Tampilkan postingan dengan label Balada si miNyun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Balada si miNyun. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2012

********hanya sekedar cuap-cuap********

say tidak takut kesendirian.

jika pada usia ini saya masih sendiri,
bukan berarti saya senang sendiri

saya tidak iri, saat satu per satu orang-orang terdekat melepaskan masa sendiri mereka,
untuk memasuki fase baru dalam hidupnya
atau
saat orang-orang terdekat sudah menyambut satu anggota baru, si jagoan kecil, untuk hadir dalam lingkaran hidup mereka.

saya tidak iri,
karena iri tanda tak mampu, hehehe
saya yakin saya pun mampu untuk bisa menjadi seperti orang-orang terdekat saya itu
narsis? over confident?
mungkin ya.
tapi, bagi 'lone ranger' seperti saya
itulah senjata yang paling ampuh untuk tetap berdiri tegak

saya percaya,
semua orang memiliki waktu hidup yang berbeda.
ada yang fase hidupnya berganti dengan cepat,
ada pula yang fase hidupnya berganti dengan waktu yang lebih lambat dibanding yang lain.

bukan, bukan bermaksud mencari pembenaran bagi kondisi saya yang saat ini 'masih sendiri'

orang berkata,
'kamu terlalu pilih-pilih'
'kamu terlalu idealis'
'perempuan nggak usah sekolah tinggi-tinggi, bikin laki-laki minder'
'kamu terlalu dingin sama lawan jenis'
'kamu terlalu mandiri, cowok jadi ngerasa kehilangan peran kalau sama kamu'
'karena semua itulah....kamu sekarang masih sendiri'
mungkin apa yang mereka bilang ada benarnya,
mungkin saja. hanya mungkin.
tapi saya memandang tak ada yang salah dengan prinsip yang saya pegang saat ini,
bukankah prinsip itu yang mendefinisikan diri saya?

saya yang mengambil semua pilihan itu,
karena itu, saya tidak boleh mengeluh juga tidak boleh menyalahkan orang lain atas kondisi saya sekarang.

ini adalah pribadi yang saya pilih.
ini adalah hidup yang saya pilih.

dan kamu tahu?
saya menikmati hidup saya sekarang.

kesendirian ini bukanlah sesuatu yang saya takuti.
saat ini hanya satu saja yang menjadi kekhawatiran saya, yaitu 'saya menjadi terbiasa dengan kesendirian'
itu saja.

Selasa, 06 Maret 2012

Dream Wrecker

hari ini orang yang suka bantu-bantu saya beberes rumah datang.
seperti biasa, anak semata wayangnya, sebut saja namanya Nono (4th), bukan nama sebenarnya,
ikut ngintil jadi seksi sibuk.
kali ini kita lagi beres-beresin kamar atas yang mau disulap jadi ruang kerja *wooow...mejiiik...*
sambil memilih dan memilah buku,
tiba-tiba saja Nono mungut buku kumpulan canda yang bercover patchwork gambar-gambar (yang menurut designernya) merepresentasikan hal-hal yang dianggap lucu.

"Teteh, ini gambar film ya? apa sih itu kan film kartun apa sih?"
kata Nono pada saya.

"Iya, gambar Bart Simpson" jawab saya pendek

"Kalau ini nih...gambar ini?" tanya Nono

"Superman", jawab saya, sambil menyortir buku-buku lain.

"Oh iya yah...superman...Nono mah nanti kalo udah gede mau jadi kaya gini ah"
kata Nono dengan nada ceria

"Oh ya? ih masa mau jadi superman....superman kan pake kolornya di luar..." ---> ti-is mode


dan Nono pun terdiam dengan muka sebal...

Senin, 09 Januari 2012

Modus Operandi Baru....Waspadalahh!!

ada-ada saja kelakuan para lintah pencari pulsa (dan pencari dana, hehe)
masih segar di ingatan soal sms ini atau ini.....menyebalkan yah?

tapi di suatu sore, saya menerima sms sejenis dengan nada sedikit berbeda:


Nenk!! ieu mamah. pake bb batur mamah keur aya masalah d kantor polisi.menta tulung pang nganterkeun cai sa ember. inget cai saember lain pulsa.pulsamah loba. mamah keur ngilu ngising d kantor polisi.caina saat..burukeun ulah seuri..mamah can ombeh yeuh..inget nenk nya, cai sa ember!!..Lain pulsa!!


(buat yang nggak ngerti bahasa sunda, ini terjemahannya :
Neng, ini mama. pakai blackberry orang. mama lagi ada masalah di kantor polisi. minta tolong anterin air satu ember.inget, air satu ember, bukan pulsa. pulsa sih banyak. mama lagi ikut pipis di kantor polisi, airnya habis..cepet..jangan ketawa..mama belum basuh-basuh nih..inget ya Neng, air satu ember!!..Bukan pulsa!! )


lalu di akhir sms itu tertera kalimat: AWAS MODUS BARU.


indeed! it's a new thing...hahaha
saya jadi tertawa sendiri saat membaca sms ini....sungguh betapa slebornya! (LOL)


iseng, saya pun mem-forward sms tersebut pada dua orang teman :D dengan peringatan: AWAS...INI MODUS OPERANDI BARU.....WASPADALAH!!


*belakangan saya tahu, ternyata sms ini ada beberapa versi bahasanya. ada bahasa jawa, bahasa sunda,...ada yang dapat sms sejenis dalam bahasa daerah lain? ;)

Selasa, 03 Januari 2012

A Piece of Babeh's Wisdom

Makan malam.

di keluarga saya, acara makan malam selalu jadi ajang mengakrabkan diri bersama keluarga. Maklum, meskipun tinggal serumah, tapi semakin beranjak dewasa, semua orang nampaknya jadi punya ritme hidup yang berbeda.

dan malam itu, sembari menyantap makan malam sedap buatan ibunda,
seperti biasa, si Babeh 'curcol'. Tapi, curcolnya babeh beda kualitas sama curcol-nya saya, hehehe
kalo curcol saya mah kebanyakan berisi keluhan, kalo curcol babeh...yaah rada berisi dan berkualitas lah hahaha maklum, jam terbang hidup-nya udah banyak.

anyway,
malam itu babeh berbagi soal pengalamannya di kantor,
tapi diantara sekian kalimat yang beliau lontarkan, ada seuntai kalimat yang sangat membekas di benak saya;

"Jabatan..
Jabatan itu ibaratnya baju.
kalau kita pakai baju, kan harus pantes. harus cocok sama kita.
kalau bajunya kebesaran atau kekecilan, kan nggak enak dilihat.
kalau baju yang kita pakai nggak cocok, nggak pantes, pasti kita jadi bahan tertawaan dan omongan orang.
tapi kalo baju yang kita pakai pas, kita tentu akan terlihat lebih cantik atau lebih gagah. orang akan kagum dan kasih penilaian baik...kita harus pintar-pintar memilih,baju mana yang pantas kita pakai"

thanks beh...
anakmu ini baru saja "belajar jadi orang", meskipun begitu, kadang diri ini suka terbawa suasana dan jadi jumawa.padahal, kalau dilihat seksama, diri ini masih keciiiiiiiiil sekali....

Senin, 02 Januari 2012

Setahun Bersama si Kupi....

si Kupi pake plat nomor palsu :D 
1. Dikencingin si Myo

hari pertama si kupi dateng di rumah. baru aja diparkir di garasi. belum juga di-test drive; tiba-tiba si Myo dateng, mengendus-endus.....lalu...cuuuuur!! dia kencingin ban depan si kupi (-_-)* seakan-akan menandai, "ini punya Myo!!"


2. Ditilang Off The Road


belum pernah sekalipun menjajal jalan raya bersama si kupi, tapi secara ajaib saya sudah mendapatkan surat tilang, "hadiah" dari dealer XD

berhubung surat-surat belum beres, jadi si kupi belum punya nomor plat resmi. jadi dikasihlah itu yang dinamakan "plat sementara"......beserta surat tilang. kata dealernya,
"kalo mau dipake ke jalan, bisa aja. nanti kalo ada p***si yang nyetop, kasih aja surat ini"

halah halah halah...

3. 4x, 1x, dan 1x

angka di atas bukan rumus matematika ;p
itu singkatan dari empat kali jatuh; dua kali jatuh ke sebelah kanan dan dua kali jatuh ke sebelah kiri..

tiga diantaranya, jatuh di depan rumah, dalam kondisi motor  SEDANG TIDAK DINYALAKAN...hahaha...very unclassy

sekali jatuh depan GOR Saparua. gagayaan mau belok, malah jatuh. untungnya saksi hidup cuma saya dan orang yang saya bonceng. kalo nggak, mau ditaro dimana ini muka....

sekali ditabrak sesama pengendara motor di perempatan jalan  patrakomala-jalan tongkeng....this is also, very unclassy

sekali nabrak bemper mobil sedan di jalan jakarta..berharap yang punya mobil nggak nyadar tiba-tiba bempernya ada cet warna ungu hahahaha....penjahat...

