Meteor tiba-tiba saja jatuh dan menabrak instalasi listrik.

Akibatnya, aliran listrik di seluruh kota padam. Tentu saja hal ini membawa kepanikan dan kekacauan. Tapi di balik itu, gelapnya malam menyingkap sisi kemanusiaan di Tokyo yang metropolis dan selalu hingar bingar.
Rahasia masa lalu, perselingkuhan, kesetiaan, keberanian, perjuangan…semua terungkap di bawah langit malam.
Gelapnya malam ternyata memberikan waktu untuk menemukan jawaban atas permasalahan yang selama ini dihadapi, disamping memberikan waktu untuk merenungkan kehidupan dan cinta yang kita miliki, untuk selanjutnya menentukan sikap dalam melanjutkan hidup…

*ehm!serius aja…heuHEU*

Film Until The Lights Come Back ini memang bukan film baru (ketauan lagi nostalgila bongkar-bongkar stok film lama) tapi biarlah.....di film ini bisa liat wajah Hongo Kanata yang masih imut-imut hahahaha *tante girang mode*
Film besutan Minamoto Takashi produksi tahun 2005 ini berjudul asli Daiteiden no Yoru ni;
memiliki ide cerita yang menarik, walaupun divisualisasikan dengan gaya yang Hollywood banget. Tapi, dialog-dialognya tetapi kental dengan nuansa jepang. Memunculkan 14 tokoh dalam ceritanya (banyak banget, kan!), sanggup membuat penonton bertanya-tanya bagaimana hubungan keempat belas tokoh ini.
Meskipun begitu, alur cerita berjalan lambat, ditambah dengan ilustrasi musik yang jazzy berpotensi untuk membuat penonton terbuai ke alam mimpi bahkan sebelum film berakhir.. *euuugghhhh*

Untungnyaaaa……sinematografi yang apik sanggup mengimbangi alur yang monoton. Film ini cocok banget dinikmati di sore hari yang damai, ditemani secangkir kopi atau teh hangat plus beberapa keping biscuit ;D

So, until the lights come back
just sit tight
enjoy and relax
another face of this melting-pot city...

Forrest Gump: Hidup dari Kacamata Seorang Idiot

Pokoknya, ga enak jadi idiot, tap paling ngga aku bisa bilang hidupku ga ngebosenin



Begitu kata Forrest Gump.
Yah, inilah kisah hidup seorang pemuda idiot yang terkadang justru mendapat keberuntungan gara-gara ke-idiotan-nya itu

Saat saya lagi merasa mBete, mBle’e ga jelas, stress, suntuk, sepi sendiri gundah gulana duka nestapa tiada terkira…bacaan inilah yang paling cocok buat mengusir semua itu!
hmm!
dijamin ngakak mengocok perut!

Forrest Gump adalah seorang lelaki yang divonis memiliki IQ adidas (agak di bawah dasar), tapi Tuhan menganugerahinya bodi seorang adonis *ahuy* dan kemampuan lari yang super cepat.
Karena kemampuannya itu, direkrut menjadi pemain football University of Alabama, akhirnya menuai sukses dan menjadi superstar football.
Suatu ketika, dia dan rekan-rekan se-tim nya diundang untuk menghadiri jamuan All State Football. Forrest sang bintang lapangan beserta rekan-rekan akan didaulat ke atas panggung atas prestasi mereka. Gugup, Forrest ngotot pingin pergi ke kamar kecil dulu sebelum naik panggung *tak kuat menahan panggilan alam*

Malangnya, ketika dia lagi kebelet banget, resleting celananya macet. Padahal, ga lama setelah itu, semua pemain akan diundang naik ke panggung untuk diberi penghargaan dan sedikit berpidato. Pada saat genting ketika Forrest diharuskan sedikit berpidato, kata-kata yang keluar justru…

”AKU KEBELET!!”


*ampuuuun…ckckckck*

dan, peristiwa aneh bin ajaib bin ga logis tidak hanya berhenti disitu.

Wah, kalo saya ceritakan disini bisa keburu lebaran lagi atuh sebelum selesai baca post ini hehehe
anyway, saya salut sama penerjemah novel ini. begitu piawai mengalihbahasakan dari bahasa inggris ke indonesia, tanpa kehilangkan kelucuan-kelucuan atau sense of humor si penulis. it's not an easy job :)

pelajaran utama yang bisa saya ambil dari buku ini adalah:
Tuhan itu Maha Adil, setiap manusia diberi kekurangan juga kelebihan
bahkan seorang 'idiot' seperti Forrest pun, bisa menjalani hidup yang penuh warna..selama kita menjalani hidup itu dengan sikap positif :)