4. Pak P***si, tolong kembalikan SIM saya

pertama kalinya ditilang (mudah-mudahan juga yang terakhir kali....aamiiiin!). ceritanya mau 'taat prosedur'; nggak tahunya berkas surat tilang beserta SIM saya nggak disetor-setor aja ke Mapolres...jadilah nggak bisa diproses. akhirnya pake 'jalan belakang', manfaatin 'orang dalem'...baru deh SIM saya balik!jangan tanya berapa duit harus saya keluarkan (-_-)*

kalo demen ma aye, bilang aja pak.....ga usah alesan nahan2  SIM saya...huh,..

5. Kesel sama Love Bike

nggak usah heran kalo nggak familiar sama istilah Love Bike, itu istilah memang bikinan saya sendiri. terinspirasi serial populer jaman orang tua saya muda dulu, "Love Boat" *maksa*

Love Bike- motor yang ditunggangi muda-mudi yang memadu kasih di jalan raya. sengaja laju kendaraan dipelankan, jalan ditengah-tengah, ngahalangan batur. berasa dunia milik berdua...yang lain cuma obat nyamuk (-_-)*

......ah mungkin sebenarnya saya cuma merasa iri, tanda tak mampu....

6. Suka refleks pengen nendang

Damri aja punya kode etik, "Sesama DAMRI dilarang saling mendahului",
sayangnya di antara sesama pengendara motor (akhir-akhir ini nampaknya) kode etik itu tidak dihiraukan.
salip sana, salip sini, pepet kanan pepet kiri!
yang penting bisa secepat mungkin sampai di tujuan (-_-)*

nah kalo ada yang macem gini nih,
suka pengen ngomong:
"refleks kaki saya bagus lho....jadi jangan coba-coba bikin saya nervous dengan menyalip saya kanan-kiri atau mepet-mepetin motor saya ya....nanti tiba-tiba kaki saya bisa melayang ke jidat anda"

tapi tentunya saya tidak lakukan,
selain tidak efisien juga bisa mengakibatkan efek samping, hahaha nampaknya saya harus puas hanya dengan image training (istilah bekennya: mengkhayal); bergaya ala Kamen Rider atau Jet Li, melayangkan tendangan tanpa bayangan bertubi-tubi pada orang-orang yang "menganiaya" saya *devil mode*

7. Ketemu Cewek Galak

saya baru tahu ternyata cewek-cewek kalo pake motor suka galak yah.
dia yang nyebrang ga lihat kanan kiri, main terobos aja, giliran saya ngerem mendadak depan dia...eeeh malah saya yang dikata-katai sambil dipelototi dengan mata yang tampak ganas oleh maskara...

numpang beken bersama si Kupi
8. Taman Bermain Kanak-Kanak

disingkat jadi: TK. tapi TK ini isinya bukan anak orang, melainkan anak kucing. begitu si kupi diparkir di garasi aja.....langsung deh anak-anak kucing berlompatan naik. entah main, atau cuma sekedar tidur siang di atasnya :)

9. Main Jetski di jalanan Bandung

Bandung hebat lho.
kalau musim hujan tiba, jalanannya bisa berubah jadi:
sungai,
empang,
dan laut *tertawa miris*

pakai motor matic membelah jalanan bandung di kala hujan, melewati genangan air hampir setinggi ban motor,

"aaaaah....ternyata gini ya rasanya main jetski...."

itulah yang terlintas di benak saya :D

10. Awalnya sih rajin,

seminggu sekali cuci motor, dua minggu sekali dipoles *sindrom pemilik baru* 
tapi entah kenapa, sering banget kejadian selesai cuci motor hujan turun...awet kinclong paling cuma sehari, sisanya buladig, hahahaha alesan "hemat air", jadi si kupi dicuci kalo inget aja...atau kalo mau diajak ke kondangan dan event2 besar lainnya *pamalesan*

maafkan aku, kupi.... m(-_-)m



・G・A・M・A・N・G・

saya sedang merasa gamang,
karena saya baru saja berulang tahun.

sebetulnya, saya termasuk orang yang tidak merayakan ulang tahun;
karena buat saya, ulang tahun itu sama dengan berkurang jatah hidup saya di dunia fana ini *tsaaaah...bahasanya...*

apalagi, kini umur saya menjadi twenty-something *embung eksplisit, hehehe* dan sebentar lagi saya akan 'diwisuda'dari liga para lajang berusia dua puluhan.

karena itulah saya gamang (mungkin saya sedang memasuki fase tante labil, hahaha)

entah kenapa,
tahun ini saya tidak terlalu 'excited' menghadapi hari lahir saya. ada hikmahnya juga nggak punya kalender, jadi ada alasan "lupa hari dan lupa tanggal" *ngeyel.com*

tapi.....
biasanya, semalas apapun, dan bagaimanapun saya tidak merayakan ulang tahun,
pagi hari, di hari jadi saya, saat menemukan sms bernada selamat ulang tahun,
senyum dapat merekah di wajah saya; yang mungkin masih ber-iler dan belekan, da baru bangun tidur tea XD

tapi pagi ini,
ketika saya menemukan sms bernada 'selamat ulang tahun'di hape saya,
seketika saya merasa mellow....entah kenapa saya tidak bisa tersenyum.
saya merasa gamang.

saya merasa belum lebih baik dari diri saya tahun kemarin

kuliah belum kelar,
kerjaan belum mapan,
belum lagi masalah percintaan *curcol*

plus,
saya lagi bokek berat
gigi saya berlubang, akibatnya kalau dipakai makan berasa ada orkes dangdud nyut-nyut-nyut di mulut
lalu, target saya buat ikut sidang di penghujung 2011 tidak tercapai *emang salah sendiri sih...*

ulangtahun nan kelabyuuuuu~

dan saya pun dengan suksesnya merasa gamang di hari ini.

aaah...
maafkan aku teman,
jika sms ulangtahunmu terlambat kubalas
maafkan aku teman,
jika kau telpon daku tak kuangkat,

sungguh,
aku berterima kasih atas doa-doa yang kalian kirimkan,
tapi...

ya itulah.
saya sedang labil
dan sedang gamang.

saya sedang tidak dalam mood untuk merayakannya bersama kalian

mungkin saya terlalu banyak menjejali pikiran saya dengan hal-hal yang tidak penting.
mungkin saya terlalu banyak 'berpikir tentang hidup'..

saya jadi teringat,
beberapa tahun lalu, persis di hari ini;

pagi hari saya terbangun,
di saat teman-teman saya masih memejamkan mata dan masih berkelana di alam mimpi,
saya terbangun sendiri.

saya ambil buku catatan kecil dan mulai menggoreskan kata-kata di atas kertas,

SEMU.
hanya itu yang dapat kuucap saat bayangan adegan-adegan sebuah drama yang disebut kehidupan tertangkap oleh biji mataku.

jantung yang berdegup,
suatu hari akan berhenti juga jika ia sudah mulai lelah,
walaupun jarum jam akan terus berputar dan berdetik.

orang-orang yang pagi ini bangun, menguap, lalu beraktivitas
berjalan berlalu-lalang dengan irama khas ritme kehidupan mereka,

sadarkah mereka,
bahwa mereka mungkin hanya semu saja.
suatu waktu dapat tiba-tiba saja menghilang, tanpa mereka sadari.

Lalu, bagaimana dengan rasa, asa, dan jiwa sebagai immaterial,
apakah mereka SEMU juga?

beberapa mungkin akan berkata,
meskipun mereka immaterial, mereka tetap NYATA.

beberapa mungkin akan berkata,
mereka SEMU, MAYA,
karena secara empiris tidak terbuktikan.

sekarang katakan,
apakah NYATA itu?
apakah NYATA berarti bisa kau rasa, raba, dan pandang?
atau,
tanpa itupun NYATA jua?

lebih dekat lagi,
apa mata itu, hidung itu, tangan, kaki, jantung yang berdegup,
darah yang mengalir,
semuanya nyata? atau hanya semu belaka?

lalu tawa itu, bahagia, sepi, marah, sedih, takut, damai, hangat, dingin, semua nyata? atau hanya semu belaka?"
















* ternyata, meskipun beberapa tahun telah berlalu sejak saya menggoreskan kata-kata itu,
GAMANG itu masih tetap ada....

Kamis, 29 Desember 2011

Playboy Cap Duren Tiga

akhir-akhir ini teman saya yang mengajar di SMA, -tempat dimana para daon muda berkumpul- punya kebiasaan baru.

akhir-akhir ini,
kalo saya tanya dia,

[lagi ngapain cuy?]

maka dia akan menjawab,

[lagi parkir]

kalo saya jawab lagi dengan heran,

[hah? parkir?]

dia akan dengan santai menjawab,

[iya, parkir di hatimu]

*utah-uger*

atau, pernah dia tiba-tiba saja mengirim pesan pada saya,

[pinjem duit dong....seribu aja]

dan saya balas,

[serebuuu??]

dia akan kembali melancarkan jurusnya,

[iya, buat parkir di hatimu]

*jedot-jedotin kepala*

lain waktu, dia bercerita pada saya,

[lagi latihan futsal nih]

saya balas,

[Tumben?]

dia jawab,

[iya, biar bisa dribble n passing cintaku ke hatimu :) ]


*ongkeg*


hadooooooh....apa kata duniaaaa
kalo orang seumur dia masih sms-an begitu sama sayaaaa..

saya memang memproklamirkan diri saya sebagai seorang melancholic-romantic tomboy,
tapi kalimat-kalimat bernada begitu terasa SUPER CHEESY buat saya...keju beneran mah enak, tapi yang begini mah bikin eneg (~_~)"

selidik punya selidik,
ternyata dia "belajar" kata-kata begitu dari muridnya (LOL)
berhubung dia (konon) populer -self proclaimed- dan banyak digodain muridnya dengan kalimat sejenis,
maka dia pun berinisiatif untuk "meniru" gaya bahasa ala anak muda itu, dengan motif untuk meng-counter attack serangan para murid yang keberaniannya (entah) patut (entah tidak) diacungi jempol.. *halah*halah*halah*

dan saya, didaulat menjadi "tembok derita" tempatnya berlatih menggembel dan menggombal (#_#)
(you owe me big time, mate....)

maka dari itulah,
ketika malam ini sms sejenis darinya kembali hinggap di inbox saya,
satu saja counter-attack yang saya kirimkan padanya:


[selamat!! anda telah lulus dan sukses menjadi playboy cap duren tiga!!!]

Selasa, 15 November 2011

Transfer Gaib

pagi hari.

mata saya masih berasa lengket akibat begadang semalam. terngiang-ngiang lagu bang oma, "begadang jangan begadaaaaaang~...."

hush.
bukan itu yang ingin saya bicarakan kali ini.
marilah kita kembali ke jalan yang benar.


pagi hari.

handphone saya bergetar ajojing, menandakan bahwa ada sms mendarat di inbox. masih setengah ngantuk, saya pencet tombol view, dan tersajilah pesan dari pengirim bernomor +6282193782147:

"Uangnya di kirim ke Rek BNI A/N. prima energy rek 022-951_5515. Sms saja kalau sudah di kirim."

huh?
huuh??
huuuuuuh??

kirim uang?
prima energy?
siapa pula ituuuu....

setengah ngantuk,
"ah...salah kirim sms kali"
sambil kembali membenamkan kepala dalam bantal.

berselang lima menit kemudian,
handphone saya kembali bergetar ajojing, kali ini mendarat sms dari nomor +6282191746518, kembali menyajikan isi yang sama:

"Uangnya di kirim ke Rek BNI A/N. prima energy rek 022-951_5515. Sms saja kalau sudah di kirim."

lagi-lagi nomor saya jadi 'korban' pelecehan pulsa...hahahaha...ada apa sih dengan nomor saya ini??
teringat beberapa minggu lalu,
saat seorang teman datang berkunjung saya bercerita tentang manusia tak sopan yang mengirim sms pada saya ke nomor ini, juga tentang sms yang bernada minta dibelikan pulsa *plis deh..hari gini masih pake modus operandi begitu...*
teman saya bercerita mengenai sms 'transfer gaib' persis yang saya terima. konon katanya jika anda dapat sms seperti itu, jangan dibalas. katanya, kalau dibalas pulsa anda akan tersedot habis. betulkah?
tidak tahu juga.

saya sedang tidak dalam kondisi kebanyakan pulsa,
juga tidak dalam mood untuk kembali mengisengi si pengirim sms itu.

setengah mengantuk,
saya mendengus pelan lalu kembali membenamkan kepala dalam bantal
dan menarik selimut menutupi badan,
berharap jika terbangun nanti tiba-tiba saja jumlah rupiah di rekening pribadi bertambah, hasil dari transfer gaib tadi....hahahahaha

khayal....








*buat yang merasa tersinggung nomor hape-nya terpajang disini,
jangan marah dong....salah sendiri nge-sms saya nggak pake 'metode unknown sender' ;p



Senin, 14 November 2011

...by it's cover

penampilan luar memang bukan yang UTAMA, tapi selalu jadi yang PERTAMA saat menilai seseorang.

waktu SMA dulu, saya menjadi anggota Majelis Perwakilan Kelas (MPK). Semacam organisasi 'pengimbang' osis. Kalau para pengurus OSIS adalah presiden-nya sekolah, maka para anggota MPK adalah anggotan DPR (yeah, right..)
pada saat acara 'serah terima' pengurus osis lama ke pengurus baru, baik seluruh anggota OSIS maupun MPK diharuskankan hadir dalam prosesi tersebut. (sialnya) hari itu saya memakai baju seragam 'cadangan', alias baju seragam yang nggak bakal saya pakai kalo nggak kepaksa banget.

Sekolah saya mengharuskan setiap siswa memakai atribut lengkap di seragamnya, mulai dari badge OSIS yang terjahit di saku kiri, nama siswa yang terjahit di dada kanan, badge nama sekolah yang terjahit di lengan kanan, lencana sekolah yang biasanya disematkan di kerah baju sebelah kiri, dan ikat pinggang hitam yang kepalanya 'berhiaskan' lambang sekolah; jika dipakai harus terlihat hitamnya dan terlihat kepala ikat pinggangnya.

Nah, hari itu kebetulan saya kehabisan seragam, dan terpaksalah saya pakai seragam cadangan. badge serta nama yang berada di seragam itu semuanya tempelan, dilekat menggunakan double-tape. hanya ujung-ujung badge saja yang kebetulan sudah dijahit tangan dengan benang.

prosesi pergantian pengurus osis tengah berlangsung. saya baris di paling belakang, nyadar diri pakai seragam nggak sesuai aturan, hahaha tapi...sayangnya saat itu tiba-tiba saja sang wakil ketua MPK, yang mana pada saat itu adalah kecengan saya *nggak penting* berbaris di sebelah saya. dia melirih seragam yang saya pakai,
"seragamnya bagus ya....kayanya di sini (sambil menunjuk badge nama sekolah di lengan kanan) bisa nyimpen pulpen nih"

saya melirik lengan kanan saya, dan...
ohmaigad.....
badge itu sudah 'melongo', tempelannya lepas dan putus asa bergelantungan pada sedikit jahitan di ujungnya saja. tahu tempelan kain kecil (saya nggak tahu namanya) yang suka ada di pinggang rok atau celana, yang suka dipakai untuk menyelipkan sabuk/ ikat pinggang? nah seperti itulah kondisi badge yang ada di lengan kanan seragam saya.

malu?
lebih dari itu. ditegur sama kecengan gitu loh~ 

nah sejak itulah, saya 'kapok' berseragam tidak sesuai aturan. kebiasaan ini tanpa sadar terbawa setiap saat saya mengenakan seragam sekolah, walaupun saya sudah tidak 'bercokol' lagi di MPK. bahkan gilanya, sewaktu saya duduk di kelas 3 IPS, kelas yang terkenal dengan 'kebrutalannya', saya dinobatkan sebagai 'siswa berbaju ter-rapih' berdasarkan survey dari teman-teman sekelas hahahahaha

3 tahun berlalu dan saya pun akhirnya resmi menjadi seorang mahasiswa PTN. jaman saya dulu, masih ada namanya 'ospek' fakultas, yang dikamulflase dengan nama kegiatan 'pengenalan fakultas' (yeah, right...)
anyway, selama masa ospek ini, kami para Maba,  mahasiswa bau baru diharuskan memakai seragam SMA selama seminggu.
secara ajaib saya berakhir menjadi salah satu kandidat ketua angkatan *bukan nyombong hahahaha* ketika belakangan saya tanya teman-teman mengapa memilih saya, "penampilan kamu meyakinkan...seragam rapih...ekspresi tegas.."

padahal, asal tahu saja,
seragam---> akibat dari teguran senior kecengan saya dulu
ekspresi----> nggak ambil pusing 'omelan' para senior yang marah-marahin (atas nama mengetes mental calon ketua angkatan); saya tahu mereka pura-pura (yah walopun ada juga sih yang serius), dan kebanyakan omongan mereka nggak substansial. jadilah omongan mereka sekedar masuk kuping kanan keluar lewat kuping kiri hahahaha

setelah itu, ibaratnya lepas dari mulut harimau lalu jatuh ke mulut buaya *berlebihan*
ospek fakultas terlewati, dan tibalah ospek jurusan; dengan berkedok istilah 'masa bimbingan'. (lagi-lagi) jaman saya dulu, selama mabim yang berlangsung sebulan penuh, para maba diharuskan memakai baju dengan aturan tertentu:
perempuan---> pakai kemeja, rok panjang semata kaki, bukan bahan jeans, sepatu tertutup.
laki-laki---> pakai kemeja, celana panjang bukan jeans, sepatu tertutup.
dengan kata lain, seragam dalam bentuk berbeda.
nggak ada pilihan lain, berhubung begitu aturannya dan saya masih polos nurut aja sama senior, saya berakhir berpenampilan tidak jauh berbeda dengan masa SMA dulu.

akhirnya mabim pun berakhir.
satu hal yang paling menggembirakan buat saya adalah: TERBEBAS DARI SERAGAM
yaaaaay~
hari pertama kuliah setelah berakhir mabim, dengan bangga saya memakai seragam kebangsaan saya saat berangkat kuliah:
kemeja lengan panjang, celana jeans nyaris belel, dan.......sendal gunung WAHAHAHAHA...