Ngomong-ngomong novel ini uda pernah diangkat ke layar lebar, dengan Tom Hanks sebagai pemain utamanya. Lumayan menghibur sih, tapi cukup banyak cerita yang dipangkas. 
Saran saya cukup dua,
1.baca dulu novelnya baru nonton film (dengan resiko anda akan kecewa)
2.nonton aja langsung filmnya (dengan resiko ngga kecewa, tapi dapat versi cerita yang nggak lengkap ;p )

pilihan ada di tangan anda…

Selasa, 21 Juni 2011

Capitalism: A Love Story



siang ini baru aja selesai nonton film. bukan film baru sih. orang-orang yang suka sama film-film yang berbau 'teori konspirasi' atau film-film dengan isi pemikiran yang lumayan radikal pastinya cukup hafal dengan satu nama: Michael Moore.
ya, film yang saya tonton siang ini, "Capitalism: A Love Story" adalah salah satu film besutannya yang cukup mengguncang publik amerika
jika boleh saya bilang, film ini merupakan tontonan yang 'bergizi'; bukan hanya menghibur tapi juga sanggup membuat otak saya berasa teraduk-aduk :D
ternyata di amerika,
gaji pilot per tahun jauh lebih sedikit daripada gaji manager McDonald's. ada pilot yang bertahan dari kupon makan selama berbulan-bulan karena gajinya ngga cukup buat beli kebutuhan makan sehari-hari; ada juga pilot yang akhirnya 'menumpuk' utang sebesar 10.000 dollar dari kartu kredit, hanya karena dia cuma bisa belanja bulanan pake kartu kredit (alias ngutang...). mending kalo dia jadi berutang segitu banyak gara-gara dia belanja barang mewah apaa gitu (padahal mah nggak ada mendingnya sih ;p ).
ada keluarga yang 'rela' dibayar 1000 dollar untuk membersihkan rumah mereka sendiri (setelah rumah mereka disita oleh bank) supaya bank bisa menjual kembali rumah mereka pada orang lain...padahal rumah itu telah menjadi rumah keluarga mereka selama 40 tahun!
kebayang nggak, udah diusir paksa dari rumah, berasa orang yang ngusir itu bilang, "nih gue kasih duit, lu bersihin deh itu rumah, terus pergi ya!"
siapa punya uang, dialah yang punya kuasa!
film ini membuka satu wawasan, bagaimana sistem perbankan yang berpaham kapitalis ini merusak sendi-sendi kehidupan.
sebetulnya masalah dengan kapitalisme seperti yang diceritakan dalam film ini, bukan cuma terjadi di amerika. di negeri inipun, sesungguhnya masalah yang sama sedang terjadi, tapi sebagian besar dari kita mungkin tidak sadar; ketika yang kaya semakin kaya dan si miskin terus menjadi miskin...seakan semua sudah 'takdir'; memang sudah sewajarnya terjadi seperti itu..(padahal katanya kita punya pancasila?)
bukan,
saya bukan menyarankan anda-anda untuk segera menjadi radikal atau mendadak jadi aktivis sosial dan semacamnya. tapi, satu hal yang saya pelajari setelah menonton film ini adalah,
di luar buaian infotainment dan mendayu-dayunya sinetron atau hingar-bingar musik mainstream yang tiap hari tayang di layar tivi, masih ada dunia lain; dunia yang sesungguhnya sangat dekat dengan diri kita. dunia itu adalah DUNIA NYATA.
masihkah kita terus tutup mata dan tutup telinga?

Jumat, 25 Desember 2009

Bidadari Rahang Besi

Malam ini aku habis melihat sebuah film, yang judulnya IRON JAWED ANGELS..
serem ya diliat judulnya...bidadari macam apa coba yang rahangnya dari besi? hehehe
tapi ternyata film ini cukup bagus, dan membuat aku sedikit berpikir.
secara garis besar, film ini menceritakan para perempuan amerika yang berupaya agar perempuan juga punya hak politik....diakui dan diperhitungkan suaranya..dan apa yang mereka korbankan untuk meraih itu semua.
aku jadi bersyukur sebagai perempuan yang dilahirkan pada masa kini, bukan pada waktu itu. waktu dimana ada jurang pemisah yang begitu besar antara hak-hak pria dan hak-hak perempuan.
hidup sebagai perempuan di masa kini, jauh lebih menyenangkan (kalo ngga bisa dibilang mudah mah....)
mau sekolah, bebas
mau berkiprah di bidang sosial politik, dll.....juga bebas
perempuan jaman sekarang, lebih punya priviledge dibanding perempuan jaman baheula.

jaman dulu, mana ada perempuan jadi menteri
mana ada perempuan jadi anggota dewan (senator), walikota, bupati atau jabatan lainnya.
boro-boro dapet jabatan....kalo ada pemilu aja perempuan sama sekali ngga dilibatkan.
sama sekali ngga diperhitungkan suaranya.

tapi sekarang? perempuan yang jadi presiden aja ada! (yaaah jangan bahas sukses atau ngga-nya sih...hehehehe)

intinya,
melirik perjuangan mereka, membuat aku berpikir kembali sikap politikku. selama ini, aku ngga pernah menganggap serius tentang hak suaraku sebagai warga negara. kalo ada pemilu juga...lempeng weeee,.....santai dan ngga menganggap penting. padahal, untuk mewujudkan hak yang aku dapat sekarang, perjuangan berat seperti apa yang harus dilalui?

watching this movie, made me realize that i shouldn't have take it for granted...

gimana dengan cerita serupa di tanah air? barangkali ada yang lebih tau bagaimana ceritanya, boleh dong berbagi..... ;D


Official Site Iron Jawed Angels
Iron Jawed Angels from Wiki