tahu komentar teman sekelas saya?
"ampun deh mit.....mending liat lu pas ospek dulu...pake seragam rapih, atau pake rok gitu..kesannya tuh lu pendiem, feminin...(dan blah blah blah) ternyata yah, lu tuh tomboy...bawel....kagak ada anggun-anggunnya dah..."
reaksi saya?
"lah...saya kan nggak pernah memproklamasikan diri saya seperti itu, salah sendiri menilai saya dari apa yang saya pakai" ----> tentu saja ini cuma ucapan dalam hati, hahaha

sekali lagi,
nampaknya memang benar penampilan luar ternyata memang selalu jadi tolak ukur pertama dalam menilai seseorang,
walaupun sesungguhnya (terkadang) penampilan itu menipu *hahahaha*

dan kiranya betul adanya, jika orang tua dulu bilang:

"don't judge a book by the cover"

*nggak tahu juga ini orang tua siapa yang bilang begini*


jadi, janganlah anda terlena oleh penampilan seseorang...
waspadalah..
waspadalah...!!

in my room

once,
someone asked me about my favorite place.
and i simply said, "my room"

kamar saya kecil, cuma seukuran 300cm x 270cm (lebih sedikit lah...sedikiiiit banget)

kamar saya beratap tinggi, tidak berlangit-langit.
bentuknya miring, mengikuti kontur genteng yang terpasang di atas rumah.

saya suka kamar saya yang beratap tinggi,
karena membuat kamar saya yang mungil ini berasa lega
dan saya suka memandang garis-garis sambungan triplek penutup atap saat saya merebahkan badan di atas kasur menjelang tidur,
atau noda di ujung tembok kamar,
hasil kreasi air hujan yang merembes dari tembok tetangga.

kamar saya punya dua jendela besar.
yah tidak besar-besar amat sih sebetulnya.
tingginya sekira 160cm dengan lebar sekira 90cm.
tidak ada gordyn (atau orang sini bilang: korden) menempel disana.

saya alergi pada debu yang sering hinggap dan menetap di gordyn atau vitrase yang menempel disana (atau, sesungguhnya saya terlalu malas untuk mencucinya secara rutin saja..hehehe)
sebagai gantinya,
horizontal blind terpasang disana (atau, orang sini bilang: krei)

saya suka saat pagi dan siang hari,
saat sinar matahari menembus sela-sela krei
dan sinar lembutnya menerpa lantai kamar saya yang berwana putih,
atau menggambarkan semburat garis cahaya di dinding kamar yang berlapiskan wallpaper berwarna kuning keemasan

hey, jangan salah....saya bukannya sok gaya berlebihan uang dengan melapisi dinding kamar dengan wallpaper...
tapi, ini rahasia yah, ternyata melapis dengan wallpaper lebih ekonomis dibanding meleburnya dengan cat tembok ;)

dan saya suka,
saat angin berhembus sepoi-sepoi dari balik jendela
membuat suara lucu saat menerjang krei yang saya pasang di jendela itu.
seperti suara logam tipis, aluminium foil diguncang perlahan,
"srik...srik...srik..."

kamar saya berlantai keramik putih,
dengan sedikit semburat abu-abu tertera disana.
kusen dan pintu kamar terbuat dari kayu,
berwarna coklat seperti cappucino :)

kamar saya tidak 'flashy' beraneka warna.
putih, kuning-keemasan, coklat tua.
itulah warna-warna yang menghiasi kamar saya.

tapi saya suka,
perasaan sejuk saat saya duduk di lantai siang hari
juga perasaan segar saat lantai baru saja selesai  di pel
dan perasaan hangat di malam hari
saat lampu neon berpendar menyinari ruang kamar

kamar saya sempit,
segala barang tumplek disana.
baju, buku-buku, koleksi film, koper, plastic container berderet-tumpuk, speaker portable, backpack,...

meskipun begitu,
saya suka kamar saya.
karena kamar saya, adalah 'dunia' kecil milik saya sendiri

dimana tembok, jendela, kusen, lantai, krei, buku dan segala macam barang yang tumplek disana menjadi saksi hari-hari saya,

juga saksi saat saya menulis catatan ini :)

tempat dimana ide-ide hebat (dan juga ide-ide yang tidak terlalu hebat hehehe) lahir disini,

tempat dimana saya menuangkan kata-kata yang berjumpalitan abstrak di dalam kepala
menjadi sesuatu yang nyata,
yaitu rangkaian huruf yang menjadi kata
yang hadir di hadapan anda sekarang ini :)


yaah...
meskipun malam hari saya harus bersabar dengan dengung suara nyamuk yang ikut-ikutan menjajah teritori saya,
(gara-gara salah satu jendela saya jebol nggak bisa ditutup rapat)
dan terbangun dengan bintik-bintik merah di sekujur tubuh,

atau saya terkadang sakit perut dan masuk angin akibat terlalu lama duduk di lantai
atau tertidur dengan posisi kepala tepat berada di bawah jendela (membiarkan diri saya berada tepat di jalur hembusan angin)

atau kadang mata saya harus merem-melek gara-gara listrik ngadat membuat lampu neon -- satu-satunya penerangan di kamar saya tidak mau nyala,
akibatnya esok paginya kepala saya cenut-cenut dan mata sembab gara-gara semalam memaksakan diri menatap monitor komputer personal dalam kondisi kamar gelap gulita,

but still,
i love being in my room.
afterall,
it's a little universe of my own :)

Secarik Kertas Tentang Ayah

lagi iseng nyari software gretongan di forum lokal, 
malah nyasar ke thread ini ^^;
tapi berhubung tulisannya bagus, jadi saya bagi deh disini ;)

 Ssst..tau gak siii ..? ternyata ayah itu MENAKJUBKAN!!!!

Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya,
menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun - dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

Ayah hanya menyuruhmu mengerjakan pekerjaan yang kamu sukai.
Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil,
tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.
Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.
Ayah selalu tepat janji!

Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain
dengan teman-teman mereka karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil
mereka.

Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu),
tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.
Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan
bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskanya.

Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.
Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia
tampak lucu dan menyayangi.

Ayah akan selalu memelihara janggut lebatnya, meski telah memutih,
agar kau bisa "melihat" para malaikat bergelantungan di sana dan agar
kau selalu bisa mengenalinya.
Ayah selalu senang membantumu menyelesaikan PR, kecuali PR matematika
terbaru.
Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup
Ayah benar-benar senang membantu seseorang... tapi ia sukar meminta
bantuan.
Ayah terlalu lama menunda untuk membawa mobil ke bengkel, karena ia
merasa dapat memperbaiki sendiri segalanya.

Ayah di dapur.
Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah.
Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia
sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan
rumit itu.
Dan hasilnya?... .mmmmhhh..." tidak terlalu mengecewakan" ^_~

Ayah sangat senang kalau seluruh keluarga berkumpul untuk makan
malam...walaupun harus makan dalam remangnya lilin karena lampu mati.
Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk
membuatmu senang tapi tidak takut.

Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.
Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan
tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.
Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau
memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan
rasa tidak setujunya.
Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal
menunggumu di depan rumah dengan sepeda tuanya, untuk mengantarkanmu
di hari pertama masuk sekolah

AYAH ITU MURAH HATI.....
Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang
kamu butuhkan.... .
Ia membiarkan orang-orangan sawahmu memakai sweater kesayangannya. ....
Ia membelikanmu lollipop merk baru yang kamu inginkan, dan ia akan
menghabiskannya kalau kamu tidak suka.....
Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin
bicara...

Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester,
meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya....
Bahkan dia akan senang hati mendengarkan nasehatmu untuk menghentikan kebiasaan merokoknya.. ..
Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu....

Ayah akan berkata ,, tanyakan saja pada ibumu"
Ketika ia ingin berkata ,,tidak"
Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam
ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin
Dan diapun hampir tidak pernah marah,
kecuali ketika anak lelakinya kepergok menghisap rokok dikamar mandi.
Ayah mengatakan ,, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko
asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan"

Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan
sesuatu persis seperti caranya....
Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri....
Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau
meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak
akan pernah bisa melepaskannya.

Ayah mengira seratus adalah tip..
Seribu adalah uang saku..
Gaji pertamamu terlalu besar untuknya...
Ayah tidak suka meneteskan air mata ....
ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama
kalinya,dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya
(ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)

ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa
takutmu...ketika kau mimpi akan dibunuh monster...

Kalau tidak salah ayah pernah berkata :
" kalau kau ingin mendapatkan
pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak,
tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya.
begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,
jika kau ingin
mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya"

Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan:
"jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu,
berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku,
daripada apa yang yang telah ku beri padamu"

Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan :
" jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak!
laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah,
tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu"

Ayah bersikeras,bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik
daripada kamu dulu....
Ayah bisa membuatmu percaya diri...
karena ia percaya padamu...
Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba
melakukan yang terbaik....
Dan terpenting adalah...
Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan
membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena
diapun mencintaimu karena cintaNya.

Sabtu, 10 September 2011

Surat Untuk Adik

De,
pagi ini mamang cerita kabar yang mengejutkan sama teteh.
katanya bulan depan ade mau nikah.

ternyata adik teteh sudah menginjak usia itu ya :)

kalau teteh ingat-ingat de,
usia ade belum lagi menginjak usia dua puluh.
belum kerja, dan lagi belum pandai melakukan pekerjaan rumah tangga.
calon suami ade masih kuliah. masih tergantung secara finansial pada orangtuanya.
kalian berdua masih sangat sangat sangat sangat muda.

teteh mengerti,
ade nggak mau lebih lama lagi dipisahkan dari si dia ;)
kalau dia memang jodohmu de,
teteh hanya bisa berdoa.
semoga dia memang orang yang dipilih-Nya untuk ade.

De,
teteh jadi teringat obrolan dengan seorang teman lama beberapa hari lalu.
teman teteh itu bilang, kebanyakan perempuan itu 'terlena' pada seremonial pernikahan (dengan kata lain, event/ acara resepsi pernikahan) itu sendiri.
terhanyut dalam romansa acara dimana pengantin didudukkan (atau disuruh berdiri berjam-jam, hehehe) di pelaminan.

teman-teman dan keluarga berkumpul untuk memberi ucapan selamat.
hari bahagia dimana pengantin perempuan dan laki-laki akhirnya diberi status yang jelas secara agama maupun catatan sipil *ehm*
tamu-tamu semua sumringah sambil menyantap hidangan, teman-teman berkumpul sambil bernostalgia kisah masa lalu.

yaaah..teteh juga mengalami sih masa-masa seperti itu. masa-masa dimana teteh ingin banget segera menikah; 
membayangkan kebahaggiaan dan keriaan saat dilangsungkan upacara pernikahan. setelahnya hidup terbayang begitu manis;
masa-masa indah dimana tiap hari bisa ketemu si dia, memandang wajahnya ada di samping saat teteh membuka mata di pagi hari *ahem*
juga sempat ngiri ketika teman-teman terdekat satu per satu sudah 'wisuda' dari dunia para lajang
*iri tanda tak mampu, hihihihi jangan ditiru yaa*

De,
meskipun di usia ini teteh masih memilih untuk sendiri, bukan berarti teteh anti menikah. teteh ingin menikah juga suatu hari nanti. hanya saja, ketika sudah mencapai usia teteh sekarang, rasanya pola pikir teteh sedikit berubah. mungkin karena masa alay teteh sudah berakhir, hahahaha

De,
ketika sudah mencapai usia ini,
bagi teteh menikah bukan sekedar masalah menyatukan perasaan tapi juga perlu disertai dengan alasan logis. menikah bukan sekedar menikmati romansa seremonial upacara pernikahan, tapi juga ada kehidupan nyata yang harus dihadapi setelah upacara itu selesai.

De,
menikah itu, menyatukan dua kepala;
kepala-nya si perempuan dan kepala si laki-laki. rambut boleh sama hitam, tapi isi kepala kan beda-beda.
belum lagi masalah menyatukan dua keluarga yang latar belakangnya mungkin saja jauh berbeda.
situasi yang sangat-sangat rawan menimbulkan konflik; kalo ade nggak pinter-pinter beradaptasi dan mengelola perbedaan tersebut.

menikah itu De,
sama halnya dengan 'membeli' tiket kedewasaan.
orang dewasa itu harus mandiri. sanggup bertanggung jawab pada diri sendiri dan bermanfaat bagi orang lain.

buat yang laki-laki, menjadi seorang suami adalah menjadi imam bagi keluarga. jadi pemimpin. ibaratnya jadi 'direktur' dari sebuah perusahaan yang bernama 'keluarga'.
buat yang perempuan, menjadi seorang istri berarti pengabdian pada suami, belum lagi kelak jadi ibu; guru pertama bagi anak-anak, dan jadi 'manajer' perusahaan yang bernama 'rumah tangga'.

jadi orang dewasa itu nggak selalu enak.....
banyak banget konsekuensi dan tanggung jawabnya ;)
siapkah ade menjadi orang dewasa?
yang bukan hanya sanggup mengurus diri sendiri, tapi juga mengurus suami dan anak yang kelak hadir di antara kalian.
belum lagi mengurus orang tua, yang kini bukan hanya dua; tapi jadi empat orang..
(setelah menikah kan nggak ada istilah 'mertua', orang tua dia adalah orang tua ade juga. orangtua ade pun, adalah orangtua dia juga)

De,
teteh percaya setiap orang dilahirkan dengan membawa rizki-nya masing-masing; dan dengan menikah (secara sederhana) bisa dibilang menggabungkan rizki dari dua orang manusia. rizki ade dan rizki suami ade. kalau kita pakai persamaan sederhana, seperti 1+1=2. rizki kalian adalah angka 2 itu.
teteh ingin percaya, masalah ekonomi dan finansial bukan halangan bagi seseorang untuk menikah. tapi hey, semua itu tidak serta-merta jatuh dari langit kan? ada komponen ikhtiar kita di sana. 

ketika menikah de,
ada kewajiban suami untuk menafkahi istri. itu hukum mutlak yang nggak bisa ditawar-tawar.
sudahkah calon suami ade merintis jalan ikhtiar itu?
bukan bermaksud jadi matre De....tapi kita nggak bisa menutup mata,
bahwa hidup berumah tangga itu nggak cukup hanya bermodalkan cinta.
banyak pasangan yang awalnya mesra luar biasa, ternyata rumah tangganya berakhir dengan pahit hanya karena masalah finansial.

De,
pada dasarnya teteh nggak anti pada pernikahan di usia muda.
teteh sekedar berbagi cerita dan berbagi pandangan.

De,
pernikahan sudah di depan mata; siap-siap ya....
eits, maksud teteh bukan menyiapkan masalah resepsi. biarlah masalah itu ditangani oleh orang yang lebih ahli :)

tapi lebih kepada persiapan diri.

siap-siap kalo ternyata kehidupan setelah menikah, lebih baik dari yang dibayangkan.
jangan lupa bersyukur...karena manusia itu ternyata lebih lalai bersyukur saat dia diuji oleh kebahagiaan dan kelapangan.

siap-siap juga kalo ternyata kehidupan setelah menikah, tidak sama dengan apa yang ade bayangkan.
tetaplah bersyukur...yakinlah bahwa kita tidak diuji oleh sesuatu yang kita tidak sanggup melaluinya.

De,
teteh tahu, sebagai seorang kakak teteh juga tidak banyak membimbing dan membantu.
apalagi dalam hal ini.....tapi sebagai orang yang lahir duluan, boleh kan teteh sedikit berucap-ucap? ;)
mungkin hanya sekali ini De....dan ini mungkin yang terakhir.
karena setelah hari itu, De,
ade sudah menapaki jalan yang benar-benar berbeda dari jalan ade hari ini.
pada saat itu, mungkin saja ade telah menjadi orang yang lebih dewasa dibanding teteh :)


semoga segalanya berjalan lancar ya De,


doa teteh selalu bersamamu.






Sabtu, 03 September 2011

ありあまる富

bokura ga te ni shiteiru tomi wa mienai yo




siang ini,
saat mp3 saya mengalunkan lagu ariamaru tomi-nya shiina ringo
sebaris kalimat pendek dari lagu itu seketika saja mengena di telinga dan hati saya.

bokura ga te ni shiteiru tomi wa mienai yo
kita tidak dapat melihat kekayaan yang sesungguhnya telah berada dalam genggaman

saya teringat obrolan dengan teman lama saya semalam,
yang intinya adalah terkadang kita tidak menyadari betapa bernilainya seseorang (atau, banyak orang) yang hadir dalam hidup kita.

"orangtua"
"keluarga"
"teman-teman"
"rekan-rekan kerja"
"sahabat"
"kekasih hati"

ketika mereka berada di sisi kita,
kita cenderung beranggapan itu adalah hal yang wajar.

hal-hal kecil (bahkan hal-hal besar) yang mereka lakukan untuk kita,
kita anggap sebagai hal yang wajar mereka lakukan,
karena mereka terikat 'status bawaan' mereka terhadap kita: sebagai orangtua, keluarga, teman, rekan kerja, sahabat, atau kekasih.

teman saya memberikan contoh yang sedikit ekstrim (hehehe)
"kalo gue pusing rempong ngerjain tugas kuliah, wajar dong lu juga ikut pusing...kan lu pacar gue"

tapi setelah itu,
sudahkah kita ucapkan satu kata itu padanya?

atau contoh lain,
saat kita lagi ngerasa down banget, putus cinta, stres dan lain-lain..
ingin curhat, ingin melepas penat. lalu kita menelpon seseorang di ujung sana. meluapkan semua, dan menjadikannya 'tong sampah' pribadi kita.

sudahkan kita ucapkan satu kata itu padanya?

cerita lain dari teman saya,
yang setiap bulan disuruh bayar cicilan ke koperasi kantor oleh orangtuanya. awalnya dia berpikir, "ko gini sih....pake ngutan-ngutang segala sama koperasi"
tapi kemudian dia tahu, dengan utang itulah orangtuanya menyekolahkan dia dan adik-adiknya, bersusah payah mencukupi kebutuhan hidup keluarga.

sudahkan kita ucapkan satu kata itu pada mereka?


sebuah kata: 

T  E  R  I  M  A   K  A  S  I  H


sering kita lupa mengucap satu kata itu: TERIMA KASIH

mereka,
adalah kekayaan yang sesungguhnya telah berada dalam gengaman tangan kita selama ini.

sudahkah kita berterima kasih atas kekayaan yang kita punya?

gajah di pelupuk mata tak nampak, tapi semut di seberang pulau terlihat

seperti itulah sering kita perlakukan mereka.
hal-hal yang mereka lakukan untuk kita,
we take it for granted.

tapi sebentar saja kita merasa tak lagi diperhatikan oleh mereka,
atau mereka sempat menolak permintaan mereka,
atau kita merasa kecewa pada mereka,

itu akan selalu kita ingat,
bahkan lebih parah, kita kunci dalam hati.

dan kembali kita lupa untuk mengucapkan satu kata itu:
T  E  R  I  M  A   K  A  S  I  H



berterima kasih,
bukan sekedar "saya telah menerima apa yang kamu kasih"
bukan sekedar formalitas "terima kasih atas bantuanmu"

berterima kasih adalah bersyukur atas kekayaan yang DIA simpan dalam genggaman tangan kita.

sudahkan kita bersyukur?

duapuluh jaripun, tak cukup buat menghitung seberapa banyak kekayaan yang ada dalam genggaman tangan kita.
tahukan sesungguhnya DIA bisa dengan mudahnya kembali mengambil kekayaan itu?

karena itu, jangan lupakan sebuah kata itu, kawan...

hari ini,
mari kita masukan sebuah kata itu dalam kamus hidup kita:

T  E  R  I  M  A   K  A  S  I  H

Senin, 29 Agustus 2011

coklat dan kue lebaran



saya dapat coklat.
coklat kecil buatan tangan yang dibungkus plastic wrap.
sebetulnya saya kurang suka makanan manis.
meskipun begitu, itu salah satu coklat terenak yang pernah saya makan seumur hidup.

lalu hari selanjutnya saya dapat kue lebaran.
tidak banyak memang, dua toples kecil saja.
kue keju, dan kue (nggak tahu apa namanya) yang ujungnya dicelup coklat.
dibungkus indah dalam kotak beranyam warna hijau.
meskipun begitu,

kue itu istimewa buat saya.

coklat dan kue lebaran itu,
pemberian orang-orang dari kelas bahasa asing yang saya pegang saat ini
pemberian yang bagi orang lain sepele,

"ah..cuma coklat sebiji doang.."
"mau kue lebaran mah banyak, dimana-mana juga dijual"

tapi tidak demikian bagi saya.

justru hal sepele seperti itulah yang bermakna,
walaupun banyak orang cenderung melupakannya.

saat kamu memasak, melelehkan coklat, mencetaknya, dan membungkusnya satu per satu
pastilah kamu sudah pikirkan dengan siapa saja coklat itu akan kamu bagi.

saat kamu memilih, membeli kue-kue dalam toples, lalu membungkusnya,
pastilah kamu sudah pikirkan dengan siapa saja kue itu akan kamu bagi.
belum lagi kamu sudah bersusah payah membawanya.

saat kita ingin berbagi,
bukankah kita cenderung ingat untuk berbagi dengan orang yang kehadirannya bermakna bagi kita?
bukankah kita cenderung ingat untuk berbagi dengan orang yang kita rasa dekat di hati?

saya tidak bermaksud narsis atau apalah itu istilahnya
untuk berani berpikir bahwa saya adalah orang yang kehadirannya bermakna bagimu, 
juga dekat di hatimu

tapi...

"terima kasih"

mungkin cuma sepatah kata itu yang bisa meluncur dari mulut saya.
saya memang tak pandai berekspresi, dan berkata-kata.

so,
"THANK YOU"
for thinking of me :)

Minggu, 21 Agustus 2011

geje stadium II




(mencoba berpikir positif)

mungkin ia hanya takut kehilangan peran.
karena itu selalu berkesan 'mengekang' dan mengikat, tak ingin kami jauh

mungkin mereka hanya ingin berkeluh kesah dan ingin didengarkan,
sekedar meringankan beban di pundak dan melepas penat di pikiran





(pikiran negatif sedang muncul)

tapi 'tong sampah' ini sudah penuh. 
jika dipaksa untuk dijejal-jejali, 
semua isinya akan tumpah berantakan. 
mengotori sekitar dan mungkin kehilangan fungsinya sebagai tempat penampung sampah.





(setelah keluar dari wc)

ternyata 'sampah' itu perlu dikeluarkan bersama sisa-sisa metabolisme tubuh lainnya. walaupun tidak menyelesaikan akar masalah, 
tapi berdiam di tempat itu, 
tidak memikirkan apa-apa selain bagaimana mengosongkan isi perut 
untuk sementara ini cukup mujarab meringankan isi kepala 
*dan tentu saja isi perut*




10年後の君へ

Tahu?

sebetulnya sudah lewat sepuluh tahun (bahkan lebih) sejak pertamakali kita bertemu :)

"karena ingin pergi ke jepang" 
begitu jawaban standarmu ketika ditanya kenapa pilih mendaftar di jurusan ini..hahahaha naif memang, 
tapi hey,cita-cita memang harus digantung setinggi langit bukan?

yaaah...kita sama-sama tahu.
(mungkin) sesungguhnya kamu tidak sengaja "terjebak" di sini.
apaboleh buat jika ternyata kamu ternyata "hanya" diterima di pilihan kedua, bahkan ketiga.
apaboleh buat jika ternyata tidak ada jurusan lain yang bisa kamu pilih, karena kamu "cuma" lulusan IPS (itu mah saia, hahahaha)
apaboleh buat jika ternyata kamu pikir lebih praktis melanjutkan saja apa yang telah kamu pelajari semasa SMA dulu, karena kamu dulu jurusan bahasa

tapi....tak sedikit darimu yang memang memilih untuk mempertaruhkan masa depan dengan menaruh jurusan ini di pilihan pertama 
dan selamat, kamu lulus \(^o^)/  

menyesalkah?

sekarang, setelah (lebih) dari sepuluh tahun berlalu
aku bisa menjawab dengan lantang: TIDAK, AKU SAMA SEKALI TIDAK MENYESAL..
karena dengan "terjebak" di sini, aku bertemu denganmu.

hari itu,
hari dimana pertama kali kita berkumpul, 
berpakaian rapi (atau culun? hehehe) 
yang perempuan pakai rok panjang semata kaki dan berkemeja
yang laki-laki pakai celana bahan (itutuh, celana babeh-babeh tea hehehe) juga berkemeja
ada sedikit rasa gamang, segan sekaligus gembira karena menghadapi wajah-wajah yang tidak dikenal
hari itu,
aku dan kamu sama-sama tidak punya bayangan, 
akan jadi apa kita sepuluh tahun kedepan

tapi lihatlah kini,
kamu telah menjadi wanita dan pria yang mapan
kamu telah menjadi seorang penerjemah berpengalaman
kamu telah menjadi seorang guru, bahkan dosen yang dikagumi murid-muridmu
kamu telah menjadi seorang istri dan suami yang membuat iri pasangan lain
kamu telah menjadi ibu yang luarbiasa
kamu telah menjadi ayah yang hebat
kamu telah menjadi seorang pengusaha sukses
kamu melanjutkan pendidikanmu ke jenjang yang lebih tinggi lagi

sepuluh tahun yang berlalu bagaikan sekejap saja,
telah mengubahmu menjadi orang-orang yang luar biasa

siapa sangka? :)

tapi..
sepuluh tahun telah menciptakan jarak diantara kita
apaboleh buat kawan...memang sudah hukum alam

apaboleh buat jika kita hanya bisa bertemu saat ada 'peristiwa besar' saja,
saat kawan kita menikah
saat kita punya ponakan baru :D
atau....hanya bisa meluangkan waktu sejenak untuk sekedar berbuka puasa bersama (walau kadang kita lupa diri dan berlanjut pada sahur bersama, hahahaha)

kamu punya kehidupanmu sendiri, begitu juga aku
kamu harus menapaki jalanmu sendiri begitu juga aku

begitulah...sepuluh tahun ini aku belajar darimu
jarak itu tidak selalu menjauhkan kita
kedekatan itu tidak berarti harus selalu bersama

kita tak tahu, masihkah kita bisa bertemu lagi di lain kesempatan?

sesungguhnya tak masalah jika kini kita tak selalu bisa bertemu muka
bahkan jarang berkirim kabar 
yang terpenting adalah, untuk selalu menghargai waktu yang kita punya
betapapun jarangnya waktu itu kita punya,
betapapun sedikitnya waktu itu kita punya

karena itu,
terimakasih kawan..
untuk waktu yang telah kamu pinjamkan
mudah-mudahan, masih ada waktu kita sepuluh tahun kemudian
untuk sekedar menyapamu,

"apa kabar.....?"  ;)





~ ツバサたちへ ~

Sabtu, 06 Agustus 2011

si miNyun mencari kerja

nunggu bedug magrib, iseng buka-buka yahoo dan nemu artikel ini :)
jadi inget pengalaman pribadi dulu hehehehe

beberapa hari setelah lulus, tiba-tiba aja ada telepon dari sebuah perusahaan knitting yang berbasis di kabupaten bandung. boooo...denger namanya aja belum pernah. tapi ya dasar fresgraduate, masih polos dan naif mengahadapi dunia kerja (bahasa halusnya o'on hahaha). kayanya sih orang bagian rekrutmen perusahaan itu memang rajin menghubungi kampus-kampus, buat nanyain anak-anak yang baru aja lulus dan belum diterima kerja. belakangan saya tahu, ternyata banyak juga perusahaan yang berlaku gitu. 

kenapa sih segitu 'rajin' nya scouting (cieeeh...bahasanya...scouting....) freshgraduate?
banyak alasannya.....antara lain sih, konon freshgraduate itu belum punya 'warna' dan lebih mudah dibentuk sesuai kebutuhan perusahaan. selain itu fresgraduate juga biasanya nggak nego macem-macem soal gaji atau fasilitas, dan lagi gajinya bisa ditawar abis lantaran dianggap nggak punya pengalaman, hihihihihi

kembali lagi ke cerita soal telepon dari perusahaan knitting itu. mereka tiba-tiba aja minta saya datang ke kantor mereka untuk wawancara. padahal saya masukin surat lamaran aja kagak, hehehehe padahal saya juga nggak tahu, akan diwawancara untuk posisi kerja di bagian apa. saya juga nggak tahu itu profil perusahaan seperti apa. parah bukan.....

lalu diantarlah saya oleh kedua orangtua saya untuk wawancara di perusahaan itu pada hari yang telah dijanjikan. hari apakah itu? saya sudah tak ingat :p 
ternyataaaaaa kantornyaaaa jauuuuuh sekaliiiiiii dari rumah saya. bahasa kerennya itu udah daerah bandung coret lah haha~ 
waktu wawancara standarlah pertanyaan yang muncul, macem berapa gaji yang diminta dan blah blah blah...macem yang dimuat dalam artikel yahoo itu. selain wawancara, ada juga tes untuk mengetahui kemampuan berbahasa asing, tesnya berupa menerjemahkan email dari bahasa asing ke bahasa indonesia (selain wawancara dalam bahasa asing juga tentunya..)

di perusahaan ini ternyata yang dibutuhkan adalah staf di bidang ekspor-impor, karena kebetulan (hah, kebetulan?) saya kuliah di jurusan bahasa asing, mungkin saya diduga pintar bahasa asing, karena itulah saya dihubungi. gaya sih memang namanya, bagian ekspor-impor...kesempatan ke luar negeri pasti ada karena harus berhubungan klien/ buyer yang berasal dari luar negeri. tapi eh tapiiiii.....jam kerjanya mengejutkan. di hari-hari normal, sekira 8 jam sehari. saat peak season, bisa sampai 12 jam sehari. udah gitu kerja dari senin sampai minggu. saat minta gaji sekira 2juta aja *jumlah hasil nembak hahahaha* ditawar abis-abisan...hadooooh... barangkali karna saya dinilai 'anak baru' yeee....dan belakangan saya tahu, pada waktu itu, jumlah gaji yang saya minta jauuuh di atas UMR dan jumlah yang besar untuk seorang pemula hehehehe

pulang wawancara, yang saya pikirkan bukan "kapan ya saya dipanggil untuk tes selanjutnya" melainkan "kalo mereka menghubungi lagi, gimana ya nolaknya??" *belagu.com* 

lain kesempatan, kembali saya menghadapi sebuah wawancara. kali ini di sebuah perusahaan yang lumayanlah udah punya nama. perusahaan manufakturing bidang otomotif. untuk perusahaan ini, saya memang mengajukan lamaran, nggak kaya dulu hehehehe 
sebelum wawancara, saya harus melalui tahap psikotest dulu, setelah dianggap 'lulus' barulah saya dipanggil untuk wawancara....sekaligus tes komputer. hah? tes komputer? betul, tes komputer. karena posisi kerja yang saya incar adalah bagian administrasi, sudah sewajarnya diperlukan kualifikasi orang yang bisa mengoperasikan komputer. yaaa minimal office bisa lah. merasa diri sudah terbiasa menggunakan komputer, saya pikir nggak ada masalah lah soal tes ini *lagi lagi belagu.com* 
sesumbar saya bilang, "ah, office mah diulik-ulik juga jadi lah....asal komputernya nggak bahasa jepang aja...." (perusahaan yang saya incar itu memang perusahaan PMA jepang)

wawancara berjalan cukup mulus, baik wawancara dalam bahasa indonesia maupun bahasa asing. meskipun wawancara dalam bahasa asing dilalui dengan terbata-bata, hahahaha 
lalu tibalah waktu untuk tes komputer......dan jreng-jreng-jreng eng-ing-eng,
komputer yang digunakan untuk tes menggunakan user interface dalam bahasa jepang...T_T 
*makanya jangan sotoy...*

psikotes beres, wawancara beres, tes komputer beres, dan akhirnya diumumkan bahwa saya diterima bekerja di perusahaan tersebut. saya disuruh datang lagi untuk nego gaji dan medical check-up. waktu nego gaji, lagi-lagi saya diketawain sama orang HRD-nya. "nggak salah nih kamu minta gaji segini?kalau sama uang lembur dan lain-lain sih bisa aja kamu terima gaji segini" begitu dia bilang. saya sih cuma cengar-cengir. 
belakangan saya sadar, saya salah nulis angka di kolom "gaji yang dikehendaki". sebelumnya memang saya udah tanya-tanya berapa standar gaji disana pada senior-senior yang sudah lebih dulu kerja di sana. tapi dasar budek aja....yang dibilang berapa, yang ketangkep sama kuping saya beda *dudul*
untuk menyelamatkan muka, dengan pasrah saya memberi jawaban (yang saya harap terdengar diplomatis) "masalah gaji saya serahkan pada kebijakan perusahaan, karena saya percaya perusahaan ini sudah punya standar yang baik"
*preeeeet*
begitulah...
dari dua pengalaman mencari kerja itu, apa yang bisa saya pelajari?
1. survey dulu perusahaan yang mau dimasuki; seperti dimana lokasi, bisnis mereka bidang apa, gimana jam kerja, fasilitas yang mereka sediakan apa, dan informasi semacam itulah
2.  cari tahu standar gaji di perusahaan itu dan standar UMR tempat perusahaan itu berada. 
beberapa perusahaan menetapkan standar gaji berdasarkan tingkat pendidikan; misal untuk lulusan D3 sekian, untuk lulusan S1 segini, dll. ada juga perusahaan yang menetapkan standar gaji (selain dari tingkat pendidikan) juga berdasarkan pengalaman kerja. calon karyawan yang baru lulus sama calon karyawan yang udah punya pengalaman kerja bisa jadi dinilai beda (dalam hal gaji). biasanya sih standar gaji perusahaan mengikuti standar UMR yang berlaku dimana perusahaan itu berada, yang mana besarnya UMR itu beda-beda per daerah. besaran UMR ini kiranya bisa jadi referensi untuk kita ketika menulis angka di kolom "berapa gaji yang diinginkan"
3. cari tahu posisi kerja yang kita inginkan, detail kerja atau job description-nya seperti apa..karena menyesal kemudian tiada guna hahahaha kaya saya dulu, 'jabatan'nya sih staf administrasi. tapi kan namanya administrasi itu luas banget ya, mulai dari ngurusin kebutuhan kantor, kebutuhan karyawan, kadang nerjemahin juga, sampai ujung-ujungnya 'ngebantuin' kerjaan orang-orang quality control (lagi-lagi atas nama 'administrasi') berikut ngurusin dokumen-dokumen mereka
4. jangan belagu, hahahahaha yang dulunya pinter waktu di kampus, nggak jamin bakal tetep 'pinter' juga ketika dilempar ke belantara masyarakat. yang di kampusnya biasa-biasa aja, bisa jadi lebih sukses di pasaran kerja. intinya, apa yang dipelajari di kampus itu cuma sebagian kecil...jadi rajin-rajinlah bertanya kalau tidak mau sesat di pasar ;p sharing sama teman/senior yang udah lebih dulu kerja itu bagus. atau ikut milis-milis yang membahas soal dunia kerja juga oke :)
5. buat anak-anak (anaaak??) yang background pendidikannya bahasa, asahlah lagi kemampuan berbahasa. apa yang didapat dari kampus ternyata belum cukup untuk menjadi bekal kita di dunia kerja, sodara-sodara! bahasa yang kita pelajari itu ternyata bukan modal utama kita, tapi ibaratnya 'alat' untuk kita mencapai sesuatu yang lain, sesuatu yang lebih besar. jadi nggak usah khawatir atau punya pemikiran, "gue lulusan jurusan bahasa, bisa kerja apa guuuuueeee??" karena di dunia kerja ternyata nggak melulu membutuhkan orang yang akademiknya unggul, tapi juga membutuhkan orang yang memang "mau", "siap", dan "bisa" bekerja :)



*tulisan ini merupakan buah karya yang lahir dalam pengalaman pribadi penulis. keampuhan tidak dijamin. kalau ada yang cocok silakan ditiru, jika tidak ya tidak usah dipedulikan..... ;p selamat mencari kerja, semoga kerjaan kalian kelak adalah 'jodoh' bagi kalian ;D

Jumat, 05 Agustus 2011

Horeeee.....

saat ini jam di netbook saya menunjukkan pukul 23:44
harusnya saya sudah tidur jam segini, kalau tidak mau terlambat bangun sahur nanti.
tapi angka-angka yang tertera di pojok kanan blog saya sanggup membuat mata saya jadi melek.

1209


bukan, angka ini bukan nomor buntut. percayalah.
anda pasang pun dijamin nggak akan tembus, hehehehe
setelah hampir dua tahun,
lima ekor (EKOR?!) penguntit
*bukan ketang, ini teman-teman saya..maap temans! saya hanya bercanda...*
sembilan puluh satu posting (jika kelak tulisan ini dimuat, ini menjadi tulisan ke sembilan puluh dua, yaaaay!)
statistik blog saya menembus angka seribu...*NARSIS*

pada teman-teman,
handai tulen eh handai taulan,
pengunjung blog yang rutin (geER tingkat tinggi)
atau cuma sekedar mampir,
terima kasih banyak ya.....

ternyata ada juga yang peduli pada catatan si miNyun,
betapapun cacatnya isi catatan itu..

jadi semangat nulis lagi nih! \(^o^)/

Bapak Posyandu



hari itu balai musyawarah ramai oleh ibu-ibu yang membawa serta bayi dan balitanya.
oh, rupanya hari ini adalah hari posyandu.

ibu-ibu itu saling jemput tetanggnya untuk diajak pergi bersama ke posyandu. 
tapi lucunya, saat ibu itu menjemput tetanggnya, yang dipanggil-panggil bukan nama ibunya. tapi nama bayinya :D
misalnya, nama ibunya Anisa dan nama bayinya Rafi; yang diteriakkan oleh sang ibu penjemput itu:
"Rafi...Rafi...ayo, ke posyandu yuk"

ibu-ibu dan bayi, 
pemandangan yang tidak asing. 
tapi dari kejauhan saya melihat sosok yang agak berbeda.
seorang laki-laki, agak jangkis -jangkung ipis- (tinggi dan kurus- hehehe) berpayung. bertopi, berkaos oblong, bercelana pendek, tapi mengenakan sepatu olahraga. 
di depan badan tampak menggendong sesuatu. rupanya, itu anaknya yang di gendong di depan badan. ahahahaha.....siang terik, sungguh pemandangan yang tidak biasa.

belakangan saya tahu,
laki-laki itu adalah orang yang saya kenal. Sebut saja namanya Kang Uman (nama samaran, hehehe). kang Uman adalah mantan ketua Taruna Karya (dulu namanya Karang Taruna...) RW kami. jago organisasi dan bertangan dingin *tsaaaaah*  ganteng, ramah, juga supel *ehem*

Kang Uman orang yang tabah. masih segar dalam ingatan saya, saat ia kehilangan adiknya akibat penyalah gunaan zat-zat psikotropika. saat saya tanya kabarnya, "kumaha kang? damang?" ia berkata sambil tersenyum, "yaa gitu aja sih. lagi beresin barang-barang si ade.." tapi saya tahu, matanya tidak tersenyum. saya tahu, bagaimana berat, miris, dan sedihnya membereskan barang-barang almarhum. tapi, tetap Kang Uman menunjukkan wajahnya yang tersenyum pada kami.

di bulan Ramadhan,
Kang Uman sering saya lihat berkeliling komplek menggunakan motor. rupanya ia lagi rajin 'bisnis' kecil-kecilan, jualan makanan untuk berbuka puasa. kolak, bubur sumsum, candil...sebut saja 'makanan standar' untuk berbuka puasa, semua ada dalam kotak besar yang dipasang di atas motornya. aah..Kang Uman memang nggak bisa diam.
saya teringat, saat jadi 'panitia' acara peringatan tujuh belas agustus dulu, Kang Uman lah yang paling sibuk kesana kemari. cari dana lah, mengatur acara lah, pesan panggung lah, hadiah lah, sampai jadi 'petugas keamanan' saat ada sesama panitia yang nyaris gontok-gontokan gara-gara rebutan cewek...hahahahaha

lama tak bersua,
saya pikir Kang Uman sudah pergi merantau. jauh meninggalkan kota ini. ternyata, di siang itu saya kembali menjumpai sosoknya. menjadi bapak posyandu :)
belakangan saya ketahui, bukan hanya sekali itu saja ia mengantar anaknya ke posyandu. ternyata, setiap ada kegiatan posyandu, Kang Uman lah yang selalu siaga mengantar sang anak ke posyandu. 
Mengurus anak itu bukan cuma kerjaan istri. Mengurus anak itu bukan cuma mencari nafkah. Nganter-nganter anak kayak gini juga termasuk tanggung jawab ayah 
begitu katanya.
aaah...Kang Uman, Kang Uman.... :)
andaikata ayah-ayah sedunia punya prinsip yang sama, tentu para ibu bergembira :D

dari ketua taruna karya,
ke pebisnis
lalu jadi bapak posyandu.

Kang Uman, sosok yang pasti akan membekas dalam ingatan saya. 
Terima Kasih Kang, telah menjadi inspirasi dan teladan :)

Pak Jendral

Pak Jendral,
begitulah kami, para tetangga, memanggilnya.

Pak Jendral pindah ke rumah ketiga dari ujung jalan. 
Beliau tinggal sendirian disana, suatu hal yang tidak lazim bagi orang seumur beliau. 

Pak Jendral orang yang unik.
awal-awal pindah ke lingkungan kami, beliau suka "iseng" bakar-bakar rumput kering, kayu kering, atau apa saja yang ia temukan saat berjalan-jalan di lapangan belakang rumah. Kegiatan yang membuat kami, para tetangga kebakaran jenggot. 
"Kalau apinya meluas bagaimana?? kalau nanti terjadi kebakaran besar bagaimana??"
begitulah komentar salah satu warga senior, yang tinggal depan rumahku.
Ketika itu, Pak Jendral masih "orang baru" belum akrab dengan tetangga-tetangga lainnya.

tapi, kemudian dengan anehnya kebiasaan bakar-bakaran itu berhenti dengan sendirinya; dan dengan anehnya lagi sejak itupula Pak Jendral mulai akrab dengan para tetangga.

Pak Jendral suka bersepeda keliling komplek. 
Sepeda warna merah muda dengan keranjang di depannya. Suatu hari, sepeda kesayangannya dicuri orang. Konon sepeda itu hilang saat sedang diparkir di depan tukang cukur langganannya.
Tapi, tak lama kemudian Pak Jendral kembali melenggang dengan sepeda kinclong, mountain bike warna merah hitam.
"Waaaah, sepeda baru nih..."
begitu warga senior lain, yang juga tinggal di seberang rumahku, menggodanya kala Pak Jendral lewat mondar-mandir putar-putar jalan rumah kami. Katanya, itu hadiah dari anaknya. Sudah lama anaknya ingin mengganti sepeda butut yang hilang itu, tapi Pak Jendral tidak mau. Nah, kebetulan sepeda itu hilang. Jadilah itu alasan untuk membelikan sepeda baru.

Pak Jendral katanya mantan diplomat,
atau orang yang pernah bekerja di bidang itulah. Beliau tidak pernah cerita detail pada kami, tapi dari obrolan-obrolan ringan kami bisa paham, bahwa beliau dulu pastilah orang penting. Biasa disiplin, biasa rapi dan tertib. Pernah Pak Jendral menolak diajak kumpul-kumpul silaurahim lebaran se-RT, katanya saat itu pakaiannya tidak pantas untuk acara seperti itu.
Pembawaannya yang tegas, posturnya yang masih tegap, dan kebiasaan-kebiasaannya itulah yang membuat kami menjulukinya "Pak Jendral".

Pak Jendral kadang terkesan pikun dan agak-agak "disconnected". 
Tapi, sesungguhnya Pak Jendral perhatian sama tetangga lho. Pernah, suatu hari aku mengatar kue ke rumahnya, "bingkisan" syukuran atas lahirnya adik sepupuku. Di kotak kue, tertulis nama adikku. Ketika aku haturkan kue itu padanya, beliau menunjukkan raut wajah serius, "ini siapa? dari rumah mana? oooh...anak laki-laki ya, nama ini artinya apa?"

Pada suatu hari, 
tiba-tiba saja pintu rumah kami diketuk. Ada seorang perempuan berpakaian seperti suster (baby sitter), turun dari mobil Alphard membawa bungkusan yang lumayan besar. "Ini dari bapak.." cuma begitu dia berkata. Aku buka perhatikan tulisan di atas bungkusan itu,
"Syukuran ulang tahun ke-17 S***** 
(maaf, demi etika nama asli disensor, hehehe)"
aku bingung.
Ketika kemudian aku tanyakan pada ibu, "Siapa nih? sweet seventeen-an"
Ibu bilang, "itu, dari bapak yang rumahnya ketiga dari ujung jalan"

Hahahaha,....ulang tahun ke-17....
Pak Jendral benar-benar unik! :)